icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Petulangan Nikmat Kontraktor

Bab 5 Part 5. MANG, KONTOL MANG... PlISSSS

Jumlah Kata:1536    |    Dirilis Pada: 23/11/2023

o

agal, kepala yang di atas dan yang di bawah berdenyut-denyut... hadeuh. Tiba-tiba datang lagi 2 kakak iparnya, bawa rombongan

kok dan kopi. Menikmati kesendiriannya yang tenang. Namun belum juga se

ura, la

t. Memang ada

u nanya,

agu sama mamang mah." Kata Sur

g apa yang dib

apa sama kamu? Koq nanya

ta Bi Iis mamang suk

sudn

bohong." Katanya sambil p

kakak-kakak iparnya. Apalagi dengan Karina, mentang-mentang suaminya bekerja di sebuah bank yang bonafid, sikapnya terkadan

an yang berumur 28 tahun dan sudah memiliki pekerjaan tetap, langsung me

Karina b

katanya mamang selalu

ina? Yang jelas d

Bi Iis." katanya

ya lah." Suradi

enggak

lah satu tugas mamang sebagai suami meny

a ter

, bisa pegang r

asia

ang harus ber

pah

egang rahasia yang

gkuh ya?" G

kan itu

er

pah

sumpah tidak akan memb

a rahasia. Kata Bi Iis dijilatin

er

dijilatin sebentar

ya sama mamang b

nafas berat.

u begituan. Nancep-nancep a

er." Kata Suradi. "Berarti dia belum pe

mang sama yang d

asar

en nyobain dijila

. Seka

, mang. Kan

us k

TV, terus Rina tinggalin. Pas sampai di rumah Wak Ipah, Rina lalu bilang HPnya ketinggalan di rumah Bi Iis. Terus

meni

enit aj

iah buat m

ogor, nanti dibe

ang tungg

ng paling bohai. Tubuhnya langsing tapi toketnya gede. Kulitnya putih bersih agak berbulu. W

an istrinya pamit pe

Pah. Paling sat

h ga pa

dengan celana bokser tanpa memakai celana dalam dan mengganti kemeja

ya mang, cum

seben

macam-macam, cuma jilatin

ai

menit,

satu

uk di sofa ruang ta

ofa TV aja biar agak ting

Rina ke atas sofa, merenggangkannya agar lebih lebar. Suradi lalu menyingkapkan rokny

nya putih dan tembem. Di bibir luar

sitif lainnya, terutama itilnya. Seketika Suradi merasakan denyaran-denyaran dan cair

.. " Rina

menjauhkan wajahnya dari aroma merangsang yang di

dang Suradi

lagi, mang

celana dalamnya harus dilepasin

a men

ina, kali ini dengan pendekatan yang lebih cepat. Dia

... sssh

memek Rina dengan ujung lidahnya. Srrrr... cairan k

u menit."

u menit la

dis itu agar jangan melawan ledakan-ledakan ngecrot di dalam liang memeknya. Srrrr... srrrr... srrr.... berkali-kali gadis itu mengelu

Mang...Plisss...

sudah janji engga

kontol... cepet e

menancapkan kepala kontolnya yang memang sudah ngaceng sejak awal di mulut memek

ulah dia mengge

ata Suradi dalam hatinya. "Legitnya

mnya. Tusukan-tusukan yang dilakukan oleh kontol Suradi tepat meng

Karina mengejang dan Suradi menahan genjotannya dan

enyemprot dengan sangat kuat. Suradi juga sudah tidak tahan menanggung lahar yang akan mel

uhhh n

*

ru-buru pergi. Dua hari kemudian Karina menelpon Bi Iis agar Mang Suradi ke rumahnya u

hnya. Dia pergi pagi-pagi sekali dan pulangnya larut malam sekali. Ketika Su

mbahan Ten

T DI TERA

au ketahui, tidak

kopi dan rokok. Walau Ivan lebih muda dari Suradi beberapa tahun, tapi wajah

ang selalu murung." Kata Ivan sa

Van." Jawab

an juga mengalami hal yang sama,

ngk

engatakan kelelahan fisik dan mental bisa berpengaruh pada k

duga, Van, janga

kinan Ivan impoten. Tapi buktin

ulan?" Ta

ga dapat promosi

ang, Van? Selama

agar memberi saran kepada Mamang jangan terlalu stress karena pekerjaan. Tek

sedang belajar me

murung, Mang.

amang bia

nah memperbaiki genteng di rumah, tapi s

cil, Van. Rumah itu kan sudah ham

sama mamang perlu diperbaiki sedikit-sedikit di sana-sini

Van. Nanti saya suru

au ke Bogor, juga ini ada hadiah dari Rina. Dua stel pak

pot seperti

mamang yang terbaik. Salam kan

na sudah di

beres rumah kami yang b

Wak Ipah di B

a mohon pamit ma

es buat k

l mematikan rokoknya di asbak. "Oh, ya, mang. Rina bilang, sampa

ecil. Tentu saja, Van, yang sedal

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Petulangan Nikmat Kontraktor
Petulangan Nikmat Kontraktor
“Neneng tiba-tiba duduk di kursi sofa dan menyingkapkan roknya, dia lalu membuka lebar ke dua pahanya. Terlihat celana dalamnya yang putih. "Lihat Om sini, yang deket." Suradi mendekat dan membungkuk. "Gemes ga Om?" Suradi mengangguk. "Sekarang kalo udah gemes, pengen apa?" "Pengen... pengen... ngejilatin. Boleh ga?" "Engga boleh. Harus di kamar." Kata Neneng terkikik. Neneng pergi ke kamar diikuti Suradi. Dia melepaskan rok dan celana dalamnya sekaligus. Dia lalu berbaring di ranjang dan membentangkan ke dua pahanya.”