Maria Susan
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Maria Susan
Jangan Pernah Mengkhianatiku
Romantis Arvella Siregar adalah seorang perempuan yang hidupnya hancur karena pengkhianatan dan kekejaman suaminya, Rivan Kresna. Penyiksaan yang ia alami tak hanya meninggalkan bekas fisik yang sulit disembuhkan, tapi juga trauma yang menghantui pikirannya. Suatu malam, Arvella memutuskan melarikan diri dari kehidupan yang penuh kegelapan itu, hingga ia tersesat di tengah hutan belantara yang asing baginya.
Di tengah kesunyian hutan yang menakutkan, Arvella diselamatkan oleh seorang lelaki misterius bernama Kael Mahendra. Kael, sosok pendiam namun kuat, memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa di alam liar. Dengan bantuan Kael, Arvella mulai belajar menyesuaikan diri dengan kerasnya kehidupan di hutan, dari membangun tempat berteduh hingga mencari makan dan menghindari bahaya. Perlahan, luka batin Arvella mulai mendapatkan sedikit ketenangan, meski bayang-bayang masa lalunya tetap menghantuinya.
Seiring waktu, Arvella bertemu dengan kelompok orang-orang yang memiliki kemampuan unik-ada yang ahli beladiri, ada yang memiliki naluri tajam, bahkan beberapa mampu membaca bahasa alam. Bersama mereka, Arvella belajar lebih dari sekadar bertahan hidup: ia belajar menjadi tangguh, mandiri, dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri.
Namun, hutan belantara bukan satu-satunya tempat yang menyimpan rahasia. Arvella menemukan fakta mengejutkan: kecelakaan yang menimpa dirinya saat masih bayi dan kematian kedua orang tuanya ternyata bukan kebetulan. Semua itu adalah hasil dari rencana jahat seseorang yang ingin menghapus seluruh keluarganya. Lambat laun, potongan-potongan kebenaran mulai terkuak, dan benih dendam tumbuh di dalam diri Arvella.
Ditemani Kael, yang tanpa sadar telah mencuri hatinya, Arvella bersiap menghadapi dunia yang kejam di luar hutan. Dengan tekad membara, ia menyiapkan diri untuk membalas dendam atas kematian orang tuanya, meski nyawanya sendiri menjadi taruhan. Setiap langkah membawa Arvella lebih dekat pada jawaban tentang asal-usulnya, sekaligus menempatkannya dalam konflik yang berbahaya dengan musuh-musuh yang kuat dan licik.
Perjalanan Arvella adalah tentang menemukan kekuatan, menghadapi luka masa lalu, dan menentukan nasibnya sendiri-sebuah perjalanan yang akan mengubahnya dari seorang korban menjadi sosok perempuan tangguh yang tak bisa dipandang remeh. Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
Romantis Terseret dalam lumpur gelap dunia mafia, aku bertekad mencari celah untuk keluar. Aku hanya ingin hidup damai, jauh dari kekacauan dan darah. Meski bercita-cita untuk dikenal, aku ingin dikenal tanpa harus tampil di depan sorotan. Ya, aku memang setertutup itu.
Namun, takdir sepertinya punya selera humor yang kejam. Di tengah perjalanan kuliahku, ibuku memutuskan menikah dengan mantan bos besar mafia. Dan dari pernikahan itu, aku mendapat satu sosok yang tak pernah kuharapkan: Kaelion Verez Montefalco, pewaris tunggal dan kepala mafia Italia Selatan.
Pria itu adalah badai dalam hidupku. Dia menjeratku dalam jaring yang tak bisa kuputus. Dia mengatur langkahku, mengubah arah mimpiku, bahkan menentukan napas yang boleh kuhela. Ke mana pun aku melarikan diri, dia selalu di sana-menatap, mengawasi, mengancam.
Kaelion ingin aku tunduk pada aturannya. Dia dingin, kejam, dan terlalu terbiasa mendapatkan apa pun yang dia mau. Sementara aku berjuang untuk mempertahankan kebebasan, dia berjuang untuk menghancurkannya. Dan sebesar kebencianku padanya... sebesar itulah obsesi dia padaku. Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Pernikahan Kilat dengan Ayah Sahabatku
Rowan Blake Sejak kekaisaran keluargaku runtuh, aku hidup sebagai anak asuh yang menyedihkan di bawah kendali Anson Wijaya. Dia menguasai seluruh warisan keluargaku yang baru bisa kusentuh jika aku berusia dua puluh lima tahun, atau menikah.
Namun malam ini, di bawah lampu gantung mewah, Anson dengan bangga mengumumkan pertunangannya dengan Claudia—gadis yang selalu merundungku dan menjadikan hidupku seperti di neraka.
Anson menatapku dengan senyum penuh kemenangan, memeluk pinggang Claudia dengan posesif. Tawa ejekan Claudia menembus telingaku, sementara pelayan dengan sengaja menumpahkan sampanye ke gaun murahku tanpa meminta maaf. Di mata mereka, aku hanyalah kasus amal yang hina. Aku akhirnya sadar, janji Anson untuk "melindungiku" adalah kebohongan. Dia hanya ingin mengurungku dalam sangkar emasnya selamanya dan merampas semua milikku.
Dadaku sesak dan napasku tercekat. Tetap berada di bawah kendalinya adalah hukuman mati seumur hidup. Aku butuh perisai. Aku butuh tembok baja yang tidak akan pernah bisa dipanjat oleh pria bajingan itu.
Dalam keputusasaan yang mencekik, aku melarikan diri ke perpustakaan gelap dan menabrak dada bidang seorang pria.
Damian Soerjadinata. CEO paling berkuasa, pria paling ditakuti di kota ini, dan... ayah dari sahabatku sendiri.
Menatap mata gelapnya yang menakutkan, naluri bertahan hidupku mengambil alih.
"Bawa aku pergi. Nikahi aku."
Aku pikir dia akan menganggapku gila dan mengusirku, tapi raksasa industri yang dingin itu justru mengunci pintu, meletakkan selembar dokumen pernikahan di atas meja marmer, dan menatapku dengan intensitas yang mematikan.
"Tanda tangan." Misteri Birahi Kampung Cilendir
Citra Cinta "Terjebak Gairah Ustazah"
Di balik kerudung panjang dan lantunan ayat suci, tersembunyi gejolak yang tak terucap. Reza, seorang duda muda yang baru pindah ke lingkungan baru, tak pernah menyangka bahwa ketenangan hidupnya akan terusik oleh pesona seorang ustazah muda bernama Naila. Dikenal santun, lembut, dan salehah, Ustazah Naila diam-diam menyimpan perasaan yang sulit ia kendalikan. Setiap tatap, setiap sentuhan yang tak sengaja, menciptakan dilema iman dan hasrat yang mengoyak batas norma.
Ketika nasihat berubah menjadi bisikan lembut di senja hari, dan doa menjadi alasan untuk bertemu lebih lama, akankah keduanya mampu bertahan dalam jeratan rasa? Atau justru terjerumus dalam api yang mereka nyalakan sendiri?