memantul dari tumpukan salju yang murn
lobi gedung apartemenku,
selain bekas gigitan Dante y
rotoar, duniaku terkoyak oleh k
mengerumuni pintu masuk seperti bu
memb
eka. Namun pagi ini, para pria itu
mereka tahu aku mulai kehilangan muka dan karena
avallaro!
menghabiskan mal
nda akan
itu bagaikan peluru. A
bos ke depan, mengacungkan
inya. Jessica. Teman
belah keriuhan. "Bagaimana rasanya menja
reda. Mereka men
yum-lengkungan kejam dan p
katiku. "Dia bilang kau menggunakan kontrak untuk merebut pria
nan yang familier
n sek
jangan
hindarinya, tetapi sia-sia
ya kau terlihat begitu kuyu? Apakah rasa bersalah menggerogotimu hidup-h
api itu sudah cukup.
atnya. Cairan kental dan panas memancar da
nodai salju di kerah mantel putihku den
berbunyi bertubi-tubi dengan heboh, m
r, menatap darah di per
r dengan rasa muak. "Menjijikkan sekali
ntuk mencari tisu. A
untuk menyeka wajahku, yang hanya membuat warna
Penglihatanku mulai k
iwara," kataku. "A
emutar bo
a. "Itu trik paling k
eruk
mpakkannya. Sekarang setela
Aku tidak punya tenag
bali ke dalam gedung, meninggalkan
/0/36661/coverbig.jpg?v=20260921174458&imageMogr2/format/webp)