icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta, Dusta, dan Vasektomi

Bab 3 

Jumlah Kata:989    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

asing. Foto-foto kami yang tersenyum di dinding adalah sebuah ejekan. Aku bergerak melewati ruanga

yang sempurna. Dia masuk, tersenyum, da

kesayanganku?" tanyanya, ta

etapi memaksakan senyum lemah. "

e dapur. Dia kembali dengan segelas susu hangat

natap teman-temannya dengan geli yang kejam beberapa jam sebelumnya. Perutku mual. A

ima," kataku, suar

senyumnya menegang di ujung bibir. "Apa k

ata-kata itu

bisa," desakku, menyingkirk

tu luntur, digantikan oleh kilatan kejengkelan. Begitu cepat se

uaranya rendah dan tegas. Itu buka

in minum, cairan hangat yang sedikit manis itu meluncur ke ten

daku. Tungkai dan lenganku terasa seperti timah,

baring," gumamku, kat

sekarang terasa seperti belaian laba-

a sosok lain di ruangan itu, bayangan bergerak di pinggiran pen

g aneh di kulitku. Aku merasa dilanggar, sebuah kesalahan mendalam dan prim

an berjalan ke rak buku di ruang tamu. Terselip di belakang deretan novel klasik ada sebuah kotak hitam kecil. Sebuah kamera ter

laptopku. Tanganku stabil. Aku harus melihat.

kosong sampai aku melihat gerakan. Rekama

orang masuk ke rumah. Jantungku berhen

aat mereka berdiri di atas tubuhk

g kebencian murni. "Dia terlih

suaranya santai. "Bekerja dengan bai

i wajahnya. "Jadi, seperti ini dia saat penu

penurut,' begitu Erlan menyebutnya dengan elegan. Aku ingin memastikan itu sempurna untuk pesta. A

ini selama berminggu-minggu. Membiusku, menguj

nya, Elsa?" tanya Erlan, ha

. "Dia mengisi kepalanya dengan ide-ide tentang kehidupan normal,

si pemujaan murni. "Tidak ada y

. Seorang pria yang tidak kukenali. Dia tin

bersedia membayar mahal untuk 'uji coba' sebelum pesta

saat Elsa secara resmi 'kembali'," Bima

l dari dalam pipiku. "Hanya perlu menguji kadar oba

angkat kecil. "Sempurna. Di

asi, menyelesaikan rencana mereka untuk penghinaan publikku. Kemudian Bim

n keluar dari bibirku. Kedalaman kebejatan mereka tak terbatas. Ini bukan hanya ta

metar, memaksa keputusasaan turun

pintu depan terbuka. "Ale

Bi

Aku cepat-cepat menyimpa

lku, mencoba menjaga

ngmu. Kau terlihat sangat tidak bersemang

jantungku berdebar kencang.

"Bagus. Aku perlu ke atas seb

han hidupku mengambil alih. Ponselnya a

sandinya adalah tanggal ul

nyadarinya-kilau samar di bagian bawah layar. Kutekan ibu jariku di atasnya, dan antarmuka ke

ukenali. Orang pertama di daftar prioritasnya adalah Elsa. Riwayat ob

t obrolan grup.

u membuat na

ng Al

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta, Dusta, dan Vasektomi
Cinta, Dusta, dan Vasektomi
“Dengan usia kehamilan delapan bulan, kupikir aku dan suamiku, Bima, sudah memiliki segalanya. Rumah yang sempurna, pernikahan yang penuh cinta, dan putra ajaib kami yang akan segera lahir. Lalu, saat merapikan ruang kerjanya, aku menemukan sertifikat vasektominya. Tanggalnya setahun yang lalu, jauh sebelum kami bahkan mulai mencoba untuk punya anak. Bingung dan panik setengah mati, aku bergegas ke kantornya, hanya untuk mendengar tawa dari balik pintu. Itu Bima dan sahabatnya, Erlan. "Aku tidak percaya dia masih belum sadar juga," Erlan terkekeh. "Dia berjalan-jalan dengan perut buncitnya itu, bersinar seperti orang suci." Suara suamiku, suara yang setiap malam membisikkan kata-kata cinta padaku, kini penuh dengan penghinaan. "Sabar, kawan. Semakin besar perutnya, semakin dalam jatuhnya. Dan semakin besar bayaranku." Dia bilang seluruh pernikahan kami adalah permainan kejam untuk menghancurkanku, semua demi adik angkatnya yang berharga, Elsa. Mereka bahkan memasang taruhan tentang siapa ayah kandung bayi ini. "Jadi, taruhannya masih berlaku?" tanya Erlan. "Uangku masih untukku." Bayiku adalah piala dalam kontes menjijikkan mereka. Dunia seakan berhenti berputar. Cinta yang kurasakan, keluarga yang kubangun-semuanya palsu. Saat itu juga, sebuah keputusan yang dingin dan jernih terbentuk di reruntuhan hatiku. Kukeluarkan ponselku, suaraku terdengar sangat stabil saat aku menelepon sebuah klinik swasta. "Halo," kataku. "Saya perlu membuat janji. Untuk aborsi."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10