/0/15068/coverorgin.jpg?v=fbd51862a8cec951ec91fa8185276564&imageMogr2/format/webp)
"Tidakkk!"
"Nara, kamu mimpi buruk lagi?" tanya wanita paruh baya yang ada di samping Nara.
Wajah pucat dan peluh yang membasahi dahi wanita bernama Nara itu tampak sangat jelas, bahkan napas naik turun juga terlihat pada dadanya.
"Iya, Bu. Aku bermimpi lagi tentang pria itu," ucapnya dengan bibir bergetar.
Seketika wanita yang dipanggil ibu oleh Nara memberikan segelas air minum dan dengan cepat Nara menghabiskannya.
"Kamu sebaiknya tenang dulu. Coba tarik napas dalam dan embuskan perlahan."
Nara pun mengikuti apa yang ibunya sarankan, dan tentu saja hal itu berhasil membuat Nara sedikit tenang.
"Bu, aku minta tolong agar Ibu menjaga Nio di sini selama aku menjalankan rencanaku nanti. Apa Ibu bisa membantuku?"
Tangan yang tampak keriputan itu mengusap lembut pucuk kepala putrinya. "Kamu tenang saja, ibu akan menjaga Nio dengan baik di sini, kamu lakukan saja rencanamu itu, Nara."
"Terima kasih, Bu karena selama ini selalu mendukung apa yang aku lakukan, dan maaf jika selama ini aku selalu menyusahkan Ibu."
"Nara, aku ini ibumu dan ibu sangat tau bagaimana sifat kamu. Kamu wanita yang baik dan sangat bertanggung jawab dengan hidupmu. Lakukan apa yang menurut hatimu benar."
"Terima kasih, Bu." Nara dengan luapan perasaan haru memeluk ibunya dengan erat.
"Ya sudah, sekarang kamu tidurlah dulu dan coba tenangkan hatimu agar mimpi buruk itu tidak datang lagi." Nara mengangguk dan kembali memejamkan kedua matanya.
Pagi itu tampak terlihat bocah laki-laki duduk di atas tempat tidur rumah sakit sedang memainkan puzzle yang ada di depannya.
"Hai, Sayang, bagaimana perasaanmu saat ini?"
"Ibu, aku senang sekali hari ini," ucapnya dengan wajah bahagia.
"Senang kenapa?"
"Senang karena hari ini tante dokter akan mengajak aku jalan-jalan lagi di taman dan katanya ada teman baru nantinya di sini."
"Oh ya? Wah! Kamu akan memiliki banyak teman nantinya." Cubitan kecil tepat pada hidung bocah laki-laki itu.
"Iya, Bu. Aku sebenarnya ingin sekolah dan punya banyak teman nantinya, tapi kata Ibu tunggu aku sembuh dulu dari sakitku, baru nanti aku bisa sekolah. Aku kapan sembuhnya sih, Bu?"
Wanita itu terdiam mendengar pertanyaan putranya karena dia sendiri tidak tau jawaban apa yang harus dia berikan.
"Nio, kamu pasti akan segera sembuh, tapi Nio harus bersabar dulu karena Ibu Nara kamu masih berusaha agar Nio bisa segera sembuh dan nanti bersekolah," sela suara dari arah belakang Nara.
"Iya, Nio. Ibu masih berusaha agar Nio segera sembuh, Nio mau, kan membantu ibu melakukan semua ini?" Bocah kecil itu pun dengan cepat mengangguk. "Pintar sekali anak tampan ibu ini." Nara dengan senang memeluk putranya itu.
"Nio sangat sayang sama Ibu dan Nio akan menuruti semua yang Ibu perintahkan."
Nara melepaskan pelukannya dan dia mengecup lembut pipi putranya. "Ibu juga sangat sayang sama Nio. Nio, ibu mau bicara sesuatu sama Nio. Nio mau mendengarkan Ibu, kan?"
"Tentu saja, Ibu!" serunya cepat.
/0/28732/coverorgin.jpg?v=e8a0b4534d7994c926bb454fbf8339ea&imageMogr2/format/webp)
/0/17868/coverorgin.jpg?v=8203640a57faef12a0e2fecc1f55cabb&imageMogr2/format/webp)
/0/14731/coverorgin.jpg?v=927f4fb1d364819af2fa48c52b77907e&imageMogr2/format/webp)
/0/25602/coverorgin.jpg?v=f78608e96138309796e790df68c40154&imageMogr2/format/webp)
/0/26476/coverorgin.jpg?v=0c2ae0be9b08664277b4766abce9db44&imageMogr2/format/webp)
/0/13831/coverorgin.jpg?v=83b5babe054d5e45caa619544604e536&imageMogr2/format/webp)
/0/18460/coverorgin.jpg?v=6dedeacbb89bc1b76f435c2f5f90369e&imageMogr2/format/webp)
/0/2983/coverorgin.jpg?v=0b1e8dbecc33d2678ce9ef94a4c0ded1&imageMogr2/format/webp)
/0/4019/coverorgin.jpg?v=e1ef4fa87eee2dc58998acc3365705d4&imageMogr2/format/webp)
/0/3219/coverorgin.jpg?v=606f0564742a6b0348dac03529c35ba8&imageMogr2/format/webp)
/0/4140/coverorgin.jpg?v=96bc234aca65def409292e6bc0e5257a&imageMogr2/format/webp)
/0/29608/coverorgin.jpg?v=298dd610cb6592c5ec027a218dd77bdb&imageMogr2/format/webp)
/0/30900/coverorgin.jpg?v=df507f5edfae4e79bdf0b5fcc1221faf&imageMogr2/format/webp)
/0/14323/coverorgin.jpg?v=cfad8d859d26bba1fb8bbedcbc187141&imageMogr2/format/webp)
/0/15108/coverorgin.jpg?v=fa08f31ad4cfd5743a6f2b10fcef2b17&imageMogr2/format/webp)
/0/12469/coverorgin.jpg?v=b8d7d38e4d62e91a93565f9810b22e9d&imageMogr2/format/webp)
/0/29607/coverorgin.jpg?v=51558a529974c1a02f54eeb50ac32aec&imageMogr2/format/webp)
/0/3505/coverorgin.jpg?v=48b097c2acb747a9b33ef3da91a5291a&imageMogr2/format/webp)
/0/30638/coverorgin.jpg?v=483e73c3f98310e9bbfe3468bbac7c51&imageMogr2/format/webp)
/0/27225/coverorgin.jpg?v=afa14fbaade9b3a9d0c65a8433138a3b&imageMogr2/format/webp)