icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

DEAR RANIA

Bab 5 5. NIAT BAIK RAKHA

Jumlah Kata:2134    |    Dirilis Pada: 31/10/2021

uah masjid, Rakha mampir di warung ro

dan dia hanya bisa membeli air mineral u

ini meronta dan berdemo, satu hal yang terlintas di da

rjalanan dari perusahaan Dirgantara menuj

pi trotoar ketika merasa

kaki menuju rumah sakit. Hingga akh

di ruangan ICU, Rakha bertanya

di pindah ke ruang rawat inap kelas V

kha pun bergegas menuju ruan

Rania dari luar sini. Dan akan menjadi sangat tidak mungkin jika Rakha tetap memaksakan diri

ba-tiba saja meras

belum akhirnya dia benar-benar melangkah l

*

wanita berhijab yang kini duduk di tepi ranjang Rania dengan se

elemparkan apa saja yang bisa di jangkaunya di dalam ruangan rawat inapnya, hingga setelahnya dia merasa lelah, Rania hanya bisa larut dalam tangis dan isakan di a

ap. Tanpa sedikit pun cahaya. Rania tak tahu bagaimana dia bisa melalui hari-harinya ke depan dalam keadaannya yang seperti sekarang, sementara Dokter mengatakan, k

bertahan dalam kondisinya, menunggu

nghukumnya deng

na

sala

alam diam. Dan terus menerus meneriakkan kekece

tut. Hawa dingin yang menusuk kulit tak dia hirauk

a. Dia menaruh piring yang masih penuh ke atas nakas. Dan perlahan menj

tuanya berada di sana. Sang Ibu Raline yang t

t mereka tak juga mendapat kabar dari Nando. Laki-laki itu seolah menghilang bagai di telan bumi. Bahkan se

endatangi Nando kekediaman orang tuanya di pondok indah. Sayangnya

ntam dengan Devano yang merupakan anak sulung Bastian, sejak itupula Nando sama sekal

t dekat. Undangan telah di sebar. Pakaian pengantin sudah di pesan. Semua halnya yang menyangkut resepsi pernikahan

eka akan pembatalan pernikahan itu benar-benar terja

kondisi Rania yang

emakin rumit un

uka dari luar mengali

suk R

n itu menoleh cepat ke arah s

teriak Rania lagi. Dia merentangkan ke dua tangannya ke depan,

Ibu pada Rania. Tubuh Rania yang sudah setengah turun dari ranjang mendadak membeku. Dia menepis tangan Raline yang memegangi

lam ruangan itu s

at membisiki Delisha sesuatu. Hingga akhirny

suapi ya?" ucap Raline saat pintu ru

ak kepala Rania deng

gumam Rania di sela tangisnya

rah Bastian, bingun

untuk sementara ini dia belum bisa menjenguk kamu," jawab Bastian sekenanya. Meski alasan itu dirasanya sangat tidak masuk akal. Sebab, Bastian tahu betul, sesibuk apap

nggak bohongkan?" Rania m

g banyak, supaya di hari pernikahan kamu nanti

Rania ma

itu do

*

ar dari komanya. Itu tandanya, sudah sa

sempatan sekalipun untuk mengetahui lebih ja

hitung-hitung dia sekalian melihat kondisi Siti sang Kakak yang memang belum

-tiba kenop pintu itu bergerak tanda ada seseorang yang hendak keluar.

ri dalam ruangan jelas membuat Ra

duduk di salah satu bangku tunggu, tak jauh dari ruang rawat Rania. Padahal, dia hanya bern

baya bergaya sosialita dengan rambut ikal panjang bersemi

jika ada, pasti dirinya tidak mungkin leluasa

disi anak saya," ucap Bastian dengan suara menin

ap keluarga besar Nando, ingin membatalkan pernikahan Nando dengan Rania. Saya tidak mungkin membiarkan masa depan Nando hancur dengan hidup bersama

idak tahu menahu masalah kehamilan Rania? Apa benar buka

enar nggak tahu apa-

an beberapa bantingan benda pecah belah di lantai. "LEPASIN RANIAAAA KAK ZIA! RANIA MAU NGOMONG SAMA NANDO

ngakui hal itu, tapi Om mohon sama kamu, pertimbangkan lagi masalah ini, kita bisa membicarakan s

eputusanmu sekarang?" t

ngga akhirnya lelaki itu pun me

, Nando nggak bisa mela

ruangan. Susah payah Zia, yang merupakan istri Devano, memegangi tubuh Rania yan

at itu berhasil d

sambil meraba dinding. Sementara yang dipanggil saat

masuk..." a

ngah isakan tangisnya. Tubuh ringkih Rania di seret

ikut tersayat pedih. Rakha menyaksikan dengan mata k

tu, tak lepas d

yang harus h

benar-benar menyiksa b

tunjukmu y

ha dala

anya. Tak sampai hati dia melihat penderitaan orang lain akibat kesala

idak bisa

s melakuka

g bisa meringankan

tahu, apa yang h

*

Rania kehilangan apa yang menjadi tumpuan hidupnya selama ini. Kehilangan harapan

a untuk bunuh diri meski s

ah diperbolehkan pulang

atap kepergian Rania saat hendak me

di sekitar bola matanya. Dia terduduk lesu di at

sempat bertemu dengan Rakha tadi. Devano baru tahu kalau

kangan ini Rakha melaks

uk lebih jauh akan keputusan yan

ang bisa jadi merubah se

a Rakha lakukan demi meneb

*

seorang Umi," ucap Rakh

?" sahut Umi di seberang. Dari jawabannya Rak

waktu lagi Umi, Rakha berharap Umi bersedia menyiapkan segalanya di kampung, ka

a alasannya kamu ingin melamar dia

enjelaskan semua kronologi yang sudah terjadi menimpa dirinya maupun Ran

nnya. Rakha juga ingin menyelamatkan harga diri dan keho

mereka justru mengusir kita dan menolak mentah-mentah lamaranmu bagaimana? Bahkan diantara k

kan Rania sebagai jodoh Rakha. Untuk yang pertama dan terakhir, Umi. Rakha ikhlas dunia-akhirat," ucap Rakha disertai satu ti

anya. Umi akan bicarakan hal ini dengan Abi dan langsung bersiap menuju Jakarta untuk men

Allah melancarkan nia

lah, aam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DEAR RANIA
DEAR RANIA
“Dua minggu sebelum pernikahannya, Rania mengalami kecelakaan parah hingga menyebabkan dirinya mengalami kebutaan. Pernikahan yang telah dipersiapkan dan hampir rampung sepenuhnya mendadak kacau balau. Hingga pada keputusan sang calon mempelai lelaki yang tiba-tiba saja membatalkan pernikahan tanpa sebab yang jelas. Rania benar-benar terpukul terlebih dengan kondisinya yang buta. Sampai pada akhirnya, hadir seorang lelaki lain bernama Rakha, seorang tenaga pengajar di sebuah pesantren terpencil. Entah apa motifnya, lelaki asing itu tiba-tiba saja datang bersama keluarga besarnya dan menyampaikan niat baiknya kepada keluarga besar Rania. "Saya, Rakha Al-Farizi, berniat untuk meminang putri Bapak dan Ibu yang bernama Rania," Rania menjawab dengan sentakan kasar. "Nggak! Rania nggak mau! Rania nggak kenal sama dia! Suruh dia pergi!"”