icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jangan Main-Main Dengan Dia

Bab 4 Adik yang Bermasalah

Jumlah Kata:1321    |    Dirilis Pada: 03/01/2025

api Dhea bersikeras tidak mau berpisah denga

ng itu telah diserahkan pada Yolanda den

karena Yolanda adalah

Belia. Dia tidak sudi membiarkan Yolanda m

Yolanda, maafkan aku. Aku tidak menyadari betapa sulitnya hidupmu dan apa yang telah kamu

tapi di baliknya terdapat jejak kebencian yang

sangat rentan, tetapi setiap kata-katanya men

amati Belia dengan saksama. Dia tidak melewatkan tatapan jahat

ngingatkannya

erjebak dengan adik

, "Belia, apa maksudmu? Kamu adalah bagian dari keluarga ini, sama seperti Yolanda. Kami baru saja me

senyum percaya diri saat dia berkata, "

a Yolanda, tetapi Belia yakin ini tidak akan bertahan lama. Mereka akan segera

Ini tidak dapat disan

hana dan sama sekali tidak bermerek, menunjukkan ba

nda, yang tidak memiliki kedudukan a

aik dengan kalangan elit di Egal, mencerminkan citra Keluarga Herlangga.

si ini akan sirna dan Yolanda akan menemuk

n tidur sebentar," ucap Yolanda den

watir dan dia berkata, "Tentu saja

n kepulangan Yolanda. Kamar yang direnovasi dengan penuh c

ih, ruangan itu memancarkan keanggunan yang bersahaja. Walaupun minimalis, ruangan ini did

da yang ingin kamu ubah, katakan saja

r tersusun rapi. "Ini adalah koleksi terkini dari berbagai desainer te

aca-kaca saat berkata, "Aku menyukainya

yang. Kamu istirahat dulu. Nanti malam kita akan makan bersama. Aku te

Yolanda den

akan kepulangan Yolanda. Mereka telah menyiapkan pesta

ngan mahakarya kuliner yang diranc

Dia terus menambahkan makanan ke piringnya, sementara Karni

ian dan sesekali memberikan tanggapa

aman ini teras

ya adalah orang miskin. Saat mengetahui bahwa mereka sebenarnya ada

estigasi Keluarga R

ura tulus, dia mencondongkan tubuh ke depan dan berkata, "Kak Yolanda, kamu harus makan lebih banyak.

ma bertahun-tahun, sehingga dia menjadi semakin patah hati. Tekadnya untuk menebus kesalahan menj

erjalannya waktu, genggaman Belia

prihatin saat bertanya, "Kak Yolanda, kudengar kamu tidak tamat

da. Melihat sikap Yolanda yang pendiam, mereka mengira bahwa dia tidak tertarik

ecara privat dan putus sekolah karena dia merasa s

lah karena dia bodoh dan malas. Walaupun demikian,

ima dengan perhatian y

a adalah putri kesayangan Keluarga

likkan dinamika ini, dan dia bisa merasakan posisiny

ini sepenuhnya terserah kamu. Jika kamu ingin melanjutkan sekol

. Jika Yolanda hanya tamatan SMA, Karni khawatir Yolan

a untuk menghormat

l, "Ayah, pendidikan itu penting. Memiliki gelar dapat membuka kesempatan baginya untuk menemukan pekerjaan y

begitu, kami akan mencarikan kampus yang bagus untukmu. Belia, bukankah Univers

Belia memb

hea suda

masuk ke universitas ini sangat kompetitif, di mana hanya murid b

satu siswi terbaik, berhasil masuk di

sarkan koneksi. Dulu, ada murid yang berusaha masuk lewat jalur belakang, tapi akhirnya dia mengalami depresi dan hampi

idak ingin Yolanda ma

a yang tidak terbantahkan akan mengancam posisinya. Selain itu, jika sampai semua kalangan kampus meng

ya dan berkata, "Jika semua orang menganggap Universitas Kuri bagus untukku, aku akan kuliah di sana. Sebenarnya, rektor dari

