icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Cintamu Dibayar Dengan Surat

Cintamu Dibayar Dengan Surat

icon

Bab 1 Perjanjian

Jumlah Kata:4246    |    Dirilis Pada: 09/07/2025

i sampingnya, dalam balutan gaun pengantin putih yang seharusnya melambangkan kebahagiaan, Sintia Wijaya terlelap pulas. Wajah polos itu terlihat damai, kontra

ia lindungi sebagai adik dari sahabatnya, justru menjadi korban kebrutalannya. Kenangan buram tentang sentuhan, rintihan, dan penyesalan yang membakar, terus menghantui setiap tidurnya. Pagi harinya, ia terbangun dengan rasa mual dan kepala pening, hanya untuk menemukan Sintia

ak tercela. Ketika berita memalukan itu sampai ke telinga mereka, kemarahan dan kekecewaan meluap. Namun, demi menjaga kehormatan keluarga dan menghindari skandal yang bisa menghancurkan kerajaan bisnis mereka, keput

ya. Ia merasa diperangkap, dipaksa hidup berdampingan dengan seseorang yang ia yakini sebagai benalu. Rio selalu curiga, sangat curiga, bahwa Sintia adalah wanita licik yang memanfaatkan situasi ini. Bagaimana tidak? Setelah kejadian itu, ibu Sintia yang sudah bertah

ah ia tinggalkan malam itu, benih yang kini telah tumbuh menjadi seorang balita berusia dua tahun lebih, Dika. Kehadiran Dika adalah luka yang tak kunjung sembuh, pengingat abadi akan malam terkutuk itu. Rio tidak p

n, dan kehadiran Sintia serta Dika adalah anomali dalam hidupnya yang terencana dengan matang. Ia selalu mengabaikan mereka, memperlakukan mereka layaknya bayangan tak terlihat, pengganggu yang hanya menambah beban dalam hidupnya. Kat

ncoba berbagai cara untuk meluluhkan hati Rio, mulai dari menyiapkan makanan kesukaan Rio, mengatur keperluannya, bahkan mencoba memulai percakapan ringan. Namun, setiap usa

ang keluarga, membaca koran bisnis. Dengan suara pelan, ia berkata, "R

-repot. Aku sudah makan di luar." Nada suaranya dingi

, kamu terlihat lelah. Sup hangat

sakah kau berhenti berpura-pura peduli? Aku tahu apa maumu, Sintia. Jangan perna

namun ia menahannya agar tidak tumpah. "Aku.

Jangan lupa, Sintia, semua kemewahan yang kau nikmati sekarang adalah hasil dari k

at tajam Rio selalu menancap dalam hatinya, meninggalkan luka yang menganga. Sintia tahu, tidak peduli sekeras

ong, bahkan tidak pernah memanggil namanya. Jika Dika mencoba mendekat, Rio akan segera menghindar atau menyuruh pengasuhnya menjauhkan anak

eliharaannya. Dengan langkah kecilnya, Dika mendekat, membawa bola plastiknya sendir

nya langsung berubah dingin. "Kenapa kau di sini? Bukankah Bibi Narsih sudah

egera menghampiri. "Maaf, Tua

ri telunjuknya. "Bawa dia masuk. Ak

ai merengek dan meronta. "Ayah... Ayah..." pa

kali tidak menoleh. Sintia, yang menyaksikan kejadian itu dari jendela kamarnya, hanya bisa memeluk diri sendiri. Hatinya perih melihat putranya dit

mber kebahagiaan bagi Sintia di rumah besar itu. Ia bersumpah dalam hatinya, tidak peduli seberapa buruk Rio memperlakukannya, ia akan melin

kan sebagian besar waktunya di kantor, tenggelam dalam pekerjaan, atau bertemu dengan teman-temannya di klub malam

eka saling mencintai, merencanakan masa depan bersama, dan Clara adalah satu-satunya wanita yang mampu membuat Rio merasa utuh. Namun, dua tahun lalu, Clara menghilang tanpa jejak. Tidak ada kabar, tidak ada pesan, seol

rjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah mencintai wanita lain selain Clara. Dan ia menepati janji

hari, keajaib

ing. Nama "Nomor Tidak Dikenal" muncul di layar. Biasanya ia tidak akan mengangkat pangg

ra Rio terd

ni ia rindukan, suara yang sering muncul dalam mimpinya.

etar, tidak percaya den

ra itu, kini terdengar l

ang ia cari selama ini, akhirnya kembali. Senyum lebar, yang sudah lama tidak menghiasi wajahnya, kini merekah sempurna. Rasa bahagia yang meluap

karuan. Ketika Clara masuk, Rio merasa waktu berhenti. Clara masih sama indahnya, mungkin bahkan lebih. Rambut panjangnya terurai, mata indahnya bersina

encarimu ke mana-mana," ucap Ri

k bisa memberitahumu sekarang, Rio. Ada banyak hal yang terjadi.

perjalanannya, tanpa detail yang jelas, sementara Rio mendengarkan dengan penuh perhatian. Namun, ada satu hal yang terus meng

lam-dalam. "Clara, ada sesuatu

ya dengan tata

cap Rio, kata-kata itu terasa

a membulat, dan raut kecewa tergambar

takan semuanya dengan jujur, tidak ada yang ditutupi, kecuali perasaannya yang sebenarnya terhadap Sintia. Ia menekankan

erkejut, marah, dan sedih. Ketika Rio selesai, Clara terdiam sejena

encintai wanita itu?

Aku mencintaimu, Clara. Hanya kau." Rio meraih tangan Clara, menggenggamnya erat. "Aku bersumpah, ak

ran di sana. Akhirnya, ia menghela napas. "Baiklah

a pun untukmu," Rio

pi... aku tidak ingin menjadi istri kedua yang tersem

lah hal yang mustahil di mata masyarakat. Reputasinya akan hancur, dan orang tuanya pasti akan murka. Namun, melihat sorot mat

na dengan Sintia

nemukan cara agar kita semua bisa hidup di

aris Dirgantara dan keberadaan Dika. Namun, hidup berdampingan dengan Clara dan Sintia di

Tapi aku janji, aku akan menemukan cara

tipis. "Aku pega

ncana, memikirkan bagaimana cara mewujudkan keinginannya untuk menikahi Clara, tanpa harus menghancurkan

mbali, dan tentang keinginannya untuk menikahi wanita itu. Ayahnya, Tuan Dirgantara, adala

Dengan Sintia! Bagaimana bisa kau berpikir untu

uah kesalahan! Aku tidak pernah mencintainya! Clara a

a. Kau punya seorang putra dengannya! Jangan kau coba-coba menghancurkan reputasi kita han

strategi. Ia tahu satu-satunya cara adalah dengan meyakinkan orang tuanya bahwa Clara tidak

ung, Rio menemukan sebuah i

Tapi, aku punya ide." Rio menjelaskan rencananya. "Aku ingin kau menikah denganku, tapi bukan sebagai istri ya

i kedua? Maksudmu, kita akan hi

gar orang tuaku menyetujui pernikahan ki

n apa?" ta

Rio menjelaskan rencananya dengan hati-hati. Ia akan memaparkan kepada orang tuanya bahwa kehadiran Clara, yang memiliki latar belakang keluarga terpandang (walaupun tidak sekaya keluarga Dirgantara), bisa memperk

kan di kalangan orang kaya. Namun, cinta Rio adalah taruhannya. Ia menatap Rio, mata me

a. "Tapi, pastikan perjanjian itu adil untukku

g pantas kau dapatkan," Rio berjanji. "Dan aku juga akan memastik

alat untuk mengontrol Sintia, dan sekaligus untuk meyakinkan orang tuanya. Rio tahu, cara terbaik untuk meyakinkan orang tuanya adalah dengan menunjukkan bahwa ia masih memegang kendali penuh atas kehidupann

keuntungan bagi bisnis keluarga. Ia juga menekankan bahwa Clara bersedia menerima posisinya sebagai istri kedua, tanpa menuntut hak-hak yang akan mengancam status Sintia di mata pub

ditambah dengan janji Clara untuk menjaga perdamaian dan tidak menimbulkan masalah, hati mereka mulai melunak. Bagi mereka, nama baik keluarga dan kel

merebut Dika dari Sintia?" tanya Nyonya Di

ak akan pernah mengganggu hak asuh Sintia atas Dika. Lagipula, bukankah kau tidak peduli

ganggap Dika sebagai cucunya. Dika adalah anak dari "kesalahan" Ri

menyetujui pernikahan kedua Rio dengan Clara. Syaratnya, sebuah perjanjian tertulis harus dibuat, yang akan

, yang ia tahu akan menjadi tugas yang lebih sulit daripada meyakinkan orang tuanya. Ia tidak peduli dengan perasaan Sin

etapi juga tegang memikirkan reaksi Sintia. Ia tahu Sintia akan terluka, mungkin bahkan hancur. Tapi Rio

gan ekspresi bingung, tidak tahu apa yang akan terjadi. Ia mengamati wajah Rio ya

io?" tanya

m. "Aku ingin memberitahumu se

hu Rio tidak pernah mencintainya, dan ia juga tahu Rio pernah memiliki kekasih sebelum menikah d

gan siapa?" Suar

dah kembali." Rio men

sas-desus para pelayan, bahwa Clara adalah wanita yang sangat Rio cintai. Ia tahu, posisi

kita masih suami istri," ucap Sintia

i istriku. Dan aku tidak akan pernah melakukannya," Rio berkata dingin. "Lagipula, orang

engalir deras, membasahi pipinya. "Dan... dan Dika? Bagaim

a. Jangan khawatir, posisi Dika tidak akan berubah," Rio berujar. Nad

a tidak bisa menerima. Hidup berdampingan dengan istri kedua Rio

yang aku inginkan ke rumah ini," Rio menjawab tegas. "

a seperti pisau yang mengiris hatinya. Perjanjian itu tidak hanya mengatur tentang pernikahan Rio dengan Clara, tetapi juga tentang hak dan kewajiban Sintia. Ia tidak bo

karena menangis. "Kau... kau tidak punya hati,

rimu semua yang kau inginkan, Sintia. Kemewahan, peng

k bisa melawan kekuatan Rio, tidak bisa melawan keluarga Dirgantara. Dengan hati yang hancur berkeping-keping, Sintia menandatangani perjanjian it

apa yang ia inginkan. Clara akan segera menjadi miliknya, dan ia tidak perlu berurusan dengan skandal atau kemarahan ora

ntinnya, senyum bahagia terukir di wajahnya. Rio juga tersenyum, senyum tulus yang sudah lama tidak ia perlihatkan. Di saat yang bersamaan, di rumah yang sama, Sintia mengurung diri di kamar, m

t, mengikat semua pihak dalam sebuah tatanan yang kompleks dan penuh potensi konflik. Perjanjian yang bukan hanya tentan

acuh, kini sesekali terlihat tersenyum dan tertawa, terutama saat Clara berada di dekatnya. Sen

a tidak secara terang-terangan menunjukkan permusuhan, tetapi ada aura dominasi dan kepuasan yang tidak bisa disem

, Clara datang dengan senyum tipis. "Oh, Sintia. Kau rajin sekali. Pa

elan. "Aku terbiasa menge

baiknya kau pastikan semuanya sempurna. Rio tidak suka makan

ri yang menusuk. Ia tahu, Clara sengaja mengungkit masa lalu, mengingatk

ab Sintia, mencoba mempe

tidak suka keributan." Setelah mengucapkan itu, Clara berbalik dan pe

gkali sengaja menghalangi interaksi Rio dengan Dika, bahkan jika Rio sesekali mencoba mendekat. Ri

iaan Rio tidak pernah melibatkannya. Ia melihat bagaimana Dika terus diabaikan oleh ayahnya sendiri. Hati Sintia hancur, namun i

ka yang terlelap, air matanya membasahi bantal. Ia bertanya-tanya, apakah ia akan selamanya terjebak dalam pernik

nya. Perjanjian itu adalah penjara, tetapi juga satu-satunya jaminan untuk kelangsungan hidup ibunya

di sisinya. Ia masih memiliki kekuasaan dan kekayaan yang tak terbatas. Sementara Sintia, wanita yang ia

pa yang ia inginkan, tanpa harus kehilangan apa pun. Ia tidak pernah berpikir tentang perasaan Sint

mungkin saja akan menjadi awal dari kehancuran yang tak terduga. Sebuah benih kebencian yang ia tanam, sebuah hati

ada sebuah badai yang perlahan-lahan terbentuk. Badai yang akan data

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cintamu Dibayar Dengan Surat
Cintamu Dibayar Dengan Surat
“Di rumahnya, Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya karena sebuah kesalahan yang ia lakukan. Rio merenggut kesucian Sintia saat gadis itu berusia 18 tahun karena efek obat perangsang dan alkohol. Tiga tahun pernikahan, nyatanya tidak membuat Rio membuka hati untuk Sintia. Pria dengan pahatan sempurna itu justru menikahi kekasihnya yang sudah menghilang selama dua tahun. Bagi Rio, Sintia hanyalah wanita licik yang memanfaatkan kekayaan keluarganya untuk biaya pengobatan sang ibu yang sudah koma selama bertahun-tahun. Rio selalu memandang Sintia dengan tatapan jijik dan benci, apalagi saat mengingat kesalahan yang ia lakukan sampai meninggalkan benih yang kini sudah berusia dua tahun lebih itu. Rio bukan hanya tidak menerima kehadiran Sintia, tapi ia juga tidak mengakui darah dagingnya sebagai putranya. Rio tidak pernah memberikan kasih sayang layaknya seorang suami dan ayah untuk Sintia dan Dika, putranya. Pria dengan kehidupan sempurna itu selalu mengabaikan dua orang yang baginya hanya pengganggu dalam hidupnya. Tapi... semua itu berubah saat istri keduanya masuk ke dalam rumah tangganya. Sebelum menikah, Rio melakukan sebuah perjanjian dengan Clara, wanita yang sangat ia cintai. Perjanjian...”
1 Bab 1 Perjanjian2 Bab 2 menantu idaman3 Bab 3 kepercayaan4 Bab 4 tak pernah membayangkan hidupnya5 Bab 5 meninggalkan rumah besar6 Bab 6 memikirkan uang7 Bab 7 kepahitan8 Bab 8 kepergian9 Bab 9 sangat sepuh10 Bab 10 tak terhitung lagi11 Bab 11 menapakkan kakinya di tanah12 Bab 12 menemukan kemurnian13 Bab 13 menemukan jalannya14 Bab 14 Waktu15 Bab 15 kekuatan cinta16 Bab 16 pergantian17 Bab 17 namanya bersanding18 Bab 18 menghasilkan keuntungan19 Bab 19 menyempurnakan20 Bab 20 keharmonisan21 Bab 21 membimbing22 Bab 22 peristirahatan23 Bab 23 impian sederhana