Andika Dwi Saputra
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Andika Dwi Saputra
Lelaki Itu Membeliku Bukan Mencintaiku
Romantis Malam di Kota Penuh Dosa selalu membawa dua wajah-gemerlap yang memabukkan dan kegelapan yang menelan hidup banyak orang. Vania, seorang mahasiswi cerdas, harus menjalani kehidupan ganda. Siang hari ia duduk di bangku kuliah dengan mimpi besar, namun malam hari ia menjual diri di klub malam demi melunasi hutang orang tuanya dan menyekolahkan adiknya yang masih kecil.
Segalanya berubah ketika ia bertemu Reza, pemuda tampan dari keluarga kaya yang hidupnya kacau karena luka masa lalu. Pertemuan mereka di sebuah hotel mewah menjadi awal dari hubungan berbahaya-pertemuan yang awalnya hanya transaksi, tapi kemudian berubah menjadi keterikatan emosional yang tak mereka duga.
Bagi Vania, Reza bukan sekadar klien. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat Vania merasa berbeda-antara benci, takut, tapi juga penasaran. Sementara bagi Reza, Vania adalah pelarian sekaligus candu, sosok yang tanpa sadar menantang hidupnya yang penuh amarah dan kesepian.
Namun, jalan yang mereka pilih tidak mudah. Masa lalu kelam, hutang budi, rasa bersalah, serta ancaman dari dunia yang terus menuntut keduanya, membuat hubungan mereka dipenuhi konflik. Antara cinta dan kehancuran, antara pengorbanan dan harga diri-mampukah mereka menemukan arti kebebasan sejati? Rahim Yang Mengkhianati
Romantis Rafif tak pernah menyangka hidupnya akan tersandung pada kenyataan pahit itu. Dokter dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak bisa memiliki anak, bahwa impiannya untuk memiliki keluarga sendiri seolah tertutup untuk selamanya.
Namun, beberapa minggu kemudian, Lina-istrinya-datang dengan senyum lebar yang sulit dibendung. "Rafif... aku hamil," katanya sambil menahan bahagia.
Rafif seketika terpaku. Rasa bahagia seharusnya muncul, tapi hatinya malah hancur berkeping-keping. Bagaimana mungkin? Ia dinyatakan mandul, dan kini Lina mengatakan ia mengandung anaknya?
Ketika Rafif masih berusaha menenangkan dirinya, Ibu datang. Mata ibunya menyiratkan sesuatu yang tak menyenangkan. Tanpa berkata banyak, ia menyerahkan sebuah ponsel yang menampilkan foto-foto Lina bersama pria lain.
Segala rasa sakit, curiga, dan pengkhianatan menghantam Rafif sekaligus. Di dalam kepalanya, pertanyaan terus berputar tanpa jawaban: apakah Lina benar-benar berselingkuh? Ataukah ada rahasia lain yang selama ini disembunyikan darinya? Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Pernikahan Kilat dengan Ayah Sahabatku
Rowan Blake Sejak kekaisaran keluargaku runtuh, aku hidup sebagai anak asuh yang menyedihkan di bawah kendali Anson Wijaya. Dia menguasai seluruh warisan keluargaku yang baru bisa kusentuh jika aku berusia dua puluh lima tahun, atau menikah.
Namun malam ini, di bawah lampu gantung mewah, Anson dengan bangga mengumumkan pertunangannya dengan Claudia—gadis yang selalu merundungku dan menjadikan hidupku seperti di neraka.
Anson menatapku dengan senyum penuh kemenangan, memeluk pinggang Claudia dengan posesif. Tawa ejekan Claudia menembus telingaku, sementara pelayan dengan sengaja menumpahkan sampanye ke gaun murahku tanpa meminta maaf. Di mata mereka, aku hanyalah kasus amal yang hina. Aku akhirnya sadar, janji Anson untuk "melindungiku" adalah kebohongan. Dia hanya ingin mengurungku dalam sangkar emasnya selamanya dan merampas semua milikku.
Dadaku sesak dan napasku tercekat. Tetap berada di bawah kendalinya adalah hukuman mati seumur hidup. Aku butuh perisai. Aku butuh tembok baja yang tidak akan pernah bisa dipanjat oleh pria bajingan itu.
Dalam keputusasaan yang mencekik, aku melarikan diri ke perpustakaan gelap dan menabrak dada bidang seorang pria.
Damian Soerjadinata. CEO paling berkuasa, pria paling ditakuti di kota ini, dan... ayah dari sahabatku sendiri.
Menatap mata gelapnya yang menakutkan, naluri bertahan hidupku mengambil alih.
"Bawa aku pergi. Nikahi aku."
Aku pikir dia akan menganggapku gila dan mengusirku, tapi raksasa industri yang dingin itu justru mengunci pintu, meletakkan selembar dokumen pernikahan di atas meja marmer, dan menatapku dengan intensitas yang mematikan.
"Tanda tangan."