icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Setelah Talak Tiga

Bab 3 Sesal

Jumlah Kata:1007    |    Dirilis Pada: 22/12/2021

tumpah ruah. Hari ini laki-laki yang sangat dicintainya menikah dengan wani

kan tangisnya. Lalu menelpon kedua orang tuanya. Bukan! Dia bukan wanita gegabah yang membuat orang tua

n di kamar mereka. Foto itu diambil saat Aisyah dan Wisnu baru menikah. Kala itu, dia merasa sangat bahagia karena telah di jadikan seperti Khadijah yang

tahu perjuanganku. Apa kau tidak mencintaiku dengan sungguh,

mi seolah bersedih atas kesedihan wankta

*

ara it

benar-benar menyayangkan keputusan Wisnu karena telah menceraikan Aisyah

ulu yang membantumu mengembangkan usahamu yang hendak bangkrut?" Haikal berkat

a. Ibuku sudah tua, kalau dia tidak ada di dunia ini aku bisa menyesal. Lagipula, sur

masih menyakiti hati m

itu. Memang kau tuhan hah?" bent

ukatakan benar dan kau menyesalinya. Lihat

hagiaan orang lain." Hardik Wisnu. Jari-jarinya mengepal. Seolah bers

ernyata kalian masih membawa-bawa masa lalu. Padahal jelas-jelas ibumu yang merebut suami ibuku, merebut ayahku

. Pernikahan yang seharusnya jadi tawa dan bah

*

ita baik-baik yang menundukkan pandangan atau punya rasa malu yang besar, mud

ik. Haikal menoleh dan menatap ke arah suara. Dili

tanya Hai

a Mas Wisnu?" t

wanita yang tadi di dap

ya? Mas naksir saya, ya?" ucap

ya hanya mengira, kok

sok yang sulit di taklukkan. Namun wanita itu seolah tak habis a

bersama? Murah sekali hargamu. Apa kakakku sudah gila melepas perempuan baik

ak makan siang. Bukan mengajakmu se

g Winda penuh cela ,

*

ya Wisnu lembut pada istri cantikny

masih merasa kesal atas penol

inda perlahan. "Apa sih, Mas. Kamu gak liat aku lagi m

syah tidak pernah meninggikam suaranya. Namun sekarang, Wi

rangkali dia sedang datang bulan, pikir Wisnu. Malam itu, laki-laki yang selalu patuh pada ibunya tidur

*

ja makan. Wajahnya agak kesal mendengar penu

segera bergabung di meja makan masih dengan baju tidur

hanya bisa salah tingkah sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Semalam tidak terjadi a

nya, ibu nanti bakal kasih kamu hadiah besar l

Winda berusaha memancing obrolan tentang k

tol*l. Gobl*k. Memannga dia pikir anak saya alat untuk menghidupi dirinya yang seenaknya ongkang-ongkang kaki di rumah? Kamu tahu nggak, Aisyah itu malah ng

mengelak atas kekurangan anaknya. Sementara itu, Wisnu makan dengan cepat. Percakapan tentang Aisyah membua

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka