icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sweet idol lover

Bab 4 Empat

Jumlah Kata:1015    |    Dirilis Pada: 28/12/2021

. Awalnya ia tidak mengenali jika Vian tidak melambaikan tangan lebih dulu. Di depan pria itu, hanya tersaji seboto

an daripada di tempat tertutup seperti kantor Edwin kemarin. Yang mengatakan Vian pria yang sopan, maka m

n sesuatu?" tanya Vian

. Tangannya terulur untuk mengambil sketsa. Akan tetapi, Vian yang te

karang kita mengapa tidak mengobrol dulu? Aku tela

mbil menatap tajam Vian. Pria itu

idak akan men

apas keras dan me

i ini padaku, maka kita b

uduk di depan Karin. Tidak lama berbagai jenis makanan

au memakan apa? Jadi aku mem

*

khirnya menyuruh pelayan untuk membungkus. Karin kemudian melangkah menuju

yang

icara. Kau mau

di restoran, saat ini

lik dan men

restoran. Tapi, kita sudah keluar dari sana, jadi sekarang

maks

Apa kau ta

segera kembali menarik

hat mobil itu. Hanya beberapa hari yang la

Vian yang berdiri di sampingnya. Merasa ada yang salah, Karin berbalik dan hendak pergi. A

api pintu itu telah terkunci otomatis. Karin m

Vian. Namun, pria itu justru memajukan tubuh dan memasang sabuk

, kalau t

noleh pad

i sini," bisik Vian dengan nada men

*

h tempat yang ia beli untuk membangun cafetaria miliknya. Sebenarnya, Vian tidak tertarik

dian mulai menjelaskan tentang bentuk desain dari bangunan cafet

gan lebih detil. Mata Vian tidak lepas menatap gadis itu. Entah mengapa, ia

ia adalah gadis yang menyebabkan karirku berantakan se

*

n menuang wine ke dalam gelas dan meminum hingga tandas. P

s menjelaskan proyek, juga saat gadis tersebut menatap tajam padanya. Kemudian sa

membuka mata

membalas dia, tapi kenapa malah seperti aku

harus fokus untuk tetap pada rencana membalas gadis yang telah menghan

*

depan sambil melihat poster V

begitu merindukanmu? Aku tidak tahan melihat Matthew yang selalu tertawa ta

tertawa. Ia kemudian menggeleng

bersamamu, aku rela meski aku tidak bahagia, tapi kau bahagia," lan

k sejenak mendengar ucapan Silvi. S

gia, kok," ucap Karin

au? Melihat dia saja

embeliak lebar. Ia ber

u mungkin memang benar kau gadis yang di foto

sambil mendengkus

n. Kau juga tahu aku tidak pernah

la napas lega. Mulai sekarang dirinya harus lebih berhati-hati. Sahaba

*

emgawasi proses pembangunan cafetaria yang telah dimulai. Ksrin tampak sibuk. Ia tengah member

ggang Karin dan menarik gadis itu agar dekat dengannya. Para pekerja yang tadi menyimak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka