icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dear allah

Bab 3 Dear allah 3

Jumlah Kata:1461    |    Dirilis Pada: 08/12/2022

aku tersadar dari tatapan mata y

rullah A

u, "Ya Allah, kenapa detakan jantun

sku dengan wajah t

tang untuk menjemputmu," p

apa? Untuk apa anda menjemput saya?!"

kamu enggak mau pulang sendirikan?" Jelasn

l-Azim sungguh

nda bukan siapa-siapanya saya. Jadi kita bukan mahram, saya enggak mau pulang sama anda. Lebih baik saya enggak pulang dari pada haru

anya? Hah? mustahil. Dan tidak mungkin ayahku mengizink

h menuruti perintah orang tua itu waji

ang tua itu memang wajib, tapi bukankah menuruti perintah Allah itu

bungkam. Aku yakin dia tidak

sekalipun itu orang tua saya! Dan lebih baik Anda pergi dari s

ngkah yang sedikit dipercepat, siapa sangka dia malah m

aya mahram kamu jadi kamu tid

askan tangan saya! Jangan lancang Anda memegang tangan saya ... Lepaskan!" aku terus memberontak berusaha melepaskan tanganku dari

mu!" dia semakin berusaha meyakinkanku, dia pikir aku akan percaya dengan kata-katanya

a siapa?" aku mulai meninggikan volume

k cukup untuk kamu?!" Pria itu semakin memperteg

untuk orang-orang beriman. Untuk urusan berbohong atau jujurnya kita hanya dapat menyerahkan sepenuhnya kepada Allah taala. Badanku mulai melepas tapi

nya ingin menutupi sebuah kebohongan!" suara dan tub

i sini. Lebih baik sekarang kamu ambil barang-barangmu dan setelah itu akan say

dak bisa s

kali ini dia melirik kan ucapannya dan mengode ke kanan dan kiri yang sebenarnya tidak terlalu memperhatikan kita.

rd

u merasa air mataku sudah hampir tumpah, aku hanya bisa menggigit bi

berpamitan dengan teman-temanku yang m

nya," ejek Hasna dengan suara khas medannya dia salah satu teman sekamarku entah dari mana dia menge

tan satu-persatu." Aku berusaha menormalkan nada bicaraku, biasanya aku akan men

ti di jalan y

i sini?" ucapnya dengan nafas tergesa-gesa, namanya Nisa Alfiyah, dia te

is?" tanya

anyanya frontal membuat

ni?' gumamku samb

mbawanya keluar ruangan, tidak lupa dengan menarik koper pink mi

an ya! assalamualaikum,

wajah tersenyum dan melambaikan tangannya ke arahku, ak

a Nisa ketika sudah berada di lo

kenalin sih ke aku kalo kamu punya sepupu cakep." Ucapnya sambil terseny

nal sama dia," ketusku karena masih

ya, mulutnya sudah kututup rapat dengan tangan kananku, dan meng

kamu lihat yang tadi, dan apalagi bilang ke Zahra sama yang lain juga ya.. kalo aku pulangnya bukan sama ayah, soal

i dan mengambil surat izin, dengan tertera sang penjemput. Tapi karena

arat!" pintanya sambil men

ya ... aku mohon...!" ujarku sambil memutar mataku malas, r

ih tahu aku dia siapa kalau kamu udah tahu, oke!"

gitu aku duluan ya, assalamualaikum." aku pun mengiyakannya, lebih baik aku iya

ikumsa

aku berusaha mencari keberadaan pria itu.. nihil, ke mana perginya orang aneh itu? Aku masih mengamati sekitar memperhatikan muka orang satu-persatu, aku b

ng telingaku membuatku sangat te

rullah A

cil sepertinya sedang

i loh menunggu kamu!" Perintahnya sam

embidik kursi belakang yan

kemarikan barangmu, akan

besar milikku dan menaruhnya di bagasi, seme

kan melakukan hal yang macam-macam denganmu kok Dindi

seperti tidak asing mendengar panggilan itu? Dan

ementara otakku masih terus berusaha mengingat h

mbil memegang kep

at hingga jarak tubuh kami hanya kurang dari sepuluh senti akan saling menempel, aku ber

tolong benarkan posisi anda tuan?" aku berusaha biasa s

un sudah kembali ke posisinya, setelah mengenakan seatbelt untuk dirinya, dia mengulurkan

nya saya mau me

ideo apa?

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka