Pacarku Anak Jendral
mendung di hatinya, hari ini dia sengaja keluar lebih awal tanpa ditemani Saras dan Mita, alasannya dia t
la Nada melihat sekeliling, tengok kanan dan
ersenyum hingga beberapa langka
rit dia menutup telinga
ini seenaknya mengagetkan dia d
i siapa orang yang tidak punya aturan itu. S
a lagi d
idak berjumpa dengan Erga sekarang malah bertemu dengan Sam. Apak
antar kamu
anggapi Sam. Namun pandangan net
berbicara padanya Nada selalu diam, padahal ket
orong helaian rambut yang berserakan di pipi ke belakang t
k akan membuat ramb
ak berkutik mengikuti permintaan Sam. sampai diatas motor Nada sedikit menyesal, mengapa dia selalu patu
sudah melingkar di pinggang Sam. Hingga
berada di perut yang keras, apakah pria ini tidak punya sedikit lemak, pinggangnya kecil sekali, padah
n namun belum tentu dia belum pernah lihat tubuh kotak-kotak seperti aktor di drakor kan. Tak berhenti sampai situ kemudian tangannya yang saling mengait dilepaskannya, kemudian telapak
erlakuan seperti ini
*
rjadi, bagaimanapun juga dia tidak ak
rganya untuk melacak dirinya, hanya terpaut dua
-senang hidup diluar sana" Ju
ngkat, dia bukan orang
h tau kamu
harus meny
ari permintaan keluarga, Julius juga tidak bertele-t
a persy
tak
*
ah Sam selalu muncul. Perasaannya kini tidak nyaman, ingin rasanya dia mengetahui kabar Bos Geng Copet itu, walaupun dia sangat tidak suka padanya,
et, Nada selama tiga malam ini selalu dikirimi makanan ol
*
liahan semester ba
gat bersemangat. Pagi-pagi dia dan k
li para gadis berlaria
orang berlari
asa ada y
penasaran Mita juga menga
pat berkumpulnya para laki-laki yang punya julukan "good looking". Dan yang menjadi ketua club adalah Alex murid pintar dan juga tampan
ow" atau "yeah" juga terden
unya tidak bisa melihat apa
ika tidak pu
ambil membungkuk, Nada dan Saras
obos kerumunan hingga mereka b
a. Laki-laki itu cukup tinggi mungkin sekitar 180 cm tak tahu pastinya, kulitnya sawo matang dan wajahnya yang penuh keringat membuat banyak gadis meneguk air liurnya sendiri. Dengan keringat yang membasahi
ki-laki itu berjalan santai meninggalkan pemain lainnya di lapangan basket. Hingga langkah itu berhenti di hadapan Nada. Tangan panjang itu mengamb
u sambil membalikkan tubu
rbisik atau lebih tepatnya sedang bergosip d
tuh
tas m
ng ken
ca
di kampus. Dari penampilan biasa saja, bentuk badan juga biasa, apalagi wajahny
tidak kondusif segera melarikan diri dari