searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Apartemen Unit 131

Gairah Nikmat Kopi Susu

Gairah Nikmat Kopi Susu

Juliana
21+ "Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany "hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya. Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus. "Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany "Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany "nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON. Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya. Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany. Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar. Tidak lama kemudian.....
Romantis R18+Role PlayFantasiCinta pertamaCinta segitigaBudak seksualPlayboyBeruntungUrban
Unduh Buku di App

Rasanya tidak pernah ada kesedihan yang mampu membuat seorang Elice Danurdara menumpahkan air matanya sedemikian rupa seperti saat ini. Di mana bukan hanya tangisannya yang tampak memilukan, tapi isakan yang berulang kali mengguncang pundaknya juga turut membuktikan bahwa ia begitu terluka. Layaknya dunianya sudah hancur lebur tanpa ada sisa.

“Aku benar-benar mencintaimu, Elice. Sungguh. Aku benar-benar mencintaimu.”

Elice ingin mengenyahkan suara itu dari benaknya. Tapi, semakin banyak minuman yang ia teguk, maka semakin kuat pula suara itu menggema. Tidak mampu ia singkirkan. Betapa pun ia menginginkannya.

“Dasar kau bajingan, Ariel!”

Elice meremas gelas di tangannya dengan kuat. Benda bening yang terbuat kaca itu seolah menjelma menjadi sosok sumber rasa sakit hatinya. Ia butuh pelampiasan. Dan mungkin dalam waktu dekat, pelampiasan itu akan berubah bentuk menjadi kepingan pecahan beling.

“Ssst.”

Ternyata gelas kosong itu masih bernasib mujur. Ada satu tangan yang mendadak saja melepaskan benda itu dari genggaman tangan Elice. Layaknya seorang pahlawan yang sedang menyelamatkan korban tak berdosa dari pembantaian membabi buta.

Elice menoleh. Mengerjapkan mata dan menghentakkan kepalanya sekali. Berusaha untuk menerangkan sedikit penglihatannya yang sedikit kabur. Dampak dari minuman yang ia teguk dan berkat lampu berkelap-kelip yang menerangi tempat tersebut.

Ada seorang pria. Berpakaian rapi perpaduan antara jas hitam dan kemeja tanpa dasi. Dua kancing teratas di sana tampak terbuka. Sedikit menampilkan kulit bewarna perunggu yang terlihat berkilat lantaran setipis keringat yang membasahinya.

“Aku Garett. Dan kau?”

Tangan itu menyisihkan gelas Elice ke jarak yang aman dari jangkauannya. Lalu ia menawarkan jabat tangan. Tanda perkenalan yang justru disambut oleh dengkusan oleh Elice. Tangannya naik dan mengibas.

“Pergi dan tinggalkan aku sendiri. Aku tidak ada urusan denganmu.”

Pria yang mengaku bernama Garett itu tersenyum miring. Tampak tidak canggung sama sekali ketika jabat tangannya diabaikan. Bukannya diterima, yang ada justru sebaliknya. Ditolak. Dan itu terang-terangan terjadi di hadapan seorang bartender yang sedang meramu minumannya. Ia mendengkus geli. Memberikan isyarat pada Garett dan pria itu hanya mengangkat bahunya sekilas.

“Sepertinya kau sedang memiliki masalah yang cukup besar.”

Ekspresi geli di wajah sang bartender semakin menjadi-jadi. Ia menggeleng berulang kali dan memutuskan untuk angkat kaki dari sana. Tidak ingin melihat pertunjukan yang mungkin akan dimulai sebentar lagi.

“Masalah yang seharusnya tidak pernah datang untuk membuat seorang wanita secantikmu menangis seorang diri seperti ini.”

Elice memejamkan matanya. Sekarang sepertinya ia berhasil mengusir suara Ariel yang sejak tadi seolah terus menggema di benaknya. Tapi, nahas. Hilangnya suara Ariel justru digantikan oleh suara lainnya yang sok peduli dengan keadaannya sekarang.

“Kau tidak bisa pergi dari sini?” tanya Elice dengan nada sengit. “Apa kau tidak tau pintu keluar?”

Garett tertawa. Tidak merasa tersinggung sama sekali. Alih-alih ia justru melakukan sesuatu yang membuat Elice membelalakkan mata.

Garett menarik satu kursi bundar di sana. Duduk. Tepat di sebelah Elice. Dan melihat itu, Elice menggeram.

Elice tidak ingin menambah daftar kekacauannya hari itu. Cukup kejadian dengan Ariel yang membuat ia berantakan. Ia tidak ingin berurusan dengan orang asing yang gila malam itu.

Kursi yang Elice duduki berputar. Cukup memberikan sinyal bahwa dirinya akan segera pergi dari sana. Tapi, Garett tidak membiarkan Elice untuk meninggalkan dirinya.

Elice mendapati kursi yang ia duduki kembali berputar ke posisi semula. Ia melihatnya. Ada tangan Garett yang melakukan hal tersebut.

“Kau.”

Mata Elice sekarang bukan lagi membesar. Alih-alih justru melotot. Dan seharusnya itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan isyarat bahwa ia tidak suka dengan apa yang telah Garett lakukan.

Garett menyeringai. Ia menunjukkan jam di tangannya. “Masih jam sebelas, Nona. Masih terlalu pagi untuk pulang sekarang.”

“Apa pedulimu? Bahkan kalaupun aku memutuskan untuk pulang jam tiga pagi, kau tidak ada hak untuk melarangku.”

Seringai di wajah Garett semakin menjadi-jadi. Matanya fokus pada berkas merona bewarna kemerahan yang timbul di pipi Elice. Entah itu karena pengaruh minuman atau mungkin karena pengaruh marah padanya. Tapi, Garett tidak peduli apa penyebabnya. Yang ia pedulikan hanya satu. Warna yang terkesan alamiah itu membuat ia betah memandang wajah Elice berlama-lama. Tampak menarik.

“Aku memang tidak ada hak untuk melarangmu, Nona,” ujar Garett seraya memajukan sedikit tubuhnya. Mengikis jarak di antara mereka berdua dan ia memanfaatkan fakta itu untuk menatap lekat pada kedua bola mata Elice. “Tapi, sejujurnya saja. Aku tidak tega melihat wanita sepertimu harus menangis seorang diri di tempat seperti ini.”

Lagi-lagi, Elice mendengkus.

“Bahkan lebih dari itu. Tidak seharusnya seorang wanita sepertimu menangis.”

Mendengar hal itu, mata Elice spontan berkedip sekali. Lalu satu senyum muncul di bibirnya. Membentuk ekspresi yang membuat Garett mengerutkan dahi. Lantaran senyum itu tampak aneh di matanya.

“Kalau kau ingin merayu wanita,” ujar Elice kemudian. “Carilah wanita lain, Tuan. Aku sudah muak mendengar kata-kata manis dari kaum pejantan seperti kalian.”

Garett tak mampu menahan kesiap takjubnya. Ia terbahak dan tampak tidak tersinggung sama sekali.

“Hahahahaha.”

Tawa yang menyebalkan bagi Elice. Dan ia tidak berencana untuk mendengarkan tawa itu di sepanjang malamnya. Ia akan pergi dari sana. Sebelum emosi di dalam dadanya beranakpinak dan tak mampu ia kendalikan lagi. Siapa yang akan menjamin kalau Elice tidak tersulut untuk memecahkan gelas kosong miliknya tadi di kepala pria itu?

Hanya saja, untuk kedua kalinya, keinginan Elice untuk pergi dari sana harus gagal. Kali ini bukan karena Garett memutar kembali kursi yang ia duduki. Alih-alih lebih dari itu. Sekarang dengan terang-terangan Garett menahan satu tangan Elice.

Elice melotot. Melihat bagaimana dengan beraninya Garett memegang pergelangan tangannya. Ia berusaha menarik lepas tangannya, tapi Garett justru membawanya untuk semakin mendekat padanya.

Baca Sekarang
Bound by Destiny

Bound by Destiny

V
Dicampakkan dan dipermalukan, Elice Danurdara tak pernah mengira bahwa ia akan tetap bertahan pada hidup. Nyaris menyerah. Hingga malam itu mengantarkan dirinya pada satu pembuktian gila. Bahwa dirinya masih berharga. Garettinus Hardiyata namanya. Pria asing yang membuktikan pada Elice bahwa di mat
Romantis R18+MenegangkanBalas dendamKehamilanCEOPria Sejati
Unduh Buku di App
Sang Pemuas

Sang Pemuas

Juliana
Kulihat ada sebuah kamera dengan tripod yang lumayan tinggi di samping meja tulis Mamih. Ada satu set sofa putih di sebelah kananku. Ada pula pintu lain yang tertutup, entah ruangan apa di belakang pintu itu. "Umurmu berapa ?" tanya Mamih "Sembilanbelas, " sahutku. "Sudah punya pengalaman dalam s
Adventure R18+MenegangkanFantasiHubungan rahasiaKencan OnlineBudak seksualPlayboyBeruntungTampanUrban
Unduh Buku di App
Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitny
Cerita pendek Hubungan rahasiaBudak seksualCEOPria Sejati
Unduh Buku di App
Love After Marriage

Love After Marriage

NonaAquarius
21+ "Heh, kau mirip ibumu. Darah pelacur mengalir di darahmu. Seorang pelacur akan tetap menjadi pelacur!" "Asal kamu tahu, aku menikahimu karna ingin membalas dendam atas kematian adikku! Seumur hidup, aku akan memastikan penderitaanmu yang tidak akan pernah berhenti. Aku membencimu entah itu di m
Romantis R18+Balas dendamPernikahan kilatCEOPlayboy
Unduh Buku di App
Pesona Wanita Pilihan CEO

Pesona Wanita Pilihan CEO

AR_Merry
Harap bijak memilih bacaan! Mengandung adegan dewasa 21+ “Kau harus mempersiapkan diri menikahi putri dari Mr. Franklin, William,” ucap Michael tegas dan tak mau dibantah. Bahkan pria itu mengeluarkan tatapan tajam pada putranya yang menjadi CEO di Johnson Corporation sebagai penggantinya. “Aku ti
Romantis R18+Cinta pertamaHubungan rahasiaCEOPria SejatiTampan
Unduh Buku di App
Godaan Cinta Sejati

Godaan Cinta Sejati

GED WHITEHEAD
Yulia dipaksa menikah dengan keluarga Jayendra. Setelah menikah, semua orang berharap dia bisa memiliki bayi dengan suaminya sesegera mungkin. Namun, ternyata suaminya, Billy Jayendra, sedang mengalami koma! Apakah Yulia ditakdirkan untuk menjalani kehidupan yang tidak berbeda dengan seorang janda?
Modern HumorModernHubungan Suami Istri Balas dendamCEOAroganCuek
Unduh Buku di App
Mr. Devil

Mr. Devil

Natalie Ernison
MATURE Romance Gore - Vampire - Fantasy ”Tuan tolong hentikan tuan...” Lirih seorang gadis belia. ”Diam! Kau hanya jalang bagiku!” Bentak di pria sambil terus mencambuk tubuh polos si gadis malang tersebut. Pria yang sangat sadis dan memiliki kelainan seksual tinggi. Ia bahkan sulit menemukan wanit
Romantis Cerita MenegangkanErotisModernFantasiCEOAroganCerdas
Unduh Buku di App
Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )

Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )

Ncheet Nca
SUDAH TAMAT!!! WARNING 21++ YANG BELUM CUKUP USIA SANGAT DILARANG MASUK!!! MENGANDUNG KEBUCINAN YANG HAQIQI. SO, BAGI YANG GAK SUKA, JANGAN COBA-COBA BACA!! ### Aryan Mada Kusumo, pria tampan berusia dua puluh tujuh tahun, pewaris satu-satunya Kusumo Grup yang bergerak di dunia perhotelan sekaligu
Romantis KeluargaHumorModernCinta masa kecilCinta pada pandangan pertamaCEODominan
Unduh Buku di App
Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Renell Lezama
Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untu
Modern ModernBalas dendamCEO
Unduh Buku di App
Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta Menyembuhkan Patah Hati

Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta Menyembuhkan Patah Hati

KANTA SABHARWAL
Pernikahan tiga tahun tidak meninggalkan apa pun selain keputusasaan. Dia dipaksa untuk menandatangani perjanjian perceraian saat dia hamil. Penyesalan memenuhi hatinya saat dia menyaksikan betapa kejamnya pria itu. Tidak sampai dia pergi, barulah pria itu menyadari bahwa sang wanita adalah orang y
Modern KeluargaModernPTSDPengkhianatanPasanganTampan
Unduh Buku di App

Sedang Tren

Melahirkan Setelah Dilamar PEREMPUAN MASA LALU My Love From Thames Waktu Untuk Bertaruh Wina Gadis Penari Payung Yang Jebol
Apartemen Unit 131 Wattpad IndonesiaApartemen Unit 131 novel gratis tanpa aplikasiDownload Apartemen Unit 131 novel PDF Google DriveApartemen Unit 131
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Apartemen Unit 131

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Apartemen Unit 131 di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Apartemen Unit 131 Wattpad Indonesia,Apartemen Unit 131 novel gratis tanpa aplikasi,Download Apartemen Unit 131 novel PDF Google Drive.