icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kekasih Dari Neraka

Bab 4 Anak Sultan

Jumlah Kata:1072    |    Dirilis Pada: 20/11/2022

jurus menuju garasi di samping. Sementara penjaga gerbang telah siap siaga m

angat terjaga, membuat aku susah untuk keluar sesuka hati. Namun, belakangan hari mereka berd

am, Den ...,

il seraya membuang ta

i bergerak sejurus menuju ruangan yang menghubungkan antara bagasi dengan tempat non

emua dan tetap bergerak untuk menaiki lantai dua. Setibanya di a

seseorang, dari nada s

ar akan sakit telinga. Sudah pasti akan mengintrogasi diri ini. Pulang jam segin

kamu, Drew?

mutar badan. "Apa, sih, Ma

anya, tetapi dari mana

ri kantor, ban mobi

aya itu pun bergeming di samping badan, lalu dia menyentuh pundakku p

Ayah sudah tahu kalau kamu tadi lagi bocor b

masuk kamar. Kan, ma

Yuk, kita nonton lagi di ruang tamu." Terdengar sa

atas dipan, badan pun mendudukkan diri seraya menatap sejurus menuju kamar m

aku bergerak menuju kamar mandi dan menatap cermin berbentuk lingkaran. Pantulan

dengan otot. Aku tanpa jemu menatap pantulan sosok diri dan bangga akan

lantai dua. Tepat di meja makan, ayah dan ibu sedang berbinca

i mendudukkan badan sembari mengambil piring. Wanita yang mengenakan sang

ngomong sama kam

apa, Ma?" tan

h ingin sekali gendong cucu, karena

e

hu

n batuk dan menghentikan aks

an-pelan, Le ...

ap piring dan nasi. Untuk menjawab, rasanya mulut enggan dan tidak kuasa memberi

u berusia tiga puluh tahun ke atas. Untuk bersikap dewasa pada diri sendiri

erkataan mama, Drew

t kalau usia dua puluh enam tahun. Yang enggak-e

a mama dan Ayah juga menikah saat usia du

k menikah. Lagian ... dia belum bisa memiliki pengalaman mengurus pe

ak padaku malam ini. Setelah sekian lama si ayah menurut denga

gak pernah dukung mama, sama a

ktanya, lelaki paruh baya itu benar karena aku belum paham dengan perusahaan. Ala

banyak biar se

n sama saja berdua, suka sekali m

aunya kami. Emang enak, kami juga manusia kali. En

anita paruh baya itu tidak boleh terlalu lelah. Ibu memiliki penyakit jantung, dan komplikasi

dada. Tidak berapa lama, ayah pun membangkitkan badan seraya duduk di sampingku. Tatapa

itu ekspresinya?" ta

cuma mau bilang sesuatu s

sebuah sosok yang bukan ayah. Karena dia tidak pern

omong apa? Ayo, ka

liah sampai Amerika. Pesan dari ayah, kamu harus benar-benar serius belajar di pe

an yang selama ini kupikul ternyata tercetus dari mulut ay

u dapati ke depannya. Namun, sebagai manusia yang masih punya Tuhan, aku sekadar

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka