Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Karl Dermody

3 Buku yang Diterbitkan

Buku dan Cerita Karl Dermody

Menikahi Paman Pendiam dari Mantan Tunanganku

Menikahi Paman Pendiam dari Mantan Tunanganku

Modern
5.0
Dua puluh menit sebelum pemberkatan pernikahanku dengan pewaris Dinasti Wijaya, aku berdiri di depan pintu Presidential Suite. Bukannya antisipasi bahagia, aku malah mendengar erangan serak dan cekikikan dari dalam kamar. Ternyata, tunanganku Hugo sedang bergumul di atas ranjang dengan kakak tiriku, Flora, yang dengan bangga memakai kalung berlian pengantinku. Saat aku memergoki mereka, Hugo sama sekali tidak panik atau merasa bersalah. "Jangan khawatirkan orang udik itu," geram Hugo pada Flora. "Setelah pernikahan selesai dan dana perwalian cair, aku akan membuang sampah itu kembali ke kampungnya. Aku cuma butuh akta tanahnya." Ternyata, perjanjian pranikah bernilai miliaran dolar yang baru saja kutandatangani hanyalah jebakan untuk merampas satu-satunya harta peninggalanku. Aku tidak berteriak histeris atau menangis tersedu-sedu seperti pengantin yang patah hati. Rasa mual di perutku seketika membeku, digantikan oleh ketenangan yang sangat mengerikan dan dingin. Selama ini aku ditindas dan dijual oleh ibu tiriku untuk melunasi utang judinya, dan sekarang keluarga kaya ini mengira mereka bisa memanfaatkanku sebagai pion yang bodoh. Aku mengambil korek api, membakar dokumen pranikah itu, dan menahannya tepat di bawah detektor asap. Saat alarm menjerit dan lumpur hitam berbau busuk dari penyiram air mengguyur tubuh telanjang mereka, aku membuka pintu kamar lebar-lebar untuk membiarkan para paparazzi memotret skandal abad ini. Karena mereka ingin bermain kotor, aku akan menggunakan aturan main mereka sendiri. Aku tidak akan melarikan diri, aku akan menikahi paman Hugo yang sedang koma—sang legenda keluarga Wijaya yang ditakuti—untuk menjadi nyonya besar dan menghancurkan mereka semua dari dalam.
Setelah Perceraian, Suami Saya Sangat Menyesal

Setelah Perceraian, Suami Saya Sangat Menyesal

Romantis
5.0
Pada ulang tahun ketujuh pernikahan kami, Alan Begum dan saya terlibat dalam pertengkaran sengit karena keputusan saya untuk memilih tidak memiliki anak, dan semuanya berakhir dengan perasaan kecewa. Kemudian, saya melihat sebuah unggahan di media sosial dari teman masa kecilnya, Danna Ahmed. "Sejak kamu masuk ke dunia balapan hingga sekarang menjadi terkenal, aku selalu ada di sisimu, dan hanya aku yang selalu menemanimu." Dia juga memposting foto dirinya bersama Alan dan rekan-rekan tim lainnya. Rekan-rekan tim menunjukkan ekspresi menggoda saat memandang mereka, sementara Alan dan Danna saling bertukar senyum, tampak seperti pasangan. Namun selama tujuh tahun ini, dia tidak pernah mengizinkan saya mengunjungi acara balapannya atau bertemu dengan rekan-rekan timnya. Setiap kali saya bertanya, dia akan meyakinkan saya dengan lembut dan sabar. "Ada balapan yang mendebarkan di sirkuit. Itu terlalu berbahaya. Kamu adalah orang yang paling kusayangi, dan aku akan sangat sedih jika kamu terluka." Namun ketika saya terus mendesak, sikap lembutnya sering berubah menjadi ketidaksabaran. Kami telah menikah selama tujuh tahun, dan ternyata orang terpenting di hatinya adalah cinta monyetnya, Danna. Tanpa keributan, saya dengan tenang melepas cincin saya, menyusun pesan, dan mengirimkannya kepadanya. "Alan, mari kita bercerai." Kemudian saya mengenakan sarung tangan hitam yang telah disimpan dalam lemari selama bertahun-tahun. Sejak kapan balapan yang mendebarkan menjadi berbahaya?