SPEKTRUM HATI QUENARRA

SPEKTRUM HATI QUENARRA

Yunda DR

5.0
Komentar
140
Penayangan
20
Bab

"Kiri dan kanan. Sepasang kaki memang terlihat jalan beriringan, namun sadarkah Anda? Sepasang kaki jika berjalan tak pernah saling berpapasan. Bahkan, tak mampu untuk sekedar menyapa."-Garra Bhalendra "Tapi Anda melupakan sesuatu, sepasang kaki dialasi oleh sepasang sepatu. Saat berjalan memang tidak pernah kompak, tapi tujuannya selalu sama atau searah. Jadi, tak selamanya beda membawa petaka berujung pada perpisahan!" -Quenarra Auristela Kim. Menikah dengan orang yang kita cintai merupakan sesuatu yang wajar, tetapi bagaimana jika menikah dengan dengan orang yang sangat kita benci? Musuh bebuyutan di kampus? Inilah yang terjadi antara Garra dan Quenarra. Dua orang anak Adam yang tak memiliki perasaan sama sekali, jangankan cinta, suka pun tak pernah terbesit di dalam pikiran mereka. Tragedi itu berawal dari niat buruk Garra Bhalendra yang ingin membuat susah wanita yang sangat ia benci, yaitu Quenarra Auristela Kim dengan cara menikahinya. Perjodohan yang memang ingin dilakukan oleh kedua orang tua mereka, melancarkan aksi Garra tersebut mempermudah niatnya. Namun, Quen sudah memiliki seorang kekasih beda agama yang bernama Eder Shadrach. Kisah mereka bertiga pun dimulai, Quen tak dapat menolak lamaran Garra lantaran sayangnya kepada Tuan Daud, seorang single parents yang mengurus Quen dari kecil. Tetapi dibalik itu semua, ada sisi lain seorang Garra, sikapnya yang dingin ternyata menyembunyikan sebuah kisah rahasia di masa lalu bersama seorang wanita. Begitu pun dengan Eder, dibalik niat yang kuat untuk berpindah keyakinan muncul konflik yang membawanya pada perubahan. Apakah sebenarnya rahasia dari seorang Garra? Mampukah Quen bertahan dengan kehidupan pernikahan tanpa cinta? Konflik apa yang membawa perubahan pada Eder nantinya? Semuanya akan terjawab pada kisah spektrum hati Quenarra.

SPEKTRUM HATI QUENARRA Bab 1 Menikah

"Silahkan lepas pakaianmu, atau aku yang buka. Seperti yang Eder ingin lakukan pada malam itu di hotel."

Wanita yang sedari tadi tertunduk berwajah durja, seketika mendongakkan kepala dengan cepat. Ia menatap tajam, seolah tak suka dengan perkataan pria tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah suami sendiri, yang telah sah sejak beberapa jam lalu.

"Buka kalau kamu berani! Bukankah ini memang malam pertama kita? Lakukan sesuka hatimu!"

"Kamu kira aku binatang seperti Eder?! Aku tidak akan memaksa untuk hal yang satu itu."

"Mengapa?! Bukankah menikah denganku kamu juga sudah memaksa?!"

Pertanyaan menohok, yang membuat pria itu akhirnya menyerah. Ia kembali ke salah satu sisi ranjang, dan duduk saling membelakangi punggung dengan sang istri.

***

Di sebuah kamar mewah bernuansa krem, dengan ukuran yang cukup luas, lengkap dengan interior mahal mengisi tiap sudut kamar, yang sekarang menjadi sebuah kamar pengantin.

Masih dengan balutan putih pakaian pengantin, model sederhana dengan payet yang tak begitu banyak menghiasi sekeliling baju. Tetapi, karena gadis itu yang mengenakan maka akan terlihat mewah walau tak ada sekali pun perhiasan yang menempel pada tubuh ramping untuk mempercantik penampilan, kecuali cincin nikah yang melingkar pada jari manis. Itu pun, beberapa saat yang lalu segera ia lepas, diganti dengan cincin berlian yang tak kalah cantik dengan cincin nikah, tetapi ia lebih suka memakai cincin itu dari pada cincin dari suaminya. Mengapa? Karena itu adalah cincin pemberian dari Eder.

"Aku tidak memaksamu! Aku hanya ingin menyadarkanmu!"

Wanita itu melirik, ujung garis bibirnya terangkat seolah meremehkan perkataan sang suami.

"Menyadarkan aku dari apa?! Kamu sudah ikut campur urusan asmaraku dengan Eder!"

Kedua tangan sudah terkepal kuat menahan emosi, tapi masih ia tahan karena hari ini cukup melelahkan seharian memasang topeng kepalsuan di depan para keluarga.

Perlahan tangan itu terbuka, mengarah pada bagian atas pengait baju yang berada di belakang. Tak tahu apa kini yang ada di dalam pikiran. Masih dalam tatapan nanar, ia membuka pengait baju pengantin tersebut satu persatu, tak ada yang bersuara lagi di antara mereka, selama kurang lebih lima menit berlalu, wanita itu beranjak dari sisi ranjang, menuju sisi lain tempat sang suami berada.

