icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Nona Manis Melawan Tuan Muda

Bab 2 Keluh kesah pegawai Club

Jumlah Kata:1256    |    Dirilis Pada: 20/08/2022

lupa dengan tatapan seolah kasir itu akan berterima kasih kepada Tuh

yang bergosip dan memberinya tatapan sinis. Clara tak perduli dengan itu dan ini j

eka telah menerima reservasi untuk seluruh klub untuk sebuah pesta yang cukup besar. Juga beberapa putra konglomerat kaya tampaknya memilih cl

b yang cukup terkenal di tengah Neo City. Kesibukan dari banyaknya pekerj

pesta besar malam ini!" rekan kerja yang lebih tua dari Cla

ta memiliki lebih banyak

benci bos mereka di tempat kerja. Tapi, tidak dengan sebuah pesta besar seperti malam ini. Itu artinya, bahwa semua orang ingin merayakan malam

ada di dalam bayangannya. Dia tidak ingin melihat tubuh telanjang siapa pun di bawah lampu neon disko

engan penuh semangat. "Mungkin salah satu dari mereka akan melempar uang ribuan dolar k

kir sejenak. "Itu akan sangat b

lub itu memberikan intruksi. "Kita buka setengah jam lagi, dan semuan

b para pekerja

u dan musik, mencatat nama tamu yang akan datang malam ini, bahkan mengelap lantai dan sofa. Tidak lupa

lekuk badan mereka, juga tidak lupa dengan pria yang mereka gandeng. Semua pria kaya itu mengenakan kemeja dan jas yang tampak sangat mahal. Sedangkan C

nya, tidak ada orang kaya atau penting yang datang lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Tapi bagi

mengambil waku istirahat sejenak di luar Club yang menyesakkan itu. Clara keluar dari pintu khusus pa

an dirinya bisa mendapatkan uang dengan cara yang lebih baik, Clara sudah dari lama meninggalkan tempat sialan ini pastinya. Sayangny

t. Pria itu tamppak tinggi dengan bahu lebar dan juga mengenakan setelan jas yang sangat rapi. Wajahnya tertutup bayangan, t

taf/pekerja. Mencurigakan bukan? Tanpa berpikir panjan

" Tanya Clara dengan lantang. Pria itu ter

ap pria itu sembari berba

da di sini? Apa yang sedang

gatur napas sebelum aku masuk lagi, kepala ku

itu adalah seorang penjahat yang sedang merencanakan sesuatu kan? Clara kemudian semakin waspada dan mulai meny

hol darinya. Pria itu sudah kemungkinan besar memang masih sadar, namun Tuhan tahu seberapa sering Clara m

tah gadis itu. "Kau

n berani. "Aku hanya mempersiapkan diriku untuk nanti. Pesta yang s

awab Clara

ongan samar untuk mendepak si pria menyebalkan ini, tampaknya pria ini tidak jauh beda

ngenal dirimu?" Clara bertanya

ak perduli sedikitpun. Gadis itu kemudian melihat sekilas arlojinya. Istirahatnya hampir selesai. "Aku bahkan

cegah pria itu saat Clara h

bayar untuk berdiri di gang dan beristirahat saja. Apalagi unt

senang nanti." ucap Clara sembar

na?" pria itu ber

siapa namaku," jawab Clara

ari sana. Dia tidak perduli dengan pria t

melihat punggung gadis itu yang kini sudah menghilang dari padangannya, tetapi dalam waktu singkat itu

merasa tertarik dengan hidupnya dalam waktu yang cukup lama setelah mendapatkan apa yang ia inginkan selama ini,

ena gadis yang enggan membe

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka