Malaikat dalam Gaun Baru

Malaikat dalam Gaun Baru

Gina Suartini

5.0
Komentar
452.8K
Penayangan
376
Bab

Hal terakhir yang dia harapkan adalah pertukaran jiwa akan terjadi padanya. Tubuh barunya adalah istri CEO terkenal, seorang gadis yang lahir dengan sendok perak di mulutnya. Dia pikir dia bisa mengambil kesempatan ini untuk menikmati hidup, tetapi yang dia dapatkan hanyalah ketidakpedulian suaminya. Ketika wanita yang dicintai pria itu kembali, pria itu meminta cerai dan dia setuju tanpa ragu-ragu. Namun, malaikat cinta punya rencana lain. Kisah mereka baru saja dimulai sekarang.

Bab 1 Melompat Dari Tebing

Di malam yang gelap dan berangin.

Cathy Suhardi sedang duduk di tepi tebing; gaunnya tertiup angin. Ia mendongak ke langit dan air matanya mulai berlinang. Semua emosi yang membara di dalam hatinya seakan melumat dirinya sekaligus.

"Ya Tuhan, mengapa Engkau melakukan ini padaku?" Ia mengendus keras hingga cegukannya menyadarkannya.

Cathy melirik kaleng minuman di tangannya dan menggelengkan kepalanya.

"Tidak! Ini bukan salah Tuhan. Aku berkencan dengan bajingan sialan, Owen Yasawirya! Mengapa kamu tega mengkhianatiku, Owen?" Ia pun tersungkur ke tanah dengan lemas.

Ia melakukan tiga pekerjaan dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan. Meskipun jadwalnya padat, ia berhasil meluangkan waktu untuk merayakan ulang tahun pacarnya. Ia mencintai Owen dengan sepenuh hati dan ingin memberinya kejutan di hari ulang tahunnya.

Tak disangka, pria itu memberinya kejutan yang lebih besar-ia menangkap basah sang pria sedang bercinta dengan sahabatnya.

Dua orang yang paling berharga dalam hidupnya telah mengkhianatinya. Itu adalah hari terburuk dalam hidupnya.

"Persetan denganmu, Owen!"

Cathy menyembur dengan penuh kebencian. 'Mengapa hidupku selalu dirundung derita?'

Orang tuanya telah meninggalkannya di panti asuhan ketika ia masih kecil.

Kehidupannya tidak mudah. Ia harus menjalani semua hal dengan jalan yang sulit. Saat Owen hadir dalam hidupnya, ia seolah menghirup udara segar. Sang gadis, yang menjalani hidupnya dalam penderitaan, mulai percaya bahwa ia juga bisa bahagia. Akhirnya ia menemukan cinta yang didambakan sepanjang hidupnya.

Ia telah merangkai kisah cinta yang indah di benaknya, tetapi kini Owen menghancurkan semua mimpinya.

Kenyataan yang terjadi sama sekali tidak indah. Bukan hanya pacarnya tetapi sahabatnya, yang telah dirinya percayai dengan sepenuh hati, juga telah mengkhianatinya.

Cathy merasa seharusnya ia menampar temannya sedikit lebih keras sore tadi.

Tetapi tetap saja, tidak ada yang bisa menyembuhkan rasa sakit yang makin mendalam di hatinya.

Cathy menarik napas dalam-dalam dan meneguk sekaleng minuman lagi.

Beban di dadanya terasa makin berat di setiap menitnya.

Ia langsung menghabiskan seluruh minumannya dan dengan marah melemparkan kaleng itu dari tebing.

Penglihatannya menjadi kabur; ia tidak tahu seberapa mabuk dirinya.

Cathy mengintip ke bawah tebing yang tak berdasar itu. Ia tidak kuat lagi menahan rasa sakit dan ingin mengakhiri semuanya sekaligus.

Rintihan lemah terucap dari bibirnya.

'Apakah aku akan mati mengenaskan jika melompat dari sini?'

Cathy menarik napas dalam-dalam. "Jangan pikirkan apa pun dan lompat saja, Cathy. Ini satu-satunya cara untuk terlepas dari siksaan ini."

Jantungnya seakan melompat naik ke tenggorokannya ketika ia melihat ke bawah.

'Tebing ini lebih tinggi dari yang kubayangkan. Bagaimana jika ternyata aku tidak mati dan hanya berakhir mengalami patah tulang? Aku harus menghabiskan sisa hidupku di kursi roda. Aku tidak punya siapa-siapa untuk menjaga diriku; hidupku akan menjadi seperti di neraka. Itu jauh lebih buruk daripada patah hati ini.' Cathy pun bergidik memikirkannya. Hatinya goyah; ia sangat ingin menghilangkan rasa sakitnya. Tetapi, memilih mati juga tidak mudah. Ia tidak cukup berani untuk mengakhiri hidupnya.

Kegelisahan menyelimuti tubuh Cathy; kakinya gemetar.

"Apa yang harus aku lakukan? Melompat atau tidak?

Oh Tuhan! Aku benar-benar menyedihkan." Ia kembali menangis tersedu-sedu.

Hembusan angin dingin membelai pipi Cathy. Ia membayangkan dirinya di kursi roda, hidup dengan keterbatasan fisik. Sepertinya, itu akhir yang mengerikan untuk hidupnya yang sudah cukup menyedihkan.

"Tidak, aku tidak akan melompat!"

Jantungnya berdebar ketika sebuah pikiran tiba-tiba terbesit di benaknya. 'Mengapa aku harus mati sedangkan semua ini bukan salahku? Mereka berdua akan hidup bahagia tanpaku. Mengapa aku harus menghukum diriku sendiri atas kesalahan mereka?'

Ia merasa hancur saat memikirkannya. Ia tidak tahu bagaimana mengatasi patah hatinya dan perasaan yang tak dapat dijelaskan itu segera menguasai dirinya. Tetapi ia akhirnya mengerti bahwa kematian tidak akan ada gunanya.

Cathy menggelengkan kepalanya dan berbalik untuk pergi.

Di saat yang bersamaan, suara klakson yang tak henti-hentinya berbunyi menarik perhatiannya.

Ia terdiam kaku ketika sebuah cahaya yang menyilaukan mengaburkan pandangannya. Ia memejamkan matanya dan membukanya kembali.

Cahayanya makin terang, jadi Cathy merentangkan tangannya untuk meredakan pancaran sinar kuat yang mengenai wajahnya.

Sebelum ia bisa menyadari apa yang terjadi, ia melihat sebuah mobil mewah melaju ke arahnya.

Semuanya terjadi begitu cepat.

Matanya terbelalak kaget saat Cathy mencoba menjauh. Suara tabrakan keras bergema di perbukitan yang sunyi itu.

Cathy menjerit dengan keras saat kegelapan menyelimutinya. Ia merasa tubuhnya terjatuh ke bawah tebing.

Matanya tanpa sadar terpejam saat Cathy mulai kehilangan kesadaran.

'Ya Tuhan, aku tidak ingin mati. Tolong bantu aku. Aku mohon...' gumamnya berulang kali.

Seolah-olah Tuhan mendengarkan doanya, langit malam menjadi terang.

Cathy perlahan membuka matanya.

Dengan pandangannya yang kabur, ia melihat sosok seperti malaikat melayang ke arahnya.

Senyum mengembang di bibirnya. Rasa sakit di tubuhnya mulai berkurang sedikit demi sedikit.

--

"Nyonya Bangunlah!"

Cathy terbangun karena suara samar yang terdengar di telinganya.

Suara itu pun diiringi isak tangis yang makin keras.

Kepala Cathy mulai berdenyut saat suara itu mengganggu ketenangannya.

Ia membuka matanya dengan perlahan.

"Nyonya Mustafa apakah Anda sudah bangun?" seru suara manis seorang wanita. Ia meraih tangan Cathy.

"Siapa itu?" Cathy mengernyitkan alisnya dan mengarahkan pandangannya ke sekeliling tempat yang asing itu.

Suaranya serak dan setiap tulang di tubuhnya terasa sakit seperti ditabrak mobil. Saat itulah ia tersadar.

Peristiwa yang menyakitkan malam itu terlintas di benaknya. 'Mobil itu menabrakku dan membuatku terlempar dari tebing!'

Ia melihat ke sekeliling tempat yang tidak dikenalnya dengan tatapan lebar, bertanya-tanya di mana dirinya berada sekarang. 'Astaga! Apakah aku masih hidup? Ini neraka atau surga?'

Genggaman di tangannya makin erat.

Cathy merasakan sakit dan berteriak, "Aduh! Lepaskan aku!"

"Anda sudah bangun, Nyonya Mustafa. Syukurlah! Saya akan segera memberi tahu Tuan Mustafa."

"Tuan Mustafa? Siapa dia?" tanya Cathy.

"Eh?" Sang gadis gendut mengerutkan kening. "Tuan Mustafa! Siapa lagi?"

