icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cintamu Dibayar Dengan Surat

Bab 5 meninggalkan rumah besar

Jumlah Kata:1890    |    Dirilis Pada: 09/07/2025

drastis. Dari puncak keangkuhan dan kesempurnaan, ia terjatuh ke dalam jurang kehancuran yang dalam. Perusahaan Dirgantara, yang selama puluhan tahun menjadi raksasa

saan, kekayaan, reputasi, dan bahkan

ereka masih hidup di bawah atap yang sama, namun hubungan mereka mendingin, diselimuti oleh rasa malu dan penyesalan. Nyonya Dirgantara, yang dulunya sering membela Rio,

melihat Clara dengan mata yang berbeda, dan kepergian Clara hanya menegaskan satu hal: cinta wanita itu hanya sebatas harta dan status. Rio kini sendirian di rumah yang terlalu besar dan terlalu sepi.

anya yang kini terasa asing, menatap kosong pada tumpukan berkas yang dulunya adalah bukti kehebatannya, kini menjadi saksi bisu kehancurannya. Rambutnya memutih di beb

ian Sintia. Sikap dinginnya, kata-kata kasarnya, pengabaiannya terhadap Sintia dan Dika. Ia ingat bagaimana Dika kecil mencoba mendekat, mencoba meraih tangannya, namun ia selalu menolakn

ghancurkan semua yang ia miliki. Sintia bukanlah korban yang lemah, ia adalah arsitek kehancurannya s

Apakah ia bisa menebus kesalahannya? Apakah ada harapan untuknya di masa depan? Namun, ia tahu

semua foto itu, terselip sebuah foto kecil yang sudah sedikit usang. Foto Dika, yang pernah ia buang ke tong sampah, namun entah bagaimana bisa kembali ke tangannya. Di foto itu, Dika tersenyum lebar, mata polosnya memancarkan

ah lama tak menetes dari matanya yang kaku, kini mengalir deras, membasahi fo

k menjadi seorang ayah. Kesempatan untuk melihat Dika tumbuh, kesempatan untuk memeluknya, untuk

up sederhana namun penuh kebahagiaan di rumah kecil mereka. Ibu Sintia, yang kini pulih sepenuhnya, menjadi bagian tak t

merekrut beberapa karyawan. Sintia menemukan bakatnya yang tersembunyi dalam berbisnis. Ia cerdas, teliti, dan memiliki eto

Dika, membacakan cerita, bermain, dan memastikan Dika mendapatkan semua kasih sayang yang pantas ia dapatkan. Meskipun Dika tid

bekas luka. Ia hanya ingin Dika tumbuh dengan hati yang bersih, tanpa beban masa lalu yang gelap. Jika Dika sesekali ber

mukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup barunya. Ia telah memaafkan dirinya sendiri atas pilihan-pilihan suli

ungi taksi daring, namun sulit mendapatkan di daerah itu. Saat ia sedang menunggu, sebuah mobil mewah melinta

i angkuh, melainkan sendu. Rio menatap Sintia, lalu matanya beralih pada Dika yang berdiri

terdengar parau. "Ada

menyangka akan bertemu Rio sepe

an Dika," Rio menawarkan

berbuat apa. Ia tidak ingin Dika melihat ayahnya dalam keadaan

ku bisa naik taksi,"

mbantu. Lagipula, ini searah dengan jalanku

engangguk. "Baikl

ia dan Dika masuk. Suasana di dalam mobil terasa canggung. Rio hanya sesekali melirik Dika melalui kaca spion. Ia ingin berbi

ampai ke gerbang sekolah. Sebel

suara Ri

oleh, me

k berani. Ia hanya bisa tersenyum tipis. "Belajar yang raji

mulut Dika, meskipun jarang ia dengar, terasa seperti belati yan

sa sakit. Ia ingin sekali berlari mengejar mereka, ingin meminta maaf, ingin memohon

hat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Sintia dan Dika. Ia melihat bagaimana Sintia berinteraksi dengan Dika, bagaimana ia tertawa bersama putrany

