“Di rumahnya, Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya karena sebuah kesalahan yang ia lakukan. Rio merenggut kesucian Sintia saat gadis itu berusia 18 tahun karena efek obat perangsang dan alkohol. Tiga tahun pernikahan, nyatanya tidak membuat Rio membuka hati untuk Sintia. Pria dengan pahatan sempurna itu justru menikahi kekasihnya yang sudah menghilang selama dua tahun. Bagi Rio, Sintia hanyalah wanita licik yang memanfaatkan kekayaan keluarganya untuk biaya pengobatan sang ibu yang sudah koma selama bertahun-tahun. Rio selalu memandang Sintia dengan tatapan jijik dan benci, apalagi saat mengingat kesalahan yang ia lakukan sampai meninggalkan benih yang kini sudah berusia dua tahun lebih itu. Rio bukan hanya tidak menerima kehadiran Sintia, tapi ia juga tidak mengakui darah dagingnya sebagai putranya. Rio tidak pernah memberikan kasih sayang layaknya seorang suami dan ayah untuk Sintia dan Dika, putranya. Pria dengan kehidupan sempurna itu selalu mengabaikan dua orang yang baginya hanya pengganggu dalam hidupnya. Tapi... semua itu berubah saat istri keduanya masuk ke dalam rumah tangganya. Sebelum menikah, Rio melakukan sebuah perjanjian dengan Clara, wanita yang sangat ia cintai. Perjanjian...”