"Apa kamu bisa membuka tiara di atas kepalaku?" Nada suara yang datar, keluar dari bibir ranum.

Pria itu sesaat menoleh kepada wanita yang ada di hadapan. Ia berdiri, masih dengan memandangi wajah istrinya tersebut.

Tangan berukuran besar, mulai terulur perlahan membuka pengait tiara yang menempel pada rambut sang istri yang kecoklatan. Setelah semua ia lepaskan, kini tinggal beberapa jepit rambut yang melekat membentuk sanggul pada surai indah yang panjang.

"Sudah," jawabnya singkat.

Wanita itu berbalik badan, memperlihatkan punggung putih susu yang mulus. Beberapa pengait sudah ia lepaskan beberapa menit yang lalu. Kini, tinggal beberapa lagi pada bagian bawah yang tak dapat ia jangkau dengan tangan sendiri.

"Bisa tolong bukakan lagi untukku?" tanya sang istri masih dengan nada datar.

"Apa maksudmu dengan melakukan semua ini?" Suami mulai mencium gelagat aneh sang istri.

Pria tersebut masih terdiam, tanpa melakukan apa yang diminta oleh sang istri.

"Bukankah memang ini yang kamu inginkan?!" Kembali emosi itu datang.

Wanita itu kembali berbalik badan, langsung menyerang pria tersebut hingga mereka berdua terpental ke atas ranjang. Kini, posisi wanita itu berada di atas sedangkan, pria itu berada di bawah. Seolah tak tergoda, ia masih saja menatap dingin, wanita yang sudah menindih tubuh kekar berbalut jas hitam.

"Kamu mau tahu alasanku menikahimu?"

Suaranya berubah berat, dengan cepat ia menggulingkan tubuh mereka sehingga menjadi berbalik arah. Wajah wanita itu berubah tegang, menyadari posisi yang sekarang.

"A-apa alasanmu yang sebenarnya?" tanyanya terbata.

"Menjalani hubungan bertahun-tahun, tak menjamin hubungan itu bisa berlanjut pada tahap yang lebih serius, begitu pun antara kamu dan Eder. Kalian tidak akan bisa hidup bersama. Jangan terlalu memaksakan sesuatu yang tidak akan mungkin bisa terjadi."

Tak lama, wanita itu terkekeh mendengar perkataan dari sang suami. Seolah ia tak mempercayai semua ucapan tersebut.

"Kalau ada keinginan dari masing-masing pasangan, pasti bisa hidup bersama, sampai ke jenjang pernikahan sekali pun!" desisnya tajam.

"Meski kalian berdua berbeda iman? LDR yang paling jauh itu bukanlah masalah tempat di mana kalian berdua berada, tetapi sesungguhnya adalah "Love of Different Religion". Siapa manusia yang ingin berpaling dari tuhan-Nya, hanya untuk seorang manusia yang sama sepertinya?"

***

Cerita ini berawal dari seorang gadis penyuka daster yang pintar, ramah, dan baik hati. "Perfect", julukan yang saat ini pantas ia terima. Penampilan fisik pun seakan ikut mendukung, wajah oriental blasteran Korea-Indonesia menjadi nilai tambah, bisa dibayangkan wajah cantik artis Korea? Tinggi semampai dan warna surai coklat bergelombang, menambah kesan ia adalah gadis paling menawan di kampus.

Hotel Kordon

Pukul. 23.00 WIB

Satu bulan sebelum pernikahan

••••••••

"Kita sambut King dan Queen kita pada malam hari ini. Dipersilahkan kepada Garra dan Quen agar naik ke atas stage!"

Suara MC menggelegar di seluruh area yang ramai dengan kerumunan muda-mudi yang asyik menikmati dentuman musik dari seorang Disk Jockey. Semua begitu menikmati privat party yang di buat oleh Eder. Tapi, berapa kali pun MC memanggil King dan Queen, tetap mereka tidak ada yang memperlihatkan batang hidung sama sekali.

Pertanyaan-pertanyaan mereka soal di mana keberadaan King dan Queen mungkin akan segera menemukan jawaban, mengapa King dan Queen mereka tidak ada yang muncul satu pun, karena King mereka sedang sibuk, secara membabi buta mengarahkan pukulan maut pada seorang pria. Membuat yang lain berhamburan menjauh, dari tempat perkelahian.

Buk!

Buk!

Buk!

Sedangkan, Queen mereka sedang meratapi seorang pria yang menjadi mangsa King.

"Sudah! Berhenti! Kamu bisa membunuhnya!" Peringat seorang gadis yang begitu ketakutan melihat kejadian tersebut.

Quenarra Auristela Kim (20), biasa disapa Quen oleh teman-teman di kampus. Nama dengan rupa seolah tak beda jauh, ia cantik dan menjadi ratu di setiap hati masing-masing pria tempat ia menimba ilmu saat ini, Universitas Indoraksa.

Diri Garra yang membabi buta, sempat terhenti melihat Quen yang ikut menjerit, melihat kekasih tercinta dipukul secara brutal oleh pemuda dingin itu.