i asuhan, dan untuk program konservasi lingkungan, sebagai bentuk penebusan atas kerusakan yang pernah ia timbulkan. Ia juga mulai aktif dalam organ

telah hancur, mencoba membangun kembali dari nol. Ini adalah jalan yang panjang dan sulit, namun ia melakukannya dengan ket

kan Rio lagi. Ia telah memaafkan, dan itu membebaskannya dari beban masa lalu. Ia

an di dalamnya ada sebuah buku cerita anak-anak yang Dika inginkan, dan sebuah

singkat, hanya

h, Ayah selalu mencintaimu dari jauh. Untuk Sintia, terima kasih telah mengajariku arti k

akhirnya menyadari kesalahannya. Ia akhirnya menyesali perbuatannya. Itu sudah cukup bagi Sintia. Ia tidak membutuhkan

baca buku cerita baru itu. "Dika

idak tahu, bahwa di balik kata-kata itu, ada sebuah k

sosok yang lebih bijaksana, lebih rendah hati. Ia masih menjalani hidupnya sendirian, namun hatinya tidak lagi dipenuhi kebencian, melainkan penyesalan dan harapan. Ia te

cerdas dan berhati mulia, mirip ibunya. Ia tahu kisah lengkap tentang orang tuanya, namun ia tidak menyimpan dendam. Ia menghormati perjuangan ibunya

ap. Sintia telah mendapatkan kebebasannya, dan Rio telah mendapatkan pelajarannya. dendam bisa menjadi kekuatan untuk bangkit, namun penebusan sejati hanya datang dari pengakuan dan penyesalan. Di antara abu kehancura

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cintamu Dibayar Dengan Surat
Cintamu Dibayar Dengan Surat
“Di rumahnya, Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya karena sebuah kesalahan yang ia lakukan. Rio merenggut kesucian Sintia saat gadis itu berusia 18 tahun karena efek obat perangsang dan alkohol. Tiga tahun pernikahan, nyatanya tidak membuat Rio membuka hati untuk Sintia. Pria dengan pahatan sempurna itu justru menikahi kekasihnya yang sudah menghilang selama dua tahun. Bagi Rio, Sintia hanyalah wanita licik yang memanfaatkan kekayaan keluarganya untuk biaya pengobatan sang ibu yang sudah koma selama bertahun-tahun. Rio selalu memandang Sintia dengan tatapan jijik dan benci, apalagi saat mengingat kesalahan yang ia lakukan sampai meninggalkan benih yang kini sudah berusia dua tahun lebih itu. Rio bukan hanya tidak menerima kehadiran Sintia, tapi ia juga tidak mengakui darah dagingnya sebagai putranya. Rio tidak pernah memberikan kasih sayang layaknya seorang suami dan ayah untuk Sintia dan Dika, putranya. Pria dengan kehidupan sempurna itu selalu mengabaikan dua orang yang baginya hanya pengganggu dalam hidupnya. Tapi... semua itu berubah saat istri keduanya masuk ke dalam rumah tangganya. Sebelum menikah, Rio melakukan sebuah perjanjian dengan Clara, wanita yang sangat ia cintai. Perjanjian...”
1 Bab 1 Perjanjian2 Bab 2 menantu idaman3 Bab 3 kepercayaan4 Bab 4 tak pernah membayangkan hidupnya5 Bab 5 meninggalkan rumah besar6 Bab 6 memikirkan uang7 Bab 7 kepahitan8 Bab 8 kepergian9 Bab 9 sangat sepuh10 Bab 10 tak terhitung lagi11 Bab 11 menapakkan kakinya di tanah12 Bab 12 menemukan kemurnian13 Bab 13 menemukan jalannya14 Bab 14 Waktu15 Bab 15 kekuatan cinta16 Bab 16 pergantian17 Bab 17 namanya bersanding18 Bab 18 menghasilkan keuntungan19 Bab 19 menyempurnakan20 Bab 20 keharmonisan21 Bab 21 membimbing22 Bab 22 peristirahatan23 Bab 23 impian sederhana