usuma mendadak k
ar terjadi, nyata dan begitu memabukkan. Sebuah tangan yang kasar bergerak di atas dadanya, m
kara
seolah membuatny
penuh gairah Baskara meledak di samp
iangkat. Pria itu menggendongnya ke dalam kam
as kasur yang empuk, dia benar-benar te
aik-baik! Aku Jelita Kusuma
arena rasa sakit yang t
