icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terlambat Menyesal: Adik Tiriku Kini Sang Pewaris

Bab 5 

Jumlah Kata:771    |    Dirilis Pada: Hari ini17:38

hingga malam. Baskara mengajak Citra pergi pagi-pagi sekali setiap hari dan pulang larut malam, bah

belum jadwal keberangkatannya. Hari i

gkah masuk ke dalam ruang privat, beberapa tema

pkan selamat tinggal pada masa kanak-kanak dan nik

elamkan kesedihan, dan dia ingin bersantai. Minuman ini adalah b

i udara segar. Saat melewati sebuah ruang privat yang pintunya terbuka, dia tak sengaja melih

nya untuk memalingkan pandangan, tetapi perca

ngan Citra. Bagaimana dengan adikmu, Jelita

karang. Dia bukan la

membuatnya sedikit lebih sadar. Dia berdiri di dekat pint

u lama, dia bergumam pada dirinya sendi

aham. Mulai sekarang, duniaku juga

ia pergi ke toilet dan membasuh wajahnya dengan air dingin. Saat keluar, dia berp

ata merek

a, tetapi suara Citra terdengar

tuhkan diri ke dalam pelukannya. "Aku minum te

a terdengar begitu memanjakan. "Ka

kannya dengan gaya membopong dan berjalan pergi,

Jelita terpaku di tempa

" Temannya, Nabila, bertanya,

an senyum tipis. "Hanya kelili

ternyata sudah punya pacar sekarang. Dulu kami semua mengira dia tidak akan pernah b

dalam hatinya. "Dia dan aku sama-sama memiliki kehidupan

dulu kami semua mengira dia adalah pacarmu. Kalian berdua

Namun sekarang dia merasa bahwa ikatan antarmanusia hanyalah takdir. Dulu dia dan Bas

man-temannya dan melangkah keluar dari bar. Dia melihat Baskara dan C

ada di luar lewat tengah malam. Kamu semakin ti

embuatnya ter

kamu yang melindunginya sekarang, dan nanti dia akan puny

ggandeng tangan Baskara dan melangkah kelua

unduk ke tanah. Hanya ketika mereka melangkah ke lua

elakang. Payung besar itu dimiringkan ke kanan, melindungi Citra sepenuhnya

-tiba teringat bagaimana Baskara dulu memegang payun

ulu sering berkata. "Mawar tidak boleh ba

hujan yang miring jatuh ke gaun putih

an perlahan melangkah ke

gin menjadi bunga matahariku sendiri. Selalu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terlambat Menyesal: Adik Tiriku Kini Sang Pewaris
Terlambat Menyesal: Adik Tiriku Kini Sang Pewaris
“Selama sepuluh tahun, aku hidup di bawah perlindungan kakak tiriku, Baskara Mahardika. Dia adalah matahari di duniaku yang hancur. Namun, saat aku menyerahkan buku harian dan surat cinta di hari ulang tahunku yang ketujuh belas, dia meledak dalam amarah dan merobek perasaanku berkeping-keping. "Jelita Kusuma, apa kamu sakit? Aku ini kakakmu!" Tak lama setelah itu, dia membawa pulang seorang wanita bernama Citra Erlangga dan menyuruhku memanggilnya "kakak ipar". Sejak saat itu, pria yang berjanji akan selalu melindungiku berubah menjadi sosok yang paling kejam. Dia memberikan semua kelembutan yang dulu milikku kepada Citra, mengabaikan alergi parahku, dan membiarkan aku kedinginan di tengah hujan. Bahkan ketika aku difitnah mencoba merayunya, ibuku sendiri menelepon hanya untuk memakiku sebagai beban yang tidak tahu malu dan menyuruhku angkat kaki dari rumah itu. Sembilan puluh sembilan langkah berdarah yang kutempuh untuk mendekatinya ternyata tidak ada artinya. Cinta mendalam ini kini hanya menjadi api yang membakarku hidup-hidup, sementara dia sibuk merencanakan pernikahan mewahnya. Sekarang, aku mengerti. Aku harus memadamkan api itu sendiri. Delapan belas hari setelah menyerah pada Baskara, aku memotong rambutku yang sepanjang pinggang. Aku membuang semua kenangan tentangnya ke dalam tempat sampah, mereset ponselku, dan diam-diam naik pesawat ke kota yang berjarak ribuan mil jauhnya. Mawar tidak boleh basah kuyup, tetapi mulai hari ini, aku akan menjadi bunga matahariku sendiri.”