icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
DEAR RANIA

DEAR RANIA

Penulis: Herofah05
icon

Bab 1 1. PROLOG

Jumlah Kata:448    |    Dirilis Pada: 31/10/2021

nia menepis sesendok suapan

belum pulih sepenuhnya," ucap Rakha dengan sikap sabar dan penuh ketulusan. Dia memungu

ri menempelkan sesendok nasi berserta lauk pau

LO ITU BUDEG APA BEGO SIH?" Lagi-lagi Ran

n itu, bahkan sepiring nasi di

s berat lalu dia bangkit dari duduknya di tepi ranjang untuk membenahi makanan yang

ekap kedua lututnya. Pelup

g seharusnya mendampinginya saat ini. Rania benar-benar membutuhkan sosok Nando. Dia rindu Nando. Dia rindu seg

idup Rania ketika dirinya

bu

do yang kini

i ada bersamanya di dala

ndo yang kin

n Ra

g datang dari neg

suci yang selalu mem

ebenarn

ndiri ti

ri dalam benak Rania. Sebab sampai saat ini, tak ada satu pun dari kel

ara sepihak bahkan tanpa pernah

ta terpaksa karena Rania tak ingin melihat kedua orang tuanya te

demi keuntungan pribadinya. Dia pasti memiliki niat buruk terhadap Rania. Mengingat,

n sangat kasar. Sikapnya temperamen dan sulit di

, takdir mempertemuk

inta untuk pe

nya bersama Nando kini harus

inya, dia mengutuk siapapun manusi

anusia itu berada, hidupn

umpah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DEAR RANIA
DEAR RANIA
“Dua minggu sebelum pernikahannya, Rania mengalami kecelakaan parah hingga menyebabkan dirinya mengalami kebutaan. Pernikahan yang telah dipersiapkan dan hampir rampung sepenuhnya mendadak kacau balau. Hingga pada keputusan sang calon mempelai lelaki yang tiba-tiba saja membatalkan pernikahan tanpa sebab yang jelas. Rania benar-benar terpukul terlebih dengan kondisinya yang buta. Sampai pada akhirnya, hadir seorang lelaki lain bernama Rakha, seorang tenaga pengajar di sebuah pesantren terpencil. Entah apa motifnya, lelaki asing itu tiba-tiba saja datang bersama keluarga besarnya dan menyampaikan niat baiknya kepada keluarga besar Rania. "Saya, Rakha Al-Farizi, berniat untuk meminang putri Bapak dan Ibu yang bernama Rania," Rania menjawab dengan sentakan kasar. "Nggak! Rania nggak mau! Rania nggak kenal sama dia! Suruh dia pergi!"”