icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Scarred Hearts

Bab 2 Teman dari Masa Lalu

Jumlah Kata:1072    |    Dirilis Pada: 06/12/2021

a terlihat lebih segar pagi ini. Setelah mengantar Annanda ke Taman Kanak-Kanak, har

ahannya dengan Aryadi. Kini, Annanda telah tumbuh menjadi seorang anak yang ceria, dan Arion telah

h membicarakannya dengan Mas Arya, dan diijinkan untuk kembali be

uaminya sangat perhatian dan penuh cinta. Aly

engecek arlojinya sekali lagi sambil melangkah menuj

jemput Nanda, ya. Biar

celemek yang ia gunakan, tersenyum pada Alyash

makan siang di rumah nanti. Mau langsung pergi ker

k, N

meluncur pergi mengg

keluar menuju jalan besar, lalu lintas yang sibuk dan padat langsung menyambu

sebagai model. Kini, ia memilih untuk mencoba karier baru seba

i adalah bekas mentor Alyasha sewaktu ia baru merintis karier sebagai seorang model. Lars Andersen, adalah nama mantan mentor Alya

mun, belum sampai di kantor Lars, Alyasha merasa seseorang menepuk bahunya pelan

menatap Alyasha dengan mata biru yan

h tangannya menutup mulut tidak percaya

is," Juan t

saya," lanjut Juan dalam bahasa Ind

meninju lengan Juan main-main, kemudia

il membalas pelukan Aly

ejutnya berkurang. "Kamu menghilang begitu saja setelah Charity Gala

tu, Queenie, aku tidak sempat mengabarimu dan yang lai

ahnya yang tinggal di Belgium bers

nak karena mengomeli sahabatnya

Juan. Aku tu

h baik sekarang. Makanya, aku diber

bawah bimbingan Lars. Sifat Juan yang easy going dan periang membuat Alyasha gampang akrab dengannya. Persahabatan mereka

kamu menjadi mentor sekarang," tanya Jua

n wajahnya. "Ini hari pertamaku. Aku ingin meliha

u mempertanyakan kualifikasi

'Queen'nya itu. Meski Alyashaemang pantas menyandang gelar itu, ia tetap saja merasa malu jika ora

brol sepanjang jala

*

menjemput. Anak berusia lima tahun itu memerhatikan ujung sepatu putihnya yang dikotori d

nya jadi kotor. Itu adalah hadiah hari

n di seputaran halaman. Kali ini berhati-hati dan memastikan tid

rmain di sekitar sana. Mereka juga sama s

. Senang karena ia bisa dengan cepat menghafal liriknya, Anananda tidak s

an

ang di bibirnya begitu melihat sosok sang ibu di gerbang TK melangkah ke arahnya. I

bu

hnya begitu saja ke arahnya. Ia tertawa ketika

ekolahnya? M

ali. Membuat rambut merah gelapnya y

nnanda untuk menuju mobilnya yang ter

nyi! Nanda s

dengan suara cempreng k

gadis cilik itu tak henti-henti

pulang telat lag

k lagi ada latihan

awaban ibunya. Ia ingin cepat-cepat menyanyi

las, dan tidak tahan untuk tak menoe

a mau ajak Nanda ke toko

u. Berbagai macam buku mewarnai dan buku cerita bergam

i mengoceh soal buku-buku yang akan

di sepanjang perjalanan pulang, Alyasha mer

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Tuan Putri Kecil2 Bab 2 Teman dari Masa Lalu3 Bab 3 Kecurigaan4 Bab 4 Sekretaris Baru Sang Suami5 Bab 5 Kebohongan6 Bab 6 Kekecewaan Hati7 Bab 7 Keyakinan Kembali8 Bab 8 Hati yang Patah9 Bab 9 Pada Kehangatan Tubuh yang Lain10 Bab 10 Pengkhianatan11 Bab 11 Dua Orang yang Saling Mengkhianati12 Bab 12 Perselingkuhan Ibu13 Bab 13 Kekhawatiran Annanda14 Bab 14 Perselingkuhan Ayah15 Bab 15 Kehangatan yang Perlahan Menghilang16 Bab 16 Mabuk17 Bab 17 Pertengkaran Besar18 Bab 18 Hancur Perlahan19 Bab 19 Ikatan yang Perlahan Terurai20 Bab 20 Kebencian21 Bab 21 Anak Haram22 Bab 22 Ke Sisi Gelap23 Bab 23 Selamat Ulang Tahun24 Bab 24 Dan Kehidupan Tetap Berputar25 Bab 25 Arion Memberi Mereka Pelajaran26 Bab 26 Cinta27 Bab 27 Kesalahan Besar28 Bab 28 Pembalasan29 Bab 29 Hamil di Luar Nikah30 Bab 30 Pelecehan Annanda31 Bab 31 Di Pangkuan Bi Titin32 Bab 32 Awal Petaka33 Bab 33 Keputusasaan34 Bab 34 Tuduhan yang Salah35 Bab 35 Niko36 Bab 36 Hati yang Koyak dan Berdarah37 Bab 37 Gugatan Cerai Mas Arya38 Bab 38 Awal Perpisahan39 Bab 39 Kecelakaan40 Bab 40 Kekalutan Aryadi41 Bab 41 Kehilangan42 Bab 42 Hadiah untuk Annanda43 Bab 43 Tangan yang Berlumur Darah44 Bab 44 Cinta yang Seperti Hujan45 Bab 45 Rasa Takut46 Bab 46 Rumah Senja47 Bab 47 Pertemuan48 Bab 48 Tidak Kenyang Memakan Gosip49 Bab 49 Bersembunyi di Balik Kepalsuan50 Bab 50 Tertimpa Pot Bunga. Dengan Tanah dan Bunga-unganya Sekalian51 Bab 51 Hidup Bersama52 Bab 52 Sang Pelaku53 Bab 53 Lembar Baru54 Bab 54 Menemukanmu55 Bab 55 Mengutarakan Perasaan56 Bab 56 Benih-Benih Cinta57 Bab 57 Alasan Untuk Membela Diri58 Bab 58 Teman-Teman Arga59 Bab 59 Niko Menciumnya. Tunggu, Apa 60 Bab 60 Annanda Menggalau61 Bab 61 Arga Mengkesal62 Bab 62 Friends with Benefit63 Bab 63 Susah Dijelaskan, Mending Ciuman64 Bab 64 Perasaan yang Tidak Menentu65 Bab 65 Breakdown