icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tersesat Dalammu

Bab 5 Aku bertemu dengan Dr. Rossetti, psikiaterku

Jumlah Kata:1492    |    Dirilis Pada: 15/08/2025

entan sekaligus anehnya aman. Dinding-dinding yang kosong, hampir tidak dihiasi kecuali dengan diploma dan lukisan

an. Bahwa Dr. Rossetti ini adalah "kunci" untuk membuka apa yang ingatanku menolak tunjukkan. Suaranya, ketik

kan menghadapi sesuatu yang bisa menghancur

dengan tatapan intens yang seolah menembus sampai ke jiwa. Dr. Rossetti

bil mengulurkan tangan.

n, percikan yang membuatku segera menarik tangan ke

sederhana," katanya, duduk di hadap

k saja, tidak membutuhkan apa-apa, bahwa ini semua kesalahan

hasil kukataka

gguk penuh

angan yang terfragmentasi," gumamnya. "Pikiran kit

i perut, campuran mual dan lega. Apakah mungk

merasakan keringat mulai menetes di dah

ri masa lalumu?" tanyanya lembut. "Apa pun

kehampaan, tetapi ada bagian dari diriku yang

. "Bunga merah, bau tanah yang basah.

at sesuatu di bukun

ngan, keinginan untuk dijaga," kata

an menyusuri

nyaku dengan

ng melindungi kita

ap dan pelukannya yang posesif. Apakah dia

ensasi baru, kilas balik y

dentang jam yang monoton, dan napasku sendiri yang cepat. Vi

t," katanya. "Aku di s

bih kuat, dan rasa

ssetti, bertanya-tanya apakah dia bisa me

gar aku menemui Anda?" tanyak

n berbicara dengan nada y

utuhkan seseorang di luar

kembali menguasai. Lingkaran apa yang di

akah Anda di sini untuk

m-senyum yang menyimp

sangat tipis," katanya. "Tapi aku berjanji, n

sekaligus peringatan. Aku tah

an tubuhku menegang dan rileks sekaligus. Keringat dingin

a antara kami, yang membangkitkan sesuatu yang tak

merasakan tatapan Vittorio padaku, seperti beban

anpa izin, dengan gerakan yang mem

mu? -tanyanya dengan suara

keringat dingin mengalir di punggu

kau aman. Tapi jangan lupaka

aranya merobekku. Apakah

sak mulai muncul perlahan, seperti teka-

n mata yang intens, teriakan tertahan,

ajinasi mulai kabur, dan

a tidur, sebuah pikiran ba

anlah yang kuharapkan? Jika aku menghadapi sesuatu yang

ngku, dan aku merasakan sesuat

ang gelap

mendengar bisikan di kegelapan, suara

ata suara itu-. Dia buk

berubah m

mperingatkank

debar, seolah badai akan meledak di dalam diriku. Ingatan ten

angan terasa lebih kecil dan sekaligus lebih intens. Dia menatapku dengan mata gelap yang tampak menyim

beda -katanya sambil membuka mapnya-. Aku ingin kau

jurang. Hampir tak kuingat, ta

u hanya bisikan-. Ada mawar, tapi juga duri. Aku merasa

k, mencatat d

alina. Mawar, keinginan dan harapanmu

engan hasrat, ketakutan menyelinap di setiap napas. Vittorio tidak

mengejarmu? -tanya Rossetti-. B

itu muncul. Tapi hanya muncul kilatan: tangan y

u mengakui-. Aku ha

ma parfumnya, aroma kayu dan tanah basah, yang

atanmu -katanya dengan suara rendah-. Tap

ur dengan mual yang selalu menemaniku. Itu campuran hasrat dan baha

i sebelumnya. Vittorio, mendekatiku dalam kegelapan, tanganny

r, Catalina. Ak

nya yang membuatku mundur, bayan

keteganganku dan mele

an adalah sebuah pertarungan -k

pegang pada janji itu, tapi rasa be

menyakitkan? -tanyaku-.

an campuran penger

an itu bersama. Tapi pertama, kita harus m

buka tiba-tiba dan seorang

ina. Untuk membantu

ketakutan. Aku mengambil gelas itu dengan tangan gemetar da

anpa pemberitahuan, dengan senyum

-tanyanya, suaranya bisi

npa izin, panas yang naik dari da

Tapi aku rasa ak

wajahku dengan tangannya,

gimu, Catalina. Walau kad

kaligus. Aku tahu di balik kelembutan itu ad

uti saat aku menyerahkan diri pada pelukan

isik lebih keras. Fragmen ingatan yang tak ingin kuhadapi: p

torio, seperti mercusuar gelap ya

ya saling terkait dalam tarian berbahaya y

n di pergelangan tangan. Aku membuka mata dan melihat sebuah catatan terge

kitarmu. Kebenaran lebih gela

berhenti

atatan itu? Dan kebenaran

hankan, dan aku tahu bahwa p

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tersesat Dalammu
Tersesat Dalammu
“Catalina terbangun di sebuah klinik mewah di tepi laut tanpa ingat bagaimana ia bisa sampai di sana. Mereka memberitahunya bahwa ia mengalami gangguan saraf. Bahwa seseorang yang sangat penting telah menyelamatkannya. "Orang" itu adalah Vittorio Leone, seorang pemuda misterius yang mengaku sebagai tunangannya. Kaya, terpelajar, dengan mata yang tidak berkedip saat berbohong. Ia menceritakan kisah mereka, perjalanan bersama, dan cinta yang intens. Tapi Catalina tidak mengingat apa pun. Tidak sama sekali... kecuali rasa logam dari ketakutan saat ia mendekat. Setiap hari, ada sesuatu yang tidak sesuai. Seorang perawat mengawasinya terlalu dekat. Pintu-pintu dikunci. Dan tubuhnya, pengkhianat, bereaksi dengan hasrat pada kedekatan Vittorio. Apakah ini cinta? Ketergantungan? Atau kebohongan yang diulang hingga menjadi kenyataan? Ketika Catalina menemukan rekaman lama di ponselnya, kebenaran menjadi bengkok: ia sendiri yang meminta untuk dikurung. Dan ia memperingatkan: "Jika aku sampai lupa ini... jangan percayai Vittorio. Bahkan dirimu sendiri." Sekarang Catalina harus memulihkan ingatannya sebelum kehilangan kewarasannya... atau jatuh cinta pada algojinya.”