"Kamu ingin dia begitu saja menyentuh tubuhmu? Baiklah. Kamu bisa melakukan hal itu pada malam pertama nanti bersamaku!" ucap Garra serius.

Garra Bhalendra (22) .Cowok cool, misterius, dan irit dengan kosa kata. Menjadi salah satu idola wanita di kampus. Mempunyai struktur tubuh perfeksionis, lengan kekar, dada bidang, dan pasti wajah tampan, siapa pun pasti akan tertarik melihat personality Garra. Kecuali Quen, ia sangat tidak suka dengan pria itu.

Begitu pun dengan Garra, ia sangat membenci Quen. Hingga sekarang tidak tahu alasan pasti apa. Setiap melihat Quen, ia akan langsung memasang wajah sangar dan paling sangar yang pernah ia ekspresikan kepada gadis itu. Sekarang pun bila dilihat, akan bertambah satu orang lagi masuk dalam daftar orang yang sangat ia benci. Pria yang sekarang sedang ia pukuli tanpa ampun, kekasih Quen.

"Lepas biadab! Aku tidak pernah punya masalah denganmu, Garra!"

Eder Shadrach (20). Pria dengan rambut hitam legam, berlesung pipit, yang juga menjadi idaman dari para gadis di kampus. Selain Garra, Eder pun menjadi salah satu yang terpopuler di kalangan para gadis. Sifat yang berbanding terbalik dengan Garra, menjadi nilai plus tersendiri bagi sebagian wanita yang mengagumi sosok kekasih Quen tersebut.

"Tidak pernah punya masalah denganku?! Kamu lahir ke dunia ini, itu merupakan satu masalahku!"

***

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE
5.0

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
SPEKTRUM HATI QUENARRA SPEKTRUM HATI QUENARRA Yunda DR Romantis
“"Kiri dan kanan. Sepasang kaki memang terlihat jalan beriringan, namun sadarkah Anda? Sepasang kaki jika berjalan tak pernah saling berpapasan. Bahkan, tak mampu untuk sekedar menyapa."-Garra Bhalendra "Tapi Anda melupakan sesuatu, sepasang kaki dialasi oleh sepasang sepatu. Saat berjalan memang tidak pernah kompak, tapi tujuannya selalu sama atau searah. Jadi, tak selamanya beda membawa petaka berujung pada perpisahan!" -Quenarra Auristela Kim. Menikah dengan orang yang kita cintai merupakan sesuatu yang wajar, tetapi bagaimana jika menikah dengan dengan orang yang sangat kita benci? Musuh bebuyutan di kampus? Inilah yang terjadi antara Garra dan Quenarra. Dua orang anak Adam yang tak memiliki perasaan sama sekali, jangankan cinta, suka pun tak pernah terbesit di dalam pikiran mereka. Tragedi itu berawal dari niat buruk Garra Bhalendra yang ingin membuat susah wanita yang sangat ia benci, yaitu Quenarra Auristela Kim dengan cara menikahinya. Perjodohan yang memang ingin dilakukan oleh kedua orang tua mereka, melancarkan aksi Garra tersebut mempermudah niatnya. Namun, Quen sudah memiliki seorang kekasih beda agama yang bernama Eder Shadrach. Kisah mereka bertiga pun dimulai, Quen tak dapat menolak lamaran Garra lantaran sayangnya kepada Tuan Daud, seorang single parents yang mengurus Quen dari kecil. Tetapi dibalik itu semua, ada sisi lain seorang Garra, sikapnya yang dingin ternyata menyembunyikan sebuah kisah rahasia di masa lalu bersama seorang wanita. Begitu pun dengan Eder, dibalik niat yang kuat untuk berpindah keyakinan muncul konflik yang membawanya pada perubahan. Apakah sebenarnya rahasia dari seorang Garra? Mampukah Quen bertahan dengan kehidupan pernikahan tanpa cinta? Konflik apa yang membawa perubahan pada Eder nantinya? Semuanya akan terjawab pada kisah spektrum hati Quenarra.”
1

Bab 1 Menikah

19/12/2021

2

Bab 2 Ranjang Hotel

19/12/2021

3

Bab 3 Cincin

19/12/2021

4

Bab 4 Niat untuk Menikah

19/12/2021

5

Bab 5 Alfa

20/12/2021

6

Bab 6 Tamu (Tak) Spesial

20/12/2021

7

Bab 7 Kesepakatan Keluarga

21/12/2021

8

Bab 8 Permainan

22/12/2021

9

Bab 9 Penuh Kejutan!

22/12/2021

10

Bab 10 Parkiran Langit

23/12/2021

11

Bab 11 Minuman Dua Warna

02/01/2022

12

Bab 12 Upik Abu

02/01/2022

13

Bab 13 Kembalinya Masa Lalu

07/01/2022

14

Bab 14 Sebuah Harap

07/01/2022

15

Bab 15 Tak Terduga

07/01/2022

16

Bab 16 Promise

07/01/2022

17

Bab 17 Tamu Bulanan

07/01/2022

18

Bab 18 Keputusan atau Keputusasaan

07/01/2022

19

Bab 19 Perjanjian

07/01/2022

20

Bab 20 Bekal Makanan

07/01/2022