akan itu hening seketika. Dhea dan Karn

alis dan bertanya, "Apa kamu serius? Apa yang kamu

"Ya, Belia. Aku mengerti kekhawatiran kalian, tapi kalian tida

kejut, Dhea dan Karni saling b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Mereka Membuangnya Begitu Saja2 Bab 2 Seorang Pria yang Terluka3 Bab 3 Kembali ke Keluarga Kandungnya4 Bab 4 Adik yang Bermasalah5 Bab 5 Mencari Penyelamatnya6 Bab 6 Menodai Mantelnya7 Bab 7 Mengungkap Siapa Pelakunya8 Bab 8 Aku Tahu Sedikit9 Bab 9 Acara Lelang di Klub Dalu10 Bab 10 Sukarelawan Samsak Tinju11 Bab 11 Memilih Gaun12 Bab 12 Merusak Gaunnya13 Bab 13 Memenangkan Perhatian14 Bab 14 Apakah Dia Benar-Benar Akan Mengobati Pak Emil 15 Bab 15 Mengantar Surat Penerimaan Secara Pribadi16 Bab 16 Gadis Genius dalam Rumor17 Bab 17 Mahasiswi Baru18 Bab 18 Hadiah Kenzo19 Bab 19 Dia Adalah Yuri20 Bab 20 Perawatan Unik21 Bab 21 Nenekmu Akan Kembali Besok22 Bab 22 Jatuh ke Dalam Air23 Bab 23 Berpura-pura Menjadi Korban24 Bab 24 Bertaruh25 Bab 25 Seorang Mahasiswa yang Berprestasi dalam Segala Hal26 Bab 26 Hanya Seorang Pramusaji27 Bab 27 Aditya dan Luis28 Bab 28 Pameran Barang Antik29 Bab 29 Menantang Otoritasnya30 Bab 30 Kalah Telak31 Bab 31 Racunnya Sudah Dikeluarkan Semua32 Bab 32 Jangan Mencoreng Nama Keluarga Herlangga33 Bab 33 Membalas Secara Langsung34 Bab 34 Perjamuan Ulang Tahun Emelia35 Bab 35 Hadiahnya Sama36 Bab 36 Belia Tertipu37 Bab 37 Jalan-Jalan ke Mal38 Bab 38 Restoran Barat Mewah39 Bab 39 Kamu Kurang Pengetahuan40 Bab 40 Tidak Ada Gunanya Berdebat dengan Orang Bodoh41 Bab 41 Namamu Ada di Daftar Program42 Bab 42 Dia Ada di Sini Juga43 Bab 43 Mereka Hanya Bisa Menunggu44 Bab 44 Penampilan yang Luar Biasa45 Bab 45 Menghancurkan Citra Yolanda di Mata Aditya46 Bab 46 Membuat Belia Merasakan Perbuatannya Sendiri47 Bab 47 Belia Merasa Sedikit Pusing48 Bab 48 Menuai Apa yang Ditabur Sendiri49 Bab 49 Perjamuan Teh Akhir Pekan50 Bab 50 Pengalaman Pertama Salma51 Bab 51 Bertemu Salma Lagi52 Bab 52 Mendapatkan Undian53 Bab 53 Keterampilan Menyeduh Teh yang Hebat54 Bab 54 Kecurigaan Keluarga Rahardi55 Bab 55 Hanya Seorang Sopir 56 Bab 56 Kamu Tidak Bercanda57 Bab 57 Hanya Sebuah Lelucon58 Bab 58 Ini Adalah Kesalahpahaman59 Bab 59 Orang yang Bersalah Selalu Menuduh Orang Lain Bersalah60 Bab 60 Jangan Sentuh Apa yang Bukan Milikmu61 Bab 61 Mengambil Foto Mereka62 Bab 62 Nama Asli Terungkap63 Bab 63 Pembalikan64 Bab 64 Drama Makan Malam Keluarga65 Bab 65 Tipu Muslihat Baru66 Bab 66 Angan-Angan Jonas67 Bab 67 Kegelisahan yang Mengganggu68 Bab 68 Terjebak Dalam Suatu Rencana69 Bab 69 Siapa Dalang di Balik Jebakan Ini 70 Bab 70 Belia Menukar Hadiah71 Bab 71 Dia Bukan Gadis Biasa72 Bab 72 Hampir Membuat Masalah Besar73 Bab 73 Dia Adalah Okin74 Bab 74 Menulis untuk Membuktikan Dirinya75 Bab 75 Meminta Belia untuk Pergi76 Bab 76 Penolong Dalam Masalah77 Bab 77 Berjudi dengan Yakub78 Bab 78 Uangku Tidak Tumbuh di Atas Pohon79 Bab 79 Kesenangan yang Sebenarnya80 Bab 80 Ronde Penentu81 Bab 81 Tidak Sanggup Menerima Kekalahan82 Bab 82 Pertemuan yang Menyenangkan83 Bab 83 Bagaimana Mungkin Dia Mengenal Seseorang yang Penting 84 Bab 84 Seperti Magnet Masalah85 Bab 85 Bertaruh86 Bab 86 Pertarungan Batu87 Bab 87 Memotong Batu88 Bab 88 Kemunculan Zamrud yang Langka89 Bab 89 Taruhan Adalah Taruhan90 Bab 90 Lagu Itu Dicuri91 Bab 91 Dituduh Melakukan Penjiplakan92 Bab 92 Yolanda Harus Bertanggung Jawab93 Bab 93 Mencari Kambing Hitam