icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Cinta, Dusta, dan Vasektomi

Cinta, Dusta, dan Vasektomi

Penulis: Finn Blake
icon

Bab 1 

Jumlah Kata:862    |    Dirilis Pada: 07/11/2025

Bima, sudah memiliki segalanya. Rumah yang sempurna, pernikaha

tifikat vasektominya. Tanggalnya setahun yang lalu, ja

ke kantornya, hanya untuk mendengar tawa dar

Erlan terkekeh. "Dia berjalan-jalan dengan per

a padaku, kini penuh dengan penghinaan. "Sabar, kawan. Semakin be

permainan kejam untuk menghancurkanku, sem

taruhan tentang siapa

berlaku?" tanya Erlan.

eka. Dunia seakan berhenti berputar. Cinta yang

san yang dingin dan jernih t

erdengar sangat stabil saat aku

ya perlu membuat ja

a

nggu lagi sampai aku menggendong putraku. Aku mengelus lekukan kencang itu, senyum terukir di wajahku. Aku dan

Terselip di bagian belakang laci mejanya, di bawah tumpukan laporan pajak lama,

enguasaiku. Aku

fikat medis. Ser

aya. Lalu aku melihat tanggalnya. Setahun yang lalu, enam

s itu. Ini tidak masuk akal. Aku hamil delapan bulan. I

n kehangatan kehidupan di dalam diriku. Aku hamil. Aku merasak

, irama yang panik dan menyakitkan. Ini tidak mungkin nyata. Kehidupanku y

ya. Aku harus mend

kosong karena bingung dan takut.

atau belokan yang kuambil. Yang bisa kulihat hanyalah tanggal

perut buncitku membuat gerakanku canggung. Resepsionis mencoba menghentik

Tawa yang keras dan congkak datan

pintu. Kutempelkan telingaku ke kayu yang dingin itu, sebuah k

enali sebagai Erlan, sahabat Bima, berkata di sela-sela tawa. "Dia be

kejam dan mengejek yang membuat kulitku meri

isikkan kata-kata cinta padaku. "Sabar, kawan. Semakin besar p

beku. Bayaran? Apa

sayang yang aneh dan posesif. "Jalang Alena itu harus membayar atas perbuat

i untuk program khusus, bahwa itu adalah kesempatan besar. Aku te

ibir Bima. Suara itu, begitu penuh penghinaan, terasa seperti pukulan fisik.

in tertawa t

?" tanya Erlan. "Siapa ayah kan

," sahut

a bertaruh siapa ayah

kubangun, pria yang kuberikan hatiku-semuanya palsu. Sebuah permainan

menendang dengan keras, seolah

yang kurasakan sejam yang lalu mengental menjadi sesuatu

buah keputusan terbentuk di reruntuhan hatik

ainan menjijikkan mer

aku dan seperti robot. Kukeluarkan p

mor sebuah k

gar sangat stabil. "Saya perlu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta, Dusta, dan Vasektomi
Cinta, Dusta, dan Vasektomi
“Dengan usia kehamilan delapan bulan, kupikir aku dan suamiku, Bima, sudah memiliki segalanya. Rumah yang sempurna, pernikahan yang penuh cinta, dan putra ajaib kami yang akan segera lahir. Lalu, saat merapikan ruang kerjanya, aku menemukan sertifikat vasektominya. Tanggalnya setahun yang lalu, jauh sebelum kami bahkan mulai mencoba untuk punya anak. Bingung dan panik setengah mati, aku bergegas ke kantornya, hanya untuk mendengar tawa dari balik pintu. Itu Bima dan sahabatnya, Erlan. "Aku tidak percaya dia masih belum sadar juga," Erlan terkekeh. "Dia berjalan-jalan dengan perut buncitnya itu, bersinar seperti orang suci." Suara suamiku, suara yang setiap malam membisikkan kata-kata cinta padaku, kini penuh dengan penghinaan. "Sabar, kawan. Semakin besar perutnya, semakin dalam jatuhnya. Dan semakin besar bayaranku." Dia bilang seluruh pernikahan kami adalah permainan kejam untuk menghancurkanku, semua demi adik angkatnya yang berharga, Elsa. Mereka bahkan memasang taruhan tentang siapa ayah kandung bayi ini. "Jadi, taruhannya masih berlaku?" tanya Erlan. "Uangku masih untukku." Bayiku adalah piala dalam kontes menjijikkan mereka. Dunia seakan berhenti berputar. Cinta yang kurasakan, keluarga yang kubangun-semuanya palsu. Saat itu juga, sebuah keputusan yang dingin dan jernih terbentuk di reruntuhan hatiku. Kukeluarkan ponselku, suaraku terdengar sangat stabil saat aku menelepon sebuah klinik swasta. "Halo," kataku. "Saya perlu membuat janji. Untuk aborsi."”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 910 Bab 10