icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Om Kutunggu Dudanya

Om Kutunggu Dudanya

Penulis: LucioLucas
icon

Bab 1 KD - 1

Jumlah Kata:1604    |    Dirilis Pada: 16/11/2024

, memamerkan kilau cat dan teknologi terkini. Di setiap sudut, pengunjung tampak serius mengamati, sebagian sibuk mencoba kursi pengemudi, sementara yang la

g menjadi pusat perhatian. Dengan senyuman ramah, ia menjelaskan fitur-fitur unggulan kendaraan kepada dua pria y

SPG itu tetap menjawab dengan tenang dan penuh keyakina

paddle shift khas mobil balap. Para pria pasti s

al." Salah satu laki-laki

ga 300 jutaan, sangat layak mendapatkan sedan s

putih berdehem. "Kalau berga

gaimana dengan kendaraannya?

gan si SPG oleh laki-laki berkemeja p

. Itu nomor ponsel Abang, kabari k

agian penjualan dan ia kembali berdiri di dekat kendaraan yang dipamerka

ramah dan sikap sopan. Pengetahuan mendalam tentang produk yang ia tawarkan menjadi hal yang wajib, karena setiap pertanyaan harus dijawab dengan teliti dan meyakinkan. Tidak ada ruang untuk kelelahan, karena pekerj

pa rekan SPG sudah ada di sana, sibuk merapikan riasan wajah mereka setelah seharian bekerja. Ruang itu terasa seperti tempat berlindung, meski h

kamu pulan

gi tubuh 165 cm berambut coklat. "Bia

ngguk. "Ayo, mo

n tinggalin ak

an tahi lalat di dag

!" Balqis mencub

maunya pulang

Kamari mengenal mereka saat sama-sama menjadi SPG di sebuah event fashion. Merasa

a berbeda dengan Kamari yang seharian, gadis itu hanya mengambil satu shift, sekitar e

obi. "Aku dapat tante-tante garang, berambut cepak, dengan celana dan kemeja merek Gucc

u dapat kakek tua yang bil

ru

mor ponsel

mor ponsel kakek itu sendiri

hi mencebik. "Pudar, deh, impian

pinggang Kamar

yang akhirnya jadi beli sedan setelah se

a bersamaan. Selalu ada hal Iucu untuk

dikuahin. Eh, gimana?

nggak?" Balq

i udah ada ratu cab

-cabean, kamu

hi menjawab sambil mengib

mbut?" cele

il merah milik Balqis. Mereka mengenali pemuda itu bernama Nata. Salah sat

bil aku nggak?" N

ru?" tany

beli. Yuk! Vasthi d

aku diapain?"

rtepuk tangan, datang dua pemuda ke arah mereka. "Eh, k

yang harganya bisa mencapai tiga miliar. Kamari masuk ke jok belakang bersama Vasthi dan berdecak. "Wow, mobil bagus. Aku b

u tebak," jawa

ggung Balqis. "Ngep

nggak do

, bokap kamu kerja apa

balik kemudi. "Han

u bilang juga apa. Camer kamu p

sama Nata?" Balqis men

" gumam Nata. "Gini amat

Coba cewek, bisa besti

ee kayak gimana, Kamari. Kamu, ud

pengeroyokan yang tidak seimbang antara satu laki-laki melawan tiga perem

er besok pemilik

berbinar. "Orangnya masih m

n info begini,"

ak bergau

u kaya udah pasti."

aaan. Soalnya jadi idola di kantor mereka. Tapi, deng

melamun. "Kaya, tampan, dan galak. Kayak CEO di

aki di saat seperti ini. Beban hidupnya sedang banyak, Iebih enak mencari uang daripada memikirk

rumah besar tak jauh dari rumahnya. Saat itu usianya 15 tahun, dan laki-laki itu kemungkinan sudah 26 tahun. Saat itu, tanpa malu ia mengejar, merayu, dan mendekati dengan membabi buta, hingga akhirnya hatinya dipatahkan oleh kenya

, mudah sekali mendapatkan pasangan. Sayangnya, kehidupan membuatnya menyingkirkan cin

"Jangan banyak ngayal, besok harus kerja lagi buat makan," gumamny

si sang pemilik yang cukup tinggi di kalangan para pegawai perernpuan, membuat para SP

sa ketemu

u jadi de

Kamari. "Saingannya banyak ternyata. Sialnya, ak

dan mencolek hidung Vasthi. "K

endengar bisik-bisik kalau sang pimpinan jarang datang ke pameran. Kamari sendiri, merasa tidaka ada yang harus ditunggu. Bekerja seperti biasa dan hari ini me

iling. Penclar menduga itu adalah sang CEO, tapi tidak dapat melihat wajahnya karena banyaknya orang menutupi. Ia se

ni sudah dua kali ikut event kita. Eh, Kam

oda, Pak. Untung bukan goresan." Ia membalikkan tubuh,

sapa Pa

ggi dan tampan dengan dagu sedikit terbelah itu menatapnya. I

ari dan menyapa riang. "Calon istriku? Kena

g-orang saling pandang dengan bingung. Tidak t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka