icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terlambat Menyesal: Adik Tiriku Kini Sang Pewaris

Bab 6 

Jumlah Kata:740    |    Dirilis Pada: Hari ini17:38

sa mengantuk dan tubuhnya terasa berat. Setelah mandi air han

umah besar itu. Dia sudah mulai terbiasa. Dia tid

in

esan masuk. Dia mengambilnya dan me

22.00 pada 25 Agustus. Ingatlah untuk membawa semua dokumen

rgumam pada dirinya sendiri, "Tinggal tujuh

ke depan memiliki sebuah ca

diah ulang tahun terbaik yang

ya, memastikan semuanya lengkap. Lalu dia mengemasi semua barang la

rang dan bersiap memasukkannya ke da

matanya tertuju pada tu

bawa kantong-kantong itu terlebih dahulu. "Aku meminta barang-barang beka

Jelita berbeda akhir-akhir ini, tetapi dia tidak tahu pasti apa yang telah berub

usat kota," katanya, mengalihkan pembicaraan. "Di

temen Laut Biru, tanpa keberadaanny

nya dan Citra, bersiap untuk pergi lagi. Terdorong oleh dorongan sesaat

ara setiap tahunnya. Tahun ini seharusnya menjadi tahun yang kesepuluh. Sep

sepuluh tahun. Dia ingin mengucap

ggan memberikan kepastian. Dia mendo

up membuat hati Jelita sedik

urat cinta yang telah dia tulis untuk pria itu. Namun saat dia membukanya, laci itu kosong. Dia sudah membu

membukanya perlahan. Lembaran-lembaran yang menguning itu mas

kotak-kotak, menggenggam tangannya, ber

lungkan medali emas di lehernya. Pria itu pernah b

n memegang kendali penuh, mengirimkan setangkai mawar tanpa duri ke mejanya. Pria it

kenangan yang terukir

enghapus kenangan-kenangan itu hingga be

bahwa setiap tahun di hari ulang tahun Baskara, dia diam-diam akan menggambar

rang di dalam gambar itu

tulus mendoakan yang

demi goresan, dengan penuh kehati-hatian. Dia

dengar suara kunc

Baskara melangkah terhuyung-huyung masuk.

sekali?" Melihat langkahnya yang ti

gkar secara alami di pinggangnya. Aroma alkohol yang kuat b

untuk membuat jarak, tetapi detik berikut

iannya, dan ciumannya yang membakar serta ber

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terlambat Menyesal: Adik Tiriku Kini Sang Pewaris
Terlambat Menyesal: Adik Tiriku Kini Sang Pewaris
“Selama sepuluh tahun, aku hidup di bawah perlindungan kakak tiriku, Baskara Mahardika. Dia adalah matahari di duniaku yang hancur. Namun, saat aku menyerahkan buku harian dan surat cinta di hari ulang tahunku yang ketujuh belas, dia meledak dalam amarah dan merobek perasaanku berkeping-keping. "Jelita Kusuma, apa kamu sakit? Aku ini kakakmu!" Tak lama setelah itu, dia membawa pulang seorang wanita bernama Citra Erlangga dan menyuruhku memanggilnya "kakak ipar". Sejak saat itu, pria yang berjanji akan selalu melindungiku berubah menjadi sosok yang paling kejam. Dia memberikan semua kelembutan yang dulu milikku kepada Citra, mengabaikan alergi parahku, dan membiarkan aku kedinginan di tengah hujan. Bahkan ketika aku difitnah mencoba merayunya, ibuku sendiri menelepon hanya untuk memakiku sebagai beban yang tidak tahu malu dan menyuruhku angkat kaki dari rumah itu. Sembilan puluh sembilan langkah berdarah yang kutempuh untuk mendekatinya ternyata tidak ada artinya. Cinta mendalam ini kini hanya menjadi api yang membakarku hidup-hidup, sementara dia sibuk merencanakan pernikahan mewahnya. Sekarang, aku mengerti. Aku harus memadamkan api itu sendiri. Delapan belas hari setelah menyerah pada Baskara, aku memotong rambutku yang sepanjang pinggang. Aku membuang semua kenangan tentangnya ke dalam tempat sampah, mereset ponselku, dan diam-diam naik pesawat ke kota yang berjarak ribuan mil jauhnya. Mawar tidak boleh basah kuyup, tetapi mulai hari ini, aku akan menjadi bunga matahariku sendiri.”