Kehadirannya Membuatku Tersiksa

Kehadirannya Membuatku Tersiksa

Ilham junaedi

5.0
Komentar
Penayangan
25
Bab

Arlena tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis sejak menikah dengan pria asing melalui perjodohan yang mendadak. Ia hanya berharap pernikahan mereka berjalan biasa-tanpa drama, tanpa cinta, cukup saling menghargai. Namun, pria yang ia kira hanyalah suami biasa, ternyata menempel seperti lem super-manis. Perhatian, penuh misteri, dan selalu hadir saat Arlena menghadapi masalah. Ia menyelesaikan segalanya seolah dunia tunduk padanya. Suatu hari, Arlena menonton sebuah siaran tentang seorang miliarder tampan yang dikenal gila-gilaan mencintai istrinya. Seketika, matanya membelalak. Pria itu-dengan senyum yang sangat ia kenal-tak lain adalah suaminya sendiri. Dan sang "istri" yang disebut-sebut dalam wawancara itu... ternyata dirinya! Di balik pernikahan sederhana mereka tersembunyi rahasia besar-tentang kekuasaan, cinta sejati, dan seorang suami yang ternyata jauh dari biasa.

Kehadirannya Membuatku Tersiksa Bab 1 tidak pernah ada dalam rencana hidupnya

Arlena menatap sekilas ke jendela kamar hotel yang luas, matanya mengikuti cahaya senja yang memantul dari gedung-gedung kota metropolitan. Hatinya campur aduk antara cemas dan lelah. Lima hari sejak pernikahan mereka, ia sudah mulai mempertanyakan keputusan yang ia buat sendiri-atau mungkin keputusan yang dipaksa oleh keluarganya. Pernikahan mendadak dengan seorang pria asing-miliarder yang tak pernah ia temui sebelumnya-tidak pernah ada dalam rencana hidupnya.

Ia menghela napas panjang dan memejamkan mata, mencoba menenangkan pikirannya. "Arlena... ini hanya pernikahan biasa. Tidak ada cinta, tidak ada drama. Hanya saling menghargai." Ia menenangkan dirinya sendiri dengan mantra itu, berulang kali. Tapi setiap kali ia menatap wajah suaminya, perasaan itu runtuh seketika.

Pria itu, Arvan, bukan sekadar suami biasa. Dari awal, sikapnya berbeda. Ia tidak hanya menempel secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional-seperti bayangan yang selalu ada saat Arlena menghadapi kesulitan. Pertama kali mereka bertemu di aula pernikahan yang megah, Arlena hanya mengingat senyumannya yang dingin tapi menenangkan, sebuah senyum yang menandakan bahwa ia tidak akan membiarkan apapun terjadi pada istrinya-bahkan sebelum mereka saling mengenal.

Pada hari ketiga pernikahan, ketika Arlena hampir tenggelam dalam tumpukan dokumen pekerjaan yang harus ia selesaikan dari hotel, Arvan masuk dengan tenang membawa kopi dan sepiring kue hangat. "Kamu harus istirahat," katanya dengan nada yang lembut tapi tegas. Ia meletakkan secangkir kopi di meja, lalu duduk di kursi di seberang Arlena. Tatapannya menusuk, seakan membaca setiap pikiran yang berlarian di kepala istrinya.

Arlena mengangkat alis, setengah kesal, setengah terpesona. "Aku tidak butuh pengasuh, Arvan," katanya, mencoba terdengar tegas.

"Bukan pengasuh," jawabnya, senyum tipis menghiasi wajah tampannya. "Aku hanya suamimu. Dan aku ingin memastikan istriku baik-baik saja."

Kata-katanya sederhana, namun menimbulkan efek yang aneh di dada Arlena-adanya rasa aman sekaligus bingung. Ia menatapnya, mencoba memahami pria yang begitu misterius ini. Semua yang ia ketahui tentang Arvan hanyalah desas-desus dari keluarga dan media: seorang miliarder tampan, pemilik beberapa perusahaan besar, terkenal dingin dalam bisnis, dan konon... tidak pernah jatuh cinta pada wanita manapun sebelum pernikahan mereka.

Arlena menelan ludah, memalingkan pandangan ke laptopnya. "Aku tidak ingin pernikahan ini menjadi... terlalu dramatis. Kita bisa hidup normal, kan? Hanya saling menghargai."