"Tuan Mustafa?" Cathy mengernyitkan alisnya dengan bingung. "Tuan Siapa?" Mustafa?"

"Yang benar saja?" Mulut gadis gendut itu menganga dengan terkejut. "Nyonya. Mustafa, apa Anda tidak mengenal Tuan Mustafa? Apa yang telah terjadi dengan Anda? Apa Anda baik-baik saja?"

Rasa takut dan bingung membuat Cathy makin gelisah. 'Siapa itu Tuan Mustafa? Apa aku mengenalnya?' Melihat kembali sekeliling tempat itu, ia menyadari bahwa dirinya belum pernah ke sini sebelumnya.

"Di mana aku?" Cathy terkejut mendengar suaranya sendiri. Entah bagaimana suaranya terdengar lebih manis dari sebelumnya.

Sang gadis gendut menatapnya dengan khawatir. "Nyonya, bagaimana mungkin Anda tidak mengenal Tuan Mustafa? Anda sedang berada di rumah sakit. Anda sudah berada di sini selama hampir dua minggu. Kami semua mencemaskan Anda."

"Rumah sakit? Aku sudah di sini selama dua minggu? Maksudmu... Aku masih hidup?" Cathy berusaha untuk duduk, tetapi tubuhnya lemas. Sang gadis gendut pun dengan cepat meraih tubuhnya untuk membantunya.

"Tentu saja Anda masih hidup. Saya Bliss, Anda ingat?"

Cathy hanya bisa tersenyum membalasnya. 'Bliss! Sungguh nama yang indah. Sangat cocok dengan wajah menawan gadis itu. Tetapi...'

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Gina Suartini

Selebihnya

Buku serupa

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Renell Lezama
5.0

Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Malaikat dalam Gaun Baru
1

Bab 1 Melompat Dari Tebing

02/03/2022

2

Bab 2 Singkirkan Tanganmu Dariku

02/03/2022

3

Bab 3 Sudah Waktunya Untuk Membawanya Pulang

02/03/2022

4

Bab 4 Catherine Lahari

02/03/2022

5

Bab 5 Delapan Belas Tahun

02/03/2022

6

Bab 6 Duduklah

02/03/2022

7

Bab 7 Nyonya Mustafa Yang Malang

02/03/2022

8

Bab 8 Mendapatkan Masalah

02/03/2022

9

Bab 9 Kamu Menyakitiku

02/03/2022

10

Bab 10 Mendengarkan Cerita Sambil Makan Kuaci

02/03/2022

11

Bab 11 Wanita Lain

02/03/2022

12

Bab 12 Enam Pria Paling Populer Di Kota Zahri

02/03/2022

13

Bab 13 Permainan

02/03/2022

14

Bab 14 Minum Bersama

02/03/2022

15

Bab 15 Rencana Frans

02/03/2022

16

Bab 16 Aku adalah Catherine

02/03/2022

17

Bab 17 Jatuh

02/03/2022

18

Bab 18 Sungguh Memalukan

02/03/2022

19

Bab 19 Bagian yang Sakit

02/03/2022

20

Bab 20 Aku Tidak Ingat Apa Pun

02/03/2022

21

Bab 21 Orang Jahat

02/03/2022

22

Bab 22 Menyelinap Keluar

02/03/2022

23

Bab 23 Berutang

02/03/2022

24

Bab 24 Ibu Catherine

02/03/2022

25

Bab 25 Pernikahan (Bagian Satu)

02/03/2022

26

Bab 26 Pernikahan (Bagian Dua)

03/03/2022

27

Bab 27 Polisi Datang

04/03/2022

28

Bab 28 Siaran Langsung

05/03/2022

29

Bab 29 Apa yang Dia Lakukan

06/03/2022

30

Bab 30 Anggota Keluarga

07/03/2022

31

Bab 31 Berurusan Dengan Polisi

08/03/2022

32

Bab 32 Bawa Pulang Putri Anda

09/03/2022

33

Bab 33 Aku Sangat Lapar

10/03/2022

34

Bab 34 Ayam Goreng

10/03/2022

35

Bab 35 Aku Menunggu Kabar Baikmu

10/03/2022

36

Bab 36 Kembali Ke Keluarga Lahari

10/03/2022

37

Bab 37 Kasihan Nyonya Mustafa

10/03/2022

38

Bab 38 Perasaan Saling Tidak Suka

10/03/2022

39

Bab 39 Mempublikasikan Surat Wasiat

10/03/2022

40

Bab 40 Kerja Bagus

10/03/2022