icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sandiwara Cintamu

Bab 6 Kita Menari

Jumlah Kata:1290    |    Dirilis Pada: 10/06/2022

sedang memarkiran mobil d

amu punya keinginan untuk pergi keluar bersamaku? Walau penampil

engunjungi tempat-tempat wisata saat pulang. Hem ... atau mungkin saja sekadar u

h dengan itu semua. Tidak

ch?" tanyaku setelah kita

*

n melewati beberapa toko, tetapi kamu masih saj

erada di area bermain, seperti nama yang t

ni?" tanyaku yang heran, mengap

kan?" katamu dengan se

m malu; menggeleng. Oh,

ini masuk cepetan! Kita main!" katam

k teman di SD, SMA atau kuliah. Hanya Rara dan aku yang selalu menolakmu setiap ka

karena buang-buang uang. Daripada menghabiskann

au ke club, ayo cepat main di sini!" perintahm

mau ngapain di sini, Tiyo? Bukannya tem

semua usia bisa masuk. Lagi pula kita gak akan pernah mera

pergi ke club, ya? Gue kira lo mau ngajak g

Gue ini anak kalem. Kalaupun pernah, gue juga gak akan ajak lo ke sana. Gue serius. Karena gue tau lo itu perempuan

elihat tiga wanita muda, menari di depan sebuah TV layar datar besar. Ada

ari, dan menurutku itu sangat memaluk

rus mengikuti langkah-langkah tarian, yang dit

t mereka menari gitu di sini?" tanyaku, dan saat i

Setelah mereka!" ucapmu. Rasanya rahangku

erius? No! Mungkin,

tau gak. Pokokn

Setelah mereka kayaknya gak ada yang ngantri selain kita. Jadi

elotot. "Wha

Gue serius, Zahra!" jawabmu seraya

yakin lo g

ini kita bakal nari sam

k gitu, Tiyo. Mending kita cari permainan ambil boneka a

i tuh!" ucapmu seraya ba

in?" Kamu mengajak ketiga wanita yang menari

a masih saja belum hilang. Aku pun kesal saat melihatmu mengedipkan mata kepada

rtu di sebuah mesin. Sepertinya kamu sudah terbiasa dengan

mbol start. Tiba-tiba aku teringat pada kata-kata

u padamu. Terutama gadis-gadis muda seusia mahasiswa, mata mereka tak henti-hentinya memanda

selesai berpikir, kamu berbalik ke arahku dan berkata, "

nga menatapmu. Kering

! Ayo! Gak usah mal

bangkit dari tempat du

ahku, tetapi ketiga wanita itu menco

ta berempat. Kan jadi m

akan ketiga wanita itu. Namun, kamu m

." katamu, seraya berjalan ke arahku.

mau tuh, mungkin karena kakinya kiri semua kali. Hahaha!" Se

alah, tidak terima

mau nunjukin bakat gue ke orang lain, tapi karena lo bersikera

af ya, mending kalian rekam kami nge-dance aja. Xi

ampai kalah, bakal kami puku

gue yang menang, lo yang

a saja aku jarang mempraktikkan, karena selama hidup hanya sibuk mengejar pendidikan. Namun, meskipun begitu, sebenarnya

n sulit. Mau tak mau, aku melihat langkahmu, dan kamu menari dengan sangat serius. Entah apa yang kamu lakukan, tetapi yang aku ingat, kamu itu tena

dibandingkan sebelumnya. Sedangkan keempat wanita yang menggantik

kecepatan sama sekali. Sebenarnya bisa saja kulakukan dengan koreografi send

ntang apa yang harus kamu lakukan, ketika lagu mulai datang, dan langkah-langkahmu sedikit dipercepat. Aku sangat lancar sebelum

k bisa mengejar skor-nya. Meskipun melakukan hal yang b

ahku, mengedipkan

g-orang di sekitar yang membuat

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka