icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sttt! Bosku Galak

Bab 4 Pemotretan II

Jumlah Kata:1533    |    Dirilis Pada: 30/05/2023

Bosk

1

Pemot

at elegan, dipadukan dengan sepatu hak tinggi warna hitam dan make up yang terkesan dewasa dan berani: tulang pipinya ditonjolkan dan kelihatan le

sekarang. Gayanya sudah seperti perempua

baru pertama kali seumur hidupnya ia memakai make up sedewasa ini, biasanya Ochi hanya menggunakan sun sc

, sehingga aku tidak perlu menambah pekerjaan Tuan Masaki la

as hitam yang nampak licin dengan kemeja warna putih sebagai dalamannya, celana hitam yang tak kalah licin dil

pria itu yang disisir rapi ke belakang memperlihatkan dahinya dengan senpurna. Di ma

n dengan pesona bos galak

*

a ia sudah mengetahui tentang konsep kedua kali ini. Ia saat ini sedang berbi

a orang-orang yang sedang berlalu lalang untuk

snya tersedia dua gelas elegan dan satu botol minuman beralkohol jenis wine, persis menyerupai mini bar yang ada di rumah dan ruangan

tiap pesta yang diadakan oleh beberapa teman sesama pebisnis biasanya menyediakan wine dan berbagai macam minuman

uah suara mengintrupsinya dari belakang. Ia mengurungkan

h selesai?" tanya Ochi gugup, ia

ihat bagaimana penampilan gad

emarin terlihat sangat kasual ketika menemuinya di kantor kini menjelma menjadi wanita

dan sexy melekat kua

i barusan membuat Agam tersentak kaget. Ia sedikit berdekhem kemudian mengal

ti Agam sedari tadi, untung saja pria itu sudah mengalihkan tatapannya ke ar

ta CEO dan orang burjois lainnya. Kalian juga nanti sebisa mungkin menonjolkan berbagai macam asesoris yang melekat di tubuh masing-masi

g, konsep kali ini sepertinya lumayan susah. "W

this moment. Good luck, guys,

alkan detak jantungnya yang menggila saat ini. Belum pem

alian siap, guys," teriak Masaki sesaat se

*

rol sesuatu yang seru." Perintah tersebut keluar dari bibir Masaki ketika melihat dua model

ama sekali tidak keberatan karena menurutnya seorang fotografer harus bisa mem

gera melakukan p

kursinya terlalu tinggi untuk ukuran seorang gadis sepertinya membuat ia tida

dan membantu gadis tersebut. "Pegang tanganku

Agam, berusaha duduk dengan dibantu oleh bo

yorot kejadian barusan tanpa cela. Be

angat gagah dan beberapa pose saat Agam mem

e!" seru

mengajak Ochi mengobrol supaya terlihat lebih natural. "Bagaimana den

n yang dibayangkan," jawab Ochi sambil men

untuk menonjolkan jamnya dan ... Kamu, Ochi, miringkan sedikit kepala

tersebut dan segera menjalankannya.

lega. Sebenarnya Ia juga

ih." Ochi b

tanya Aga

Agam karena menyuruhnya seenak jidat untuk melakukan sesuatu yang tidak dikua

em pelan unt

o barusan. "Sekarang salah satu dari kalia

dengan benar. Tutup wine yang terbuat dari karet itu ia buka me

terlihat sangat seksi ketika melakukan

yang membuka botol wine dan Ochi yang m

ke masing-masing gelas di depa

ni sepertinya Masaki akan membiarkan dua modelnya bergaya sebisa mereka. Ia ingin

Agam tersenyum maklum. "Cheers Untuk usaha kita," kata

chi menurut

rang Agam pindah dari sana k

e samping Ochi. Tanpa diarahkan, ia bergaya

a mengubah arah duduknya menghadap ke kamera dan menyilangkan kedua kakinya.

dengan akurat lensa kameranya menangkap a

asnya dan pertahankan posisimu.

ada posisinya barusan, bedanya Ochi me

am seolah mengukung Ochi dengan kedua lengannya dan Ochi menongak menatapnya denga

kan Ochi fokus pada wajah bos galaknya. Sempurna untuk menciptakan d

yang menakjubka

n segera memisahkan diri. Mereka t

ini, tim." Masaki berkata sambil sese

harus berkata apa selain ucapan terima kasih. Ia

mengangkat alis. Gadis ini terlalu b

i dengan ragu. Ia men

da disana, "dinner dengan k

ali ini ia mulai men

eperti biasa, aku tidak menerima penol

e

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka