searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Anomali Afeksi

Gairah Nikmat Perselingkuhan

Gairah Nikmat Perselingkuhan

Gemoy N
Pelan tapi pasti Wiwik pun segera kupeluk dengan lembut dan ternyata hanya diam saja. "Di mana Om.. ?" Kembali dia bertanya "Di sini.." jawabku sambil terus mempererat pelukanku kepadanya. "Ahh.. Om.. nakal..!" Perlahan-lahan dia menikmati juga kehangatan pelukanku.. bahkan membalas dengan pelukan yang tak kalah erat. Peluk dan terus peluk.. kehangatan pun terus mengalir dan kuberanikan diri untuk mencium pipinya.. lalu mencium bibirnya. Dia ternyata menerima dan membalas ciumanku dengan hangat. "Oh.. Om.." desahnya pelan.
Adventure R18+FantasiPengkhianatanHubungan rahasiaPlayboyLicikBeruntungUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App

Rasanya tidak pernah ada kesedihan yang mampu membuat seorang Elice Danurdara menumpahkan air matanya sedemikian rupa seperti saat ini. Di mana bukan hanya tangisannya yang tampak memilukan, tapi isakan yang berulang kali mengguncang pundaknya juga turut membuktikan bahwa ia begitu terluka. Layaknya dunianya sudah hancur lebur tanpa ada sisa.

“Aku benar-benar mencintaimu, Elice. Sungguh. Aku benar-benar mencintaimu.”

Elice ingin mengenyahkan suara itu dari benaknya. Tapi, semakin banyak minuman yang ia teguk, maka semakin kuat pula suara itu menggema. Tidak mampu ia singkirkan. Betapa pun ia menginginkannya.

“Dasar kau bajingan, Ariel!”

Elice meremas gelas di tangannya dengan kuat. Benda bening yang terbuat kaca itu seolah menjelma menjadi sosok sumber rasa sakit hatinya. Ia butuh pelampiasan. Dan mungkin dalam waktu dekat, pelampiasan itu akan berubah bentuk menjadi kepingan pecahan beling.

“Ssst.”

Ternyata gelas kosong itu masih bernasib mujur. Ada satu tangan yang mendadak saja melepaskan benda itu dari genggaman tangan Elice. Layaknya seorang pahlawan yang sedang menyelamatkan korban tak berdosa dari pembantaian membabi buta.

Elice menoleh. Mengerjapkan mata dan menghentakkan kepalanya sekali. Berusaha untuk menerangkan sedikit penglihatannya yang sedikit kabur. Dampak dari minuman yang ia teguk dan berkat lampu berkelap-kelip yang menerangi tempat tersebut.

Ada seorang pria. Berpakaian rapi perpaduan antara jas hitam dan kemeja tanpa dasi. Dua kancing teratas di sana tampak terbuka. Sedikit menampilkan kulit bewarna perunggu yang terlihat berkilat lantaran setipis keringat yang membasahinya.

“Aku Garett. Dan kau?”

Tangan itu menyisihkan gelas Elice ke jarak yang aman dari jangkauannya. Lalu ia menawarkan jabat tangan. Tanda perkenalan yang justru disambut oleh dengkusan oleh Elice. Tangannya naik dan mengibas.

“Pergi dan tinggalkan aku sendiri. Aku tidak ada urusan denganmu.”

Pria yang mengaku bernama Garett itu tersenyum miring. Tampak tidak canggung sama sekali ketika jabat tangannya diabaikan. Bukannya diterima, yang ada justru sebaliknya. Ditolak. Dan itu terang-terangan terjadi di hadapan seorang bartender yang sedang meramu minumannya. Ia mendengkus geli. Memberikan isyarat pada Garett dan pria itu hanya mengangkat bahunya sekilas.

“Sepertinya kau sedang memiliki masalah yang cukup besar.”

Ekspresi geli di wajah sang bartender semakin menjadi-jadi. Ia menggeleng berulang kali dan memutuskan untuk angkat kaki dari sana. Tidak ingin melihat pertunjukan yang mungkin akan dimulai sebentar lagi.

“Masalah yang seharusnya tidak pernah datang untuk membuat seorang wanita secantikmu menangis seorang diri seperti ini.”

Elice memejamkan matanya. Sekarang sepertinya ia berhasil mengusir suara Ariel yang sejak tadi seolah terus menggema di benaknya. Tapi, nahas. Hilangnya suara Ariel justru digantikan oleh suara lainnya yang sok peduli dengan keadaannya sekarang.

“Kau tidak bisa pergi dari sini?” tanya Elice dengan nada sengit. “Apa kau tidak tau pintu keluar?”

Garett tertawa. Tidak merasa tersinggung sama sekali. Alih-alih ia justru melakukan sesuatu yang membuat Elice membelalakkan mata.

Garett menarik satu kursi bundar di sana. Duduk. Tepat di sebelah Elice. Dan melihat itu, Elice menggeram.

Elice tidak ingin menambah daftar kekacauannya hari itu. Cukup kejadian dengan Ariel yang membuat ia berantakan. Ia tidak ingin berurusan dengan orang asing yang gila malam itu.

Kursi yang Elice duduki berputar. Cukup memberikan sinyal bahwa dirinya akan segera pergi dari sana. Tapi, Garett tidak membiarkan Elice untuk meninggalkan dirinya.

Elice mendapati kursi yang ia duduki kembali berputar ke posisi semula. Ia melihatnya. Ada tangan Garett yang melakukan hal tersebut.

“Kau.”

Mata Elice sekarang bukan lagi membesar. Alih-alih justru melotot. Dan seharusnya itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan isyarat bahwa ia tidak suka dengan apa yang telah Garett lakukan.

Garett menyeringai. Ia menunjukkan jam di tangannya. “Masih jam sebelas, Nona. Masih terlalu pagi untuk pulang sekarang.”

“Apa pedulimu? Bahkan kalaupun aku memutuskan untuk pulang jam tiga pagi, kau tidak ada hak untuk melarangku.”

Seringai di wajah Garett semakin menjadi-jadi. Matanya fokus pada berkas merona bewarna kemerahan yang timbul di pipi Elice. Entah itu karena pengaruh minuman atau mungkin karena pengaruh marah padanya. Tapi, Garett tidak peduli apa penyebabnya. Yang ia pedulikan hanya satu. Warna yang terkesan alamiah itu membuat ia betah memandang wajah Elice berlama-lama. Tampak menarik.

“Aku memang tidak ada hak untuk melarangmu, Nona,” ujar Garett seraya memajukan sedikit tubuhnya. Mengikis jarak di antara mereka berdua dan ia memanfaatkan fakta itu untuk menatap lekat pada kedua bola mata Elice. “Tapi, sejujurnya saja. Aku tidak tega melihat wanita sepertimu harus menangis seorang diri di tempat seperti ini.”

Lagi-lagi, Elice mendengkus.

“Bahkan lebih dari itu. Tidak seharusnya seorang wanita sepertimu menangis.”

Mendengar hal itu, mata Elice spontan berkedip sekali. Lalu satu senyum muncul di bibirnya. Membentuk ekspresi yang membuat Garett mengerutkan dahi. Lantaran senyum itu tampak aneh di matanya.

“Kalau kau ingin merayu wanita,” ujar Elice kemudian. “Carilah wanita lain, Tuan. Aku sudah muak mendengar kata-kata manis dari kaum pejantan seperti kalian.”

Garett tak mampu menahan kesiap takjubnya. Ia terbahak dan tampak tidak tersinggung sama sekali.

“Hahahahaha.”

Tawa yang menyebalkan bagi Elice. Dan ia tidak berencana untuk mendengarkan tawa itu di sepanjang malamnya. Ia akan pergi dari sana. Sebelum emosi di dalam dadanya beranakpinak dan tak mampu ia kendalikan lagi. Siapa yang akan menjamin kalau Elice tidak tersulut untuk memecahkan gelas kosong miliknya tadi di kepala pria itu?

Hanya saja, untuk kedua kalinya, keinginan Elice untuk pergi dari sana harus gagal. Kali ini bukan karena Garett memutar kembali kursi yang ia duduki. Alih-alih lebih dari itu. Sekarang dengan terang-terangan Garett menahan satu tangan Elice.

Elice melotot. Melihat bagaimana dengan beraninya Garett memegang pergelangan tangannya. Ia berusaha menarik lepas tangannya, tapi Garett justru membawanya untuk semakin mendekat padanya.

Baca Sekarang
Bound by Destiny

Bound by Destiny

V
Dicampakkan dan dipermalukan, Elice Danurdara tak pernah mengira bahwa ia akan tetap bertahan pada hidup. Nyaris menyerah. Hingga malam itu mengantarkan dirinya pada satu pembuktian gila. Bahwa dirinya masih berharga. Garettinus Hardiyata namanya. Pria asing yang membuktikan pada Elice bahwa di mat
Romantis R18+MenegangkanBalas dendamKehamilanCEOPria Sejati
Unduh Buku di App
Kumpulan Cerpen Gairah Klasik

Kumpulan Cerpen Gairah Klasik

Cerita Dewasa
Cerita ini bisa membuat kamu tegang saat membacanya!
Romantis R18+Cerita MenegangkanPerkosaanKencan OnlineBudak seksualPlayboyLicikTempat kerja
Unduh Buku di App
Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitny
Cerita pendek Hubungan rahasiaBudak seksualCEOPria Sejati
Unduh Buku di App
Kumpulan Cerita Dewasa

Kumpulan Cerita Dewasa

Bumi Ke Langit
Cerita dewasa 21+
Cerita pendek R18+FantasiHubungan rahasiaKencan OnlineBudak seksualMenarik
Unduh Buku di App
Godaan Cinta Sejati

Godaan Cinta Sejati

GED WHITEHEAD
Yulia dipaksa menikah dengan keluarga Jayendra. Setelah menikah, semua orang berharap dia bisa memiliki bayi dengan suaminya sesegera mungkin. Namun, ternyata suaminya, Billy Jayendra, sedang mengalami koma! Apakah Yulia ditakdirkan untuk menjalani kehidupan yang tidak berbeda dengan seorang janda?
Modern HumorModernHubungan Suami Istri Balas dendamCEOAroganCuek
Unduh Buku di App
Terjerat Pesona CEO Tampan

Terjerat Pesona CEO Tampan

Abigail Kusuma
Hidup Odelia seakan mendapatkan kesialan yang bertubi-tubi. Mulai dari perusahaan di mana dia bekerja berada di ambang kebangkrutan. Lalu dicampakan oleh calon suami yang memilih Wanita lebih kaya. Semua benar-benar telah menghacurkan hidup Odelia. Keputusasaan Odelia membuatnya memilih pergi ke kl
Miliarder R18+PengkhianatanKehamilanCEOJeniusTampanUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
Permainan Cinta Dokter Muda

Permainan Cinta Dokter Muda

Stupid Cupid
Mengandung Adegan Dewasa 21+ Sonya Anastasya bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan adiknya, Tania, menikah dengan pria yang salah. Di mana pernikahannya menjadi satu kesengsaraan yang panjang dan memilukan. Bagi Sonya semua pria adalah buaya darat. Tukang omong yang pandai merayu. Dan itu juga
Romantis R18+KeluargaPengkhianatanBalas dendamDokterGuruMenarikJeniusUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
Gairah di Kota kecil

Gairah di Kota kecil

Cerita Dewasa
Harap bijak dalam membaca... Bisa mengantar dalam halusinasi untuk berhubungan badan!
Anak muda R18+KeluargaFantasiHubungan rahasiaCinta pada pandangan pertamaBudak seksualCabul LicikTampanTempat kerja
Unduh Buku di App
Satu Malam, Dua Anak

Satu Malam, Dua Anak

GIULIO WOODS
Lima tahun yang lalu, Keluarga Parasian bangkrut. Melita melahirkan anak laki-laki kembar. Dia meninggalkan satu anak kepada ayah anak itu dan membawa anak yang lain pergi. Tahun-tahun berlalu. Melita kembali sebagai ratu opini publik yang berkuasa di Internet. Selain warganet, juga ada orang lai
Romantis KeluargaNafsuHumorModernPTSDPerbedaan Status SosialCEOCerdasTampanMiliarder
Unduh Buku di App
Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani

Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani

GENEVIEVE VARGAS
Hari itu adalah hari yang besar bagi Camila. Dia sudah tidak sabar untuk menikah dengan suaminya yang tampan. Sayangnya, sang suami tidak menghadiri upacara tersebut. Dengan demikian, dia menjadi bahan tertawaan di mata para tamu. Dengan penuh kemarahan, dia pergi dan tidur dengan seorang pria asin
Modern ModernCEO
Unduh Buku di App

Sedang Tren

5 PEMBURU DUNIA BAWAH JUST WANNA BE WITH YOU Pembohong yang Sempurna Mr.Parasite TAWANAN CEO KEJAM Antara Fajar dan Senja
Anomali Afeksi Wattpad IndonesiaDownload Anomali Afeksi novel PDF Google DriveAnomali Afeksi gratis tanpa beli koin dan offlineAnomali Afeksi
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Anomali Afeksi

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Anomali Afeksi di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Anomali Afeksi Wattpad Indonesia,Download Anomali Afeksi novel PDF Google Drive,Anomali Afeksi gratis tanpa beli koin dan offline.