Arvan mengangguk, tapi senyumnya tidak pudar. "Normal itu relatif, Arlena. Tapi aku setuju. Kita bisa memulainya dengan saling menghargai." Ia berdiri dan melangkah ke jendela, menatap kota yang mulai gelap diterangi lampu-lampu jalan. "Tapi jangan kaget kalau aku kadang... terlalu hadir."

Arlena menatapnya dari kursi, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ada sesuatu tentang cara Arvan berbicara-cara ia menekankan kata 'terlalu hadir'-yang membuatnya merasa dunia ini tiba-tiba lebih kecil, dan ia merasa... diawasi dengan cara yang hangat, bukan menakutkan.

Malam itu, setelah makan malam yang diantar ke kamar mereka oleh pelayan hotel, Arlena memutuskan untuk menonton berita televisi. Layarnya menampilkan berita tentang seorang miliarder tampan yang dikenal gila-gilaan mencintai istrinya. Reporter memuji dedikasi sang suami yang selalu memanjakan dan melindungi istrinya, dengan sederet foto-foto mewah dan momen intim yang diambil secara elegan.

Arlena menatap layar, matanya membelalak saat melihat pria yang familiar itu tersenyum di televisi-pria yang sama dengan suaminya, Arvan. Jantungnya seakan berhenti sejenak. Suara reporter melanjutkan, "Dan istrinya, tentu saja, adalah wanita yang selalu membuat dunia iri. Mereka tampak sempurna, dan kisah cinta mereka... luar biasa."

Arlena menunduk, memicingkan mata, lalu menatap layar lagi. Semua gambar yang ditayangkan, semua pujian yang terdengar-seseorang seakan sedang menceritakan kisah hidupnya sendiri. Dan yang lebih mengejutkan, mereka memanggil wanita itu dengan namanya: Arlena... tepatnya, nama yang sama dengan dirinya.

Ia menatap suaminya yang kini berdiri di belakang sofa, tersenyum tipis, seolah ia sudah mengetahui reaksi istrinya. "Aku tidak memberitahumu, karena aku ingin kamu menemukannya sendiri," katanya lembut. "Sekarang kamu tahu, kan?"

Arlena membeku, matanya mencari jawaban dalam tatapan Arvan. "Apa maksudmu...?" suaranya terdengar serak.

Arvan berjalan mendekat, menaruh tangan di bahunya. "Hidup kita mungkin terlihat sederhana bagi orang lain, Arlena. Tapi percayalah, di balik ini semua, ada alasan mengapa aku begitu... hadir. Dan ada alasan mengapa pernikahan ini harus terjadi dengan cara yang begitu mendadak. Semua untuk melindungi kamu... dan sesuatu yang lebih besar daripada kita berdua."

Arlena menelan ludah, dada terasa sesak. Ia ingin bertanya lebih jauh, tapi ada ketegangan yang membekap mulutnya. Suasana seolah dipenuhi misteri yang tidak bisa ia jelaskan. Ia merasa hidupnya berubah dalam sekejap-dari harapan sederhana menjadi labirin rahasia yang memusingkan.

Malam itu, Arlena sulit tidur. Bayangan senyum Arvan, siaran televisi, dan semua yang ia dengar menari-nari dalam kepalanya. Ia bertanya-tanya, siapa sebenarnya pria yang menikahinya? Mengapa pernikahan mereka begitu sempurna di luar, tapi penuh teka-teki di dalam? Dan yang paling penting... apa yang ia sembunyikan dari Arlena, istrinya sendiri?

Pagi berikutnya, Arlena bangun lebih awal. Matahari baru saja menembus tirai kamar, menyinari wajahnya yang pucat karena kurang tidur. Ia menemukan catatan kecil di meja dekat tempat tidurnya, ditulis dengan tinta hitam rapi:

"Arlena, aku tahu ini membingungkan. Tapi percayalah, kamu tidak akan pernah sendirian. Segalanya akan aku jelaskan... pada waktunya."

Tidak ada tanda tangan, hanya tulisan yang ia kenal: tulisan Arvan, rapi, elegan, seperti dirinya-selalu terkendali. Arlena memegang catatan itu, perasaan campur aduk antara takut, penasaran, dan sedikit lega. Ia tahu, meskipun pernikahan mereka penuh misteri, ia tidak bisa mengingkari satu hal: kehadiran Arvan memberinya rasa aman yang aneh.

Hari itu, Arlena memutuskan untuk berjalan-jalan di taman hotel. Udara pagi yang segar, bau bunga, dan kicauan burung seakan menenangkan pikirannya. Namun, ia sadar-tidak ada yang normal dalam hidupnya sekarang. Semua tampak biasa di luar, tapi setiap langkah, setiap tatapan, seolah diselimuti rahasia besar.

Ia berhenti di bangku taman, menatap kolam yang tenang, dan berbisik pada dirinya sendiri: "Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang disembunyikan Arvan... dan mengapa aku merasa... semua ini baru permulaan?"

Sementara itu, jauh di sudut kota, Arvan mengawasi segala sesuatu dari layar pribadinya. Telepon, kamera, laporan-semuanya. Ia tersenyum tipis, menatap nama Arlena di daftar kontaknya. "Kamu akan mengerti, Arlena... semuanya akan jelas nanti. Dan ketika saat itu tiba, kamu tidak akan bisa menolak hidup ini bersamaku."

Dan begitu, kehidupan Arlena yang semula sederhana dan tenang berubah selamanya. Ia baru saja melangkah ke dunia yang penuh rahasia, misteri, dan cinta yang mungkin lebih kuat dari yang pernah ia bayangkan.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Ilham junaedi

Selebihnya

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Kehadirannya Membuatku Tersiksa Kehadirannya Membuatku Tersiksa Ilham junaedi Romantis
“Arlena tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah drastis sejak menikah dengan pria asing melalui perjodohan yang mendadak. Ia hanya berharap pernikahan mereka berjalan biasa-tanpa drama, tanpa cinta, cukup saling menghargai. Namun, pria yang ia kira hanyalah suami biasa, ternyata menempel seperti lem super-manis. Perhatian, penuh misteri, dan selalu hadir saat Arlena menghadapi masalah. Ia menyelesaikan segalanya seolah dunia tunduk padanya. Suatu hari, Arlena menonton sebuah siaran tentang seorang miliarder tampan yang dikenal gila-gilaan mencintai istrinya. Seketika, matanya membelalak. Pria itu-dengan senyum yang sangat ia kenal-tak lain adalah suaminya sendiri. Dan sang "istri" yang disebut-sebut dalam wawancara itu... ternyata dirinya! Di balik pernikahan sederhana mereka tersembunyi rahasia besar-tentang kekuasaan, cinta sejati, dan seorang suami yang ternyata jauh dari biasa.”
1

Bab 1 tidak pernah ada dalam rencana hidupnya

09/11/2025

2

Bab 2 penthouse milik suaminya

09/11/2025

3

Bab 3 banyak hal itu menyangkut dirinya sendiri

09/11/2025

4

Bab 4 Tidak ada yang salah secara nyata

09/11/2025

5

Bab 5 instingnya

09/11/2025

6

Bab 6 rekaman

09/11/2025

7

Bab 7 Orang itu bahkan memiliki pengaruh

09/11/2025

8

Bab 8 kontrak yang dibatalkan

09/11/2025

9

Bab 9 sasaran mereka bukan hanya perusahaan

09/11/2025

10

Bab 10 menjadi tanggung jawabku

09/11/2025

11

Bab 11 menghancurkan citra

09/11/2025

12

Bab 12 bergerak tanpa henti

09/11/2025

13

Bab 13 sederhana ke luar kota

09/11/2025

14

Bab 14 amarah yang belum reda

09/11/2025

15

Bab 15 Kau bangun juga akhirnya

09/11/2025

16

Bab 16 aku ingin kembali utuh

09/11/2025

17

Bab 17 selama ini terlalu sibuk dengan dirinya sendiri

09/11/2025

18

Bab 18 tanpa harus berkata banyak

09/11/2025

19

Bab 19 Tidak tahu jalan pulang

09/11/2025

20

Bab 20 kenapa kau memilih acara ini

09/11/2025

21

Bab 21 Aku punya rencana berbeda hari ini

09/11/2025

22

Bab 22 membuat kita memahami batas diri sendiri

09/11/2025

23

Bab 23 kau butuh alasan untuk tetap di dapurku

09/11/2025

24

Bab 24 menikmati momen

09/11/2025

25

Bab 25 sesuatu yang lebih pribadi

09/11/2025