“Di tahun kelima pernikahanku, di sebuah lelang ternak, aku melihat suamiku bersama sepupuku-seorang wanita yang semua orang yakini sudah meninggal lima tahun lalu. Dia sedang menggendong putra mereka. Aku segera menyadari seluruh pernikahanku adalah kebohongan, sebuah sandiwara yang diatur oleh suamiku dan nenekku sendiri untuk melindungi wanita yang pernah mencoba membunuhku. Aku bukan seorang istri. Aku hanyalah sebuah alibi. Pada hari mereka berencana membiusku agar bisa merayakan ulang tahun putra mereka, aku menandatangani surat pelepasan seluruh harta keluarga, mengajukan gugatan cerai, dan menghilang.”