icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Putra Rahasianya, Aib Publiknya

Putra Rahasianya, Aib Publiknya

icon

Bab 1 

Jumlah Kata:1033    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

aya yang telah kehilangan aku sejak kecil. Aku punya orang tua yang menyayangiku dan tunangan ya

tidak sedang rapat dewan direksi, melainkan berada di sebuah mansion megah bersama Kiara Ani

menggendong seorang anak laki-laki, Leo

", sebuah alat untuk mencapai tujuan sampai Ivan tidak lagi membutuhkan koneksi keluargaku. Orang tuaku, ke

yang dibangun dengan cermat, dan aku adalah si bodoh yang memainkan peran utama. Kebohongan santai yang Ivan kirimkan lewat pesan, "Baru

eka pikir aku bodoh. Mereka akan

a

njebakku karena membocorkan rahasia perusahaan, sebuah tindakan yang hampir menghancurkan karier medisku. Tunanganku, Ivan Gunardi, dan orang

ngan keluarga kaya raya yang telah kehilangan aku sejak kecil. Aku punya orang tua yang menyayangiku dan t

cur berkeping-kepi

mengirimiku pesan, "Mikirin kamu. Kayaknya bak

ah sakit dan langsung pergi ke kantornya, Gunardi Medika, dengan membawa martabak kesukaannya. Sat

di mobilnya, fitur yang baru sekali kugunakan saat dia lupa memarkir mobilnya di garasi mal yang sangat besar. Titik yang bersinar di layar ponsel

engencang di setiap kilometer yang kutempuh. Alamat itu membawaku ke sebuah mansion modern yang megah, l

git-langit, aku melihat pemandangan yang tidak masuk akal. Dan kemudian, aku melihatnya. Tunanganku, Iva

, mungkin berusia empat atau lima tahun. Anak itu tertawa

yang berdiri di samping mereka,

Anin

ang ibu dan pasangan yang bahagia. Dia tertawa, suara yang kuingat dengan ngeri, dan mencondongkan tubuh untuk mencium pipi Iv

ku terhuyung mundur ke dalam bayang-bayang

mereka melalui pintu te

a, suaranya penuh kepuasan. "Di

n kasih sayang yang kini kusadari tidak pernah benar-benar k

nya Kiara, nadanya sedikit berubah. "Lima t

ntai yang membuatku sesak napas. "Dia terlalu bersyukur punya kelua

mikir kamu bakal menikahinya. Masih mikir Papa dan Mama W

Mereka tahu mereka berutang budi padamu. Kita semua. Rumah ini, hidup ini...

ra. Seluruh cerita tentang gangguan jiwanya adalah sebua

uk kehidupan mewah ini, keluarga rahasia ini, berasal dari m

n setelah masa kecil di panti asuhan-adalah sebuah panggung yang dibangun dengan cermat. Dan aku adalah si

gemetar begitu hebat hingga aku hampir tidak bisa memutar kunci

ek banget. Kangen kamu.

ping keluarga aslinya, adalah pukulan terakhir. Dunia tidak

idak bisa mereka kendalikan. Kesedihan itu seperti beban fisik, menghancurkan d

menyedihkan. Mere

era tahu betapa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Putra Rahasianya, Aib Publiknya
Putra Rahasianya, Aib Publiknya
“Namaku Alina Wijaya, seorang dokter residen yang akhirnya bertemu kembali dengan keluarga kaya raya yang telah kehilangan aku sejak kecil. Aku punya orang tua yang menyayangiku dan tunangan yang tampan dan sukses. Aku aman. Aku dicintai. Semua itu adalah kebohongan yang sempurna dan rapuh. Kebohongan itu hancur berkeping-keping pada hari Selasa, saat aku menemukan tunanganku, Ivan, tidak sedang rapat dewan direksi, melainkan berada di sebuah mansion megah bersama Kiara Anindita, wanita yang katanya mengalami gangguan jiwa lima tahun lalu setelah mencoba menjebakku. Dia tidak terpuruk; dia tampak bersinar, menggendong seorang anak laki-laki, Leo, yang tertawa riang dalam pelukan Ivan. Aku tak sengaja mendengar percakapan mereka: Leo adalah putra mereka, dan aku hanyalah "pengganti sementara", sebuah alat untuk mencapai tujuan sampai Ivan tidak lagi membutuhkan koneksi keluargaku. Orang tuaku, keluarga Wijaya, juga terlibat dalam sandiwara ini, mendanai kehidupan mewah Kiara dan keluarga rahasia mereka. Seluruh realitasku-orang tua yang penuh kasih, tunangan yang setia, keamanan yang kukira telah kutemukan-ternyata adalah sebuah panggung yang dibangun dengan cermat, dan aku adalah si bodoh yang memainkan peran utama. Kebohongan santai yang Ivan kirimkan lewat pesan, "Baru selesai rapat. Capek banget. Kangen kamu. Sampai ketemu di rumah," saat dia berdiri di samping keluarga aslinya, adalah pukulan terakhir. Mereka pikir aku menyedihkan. Mereka pikir aku bodoh. Mereka akan segera tahu betapa salahnya mereka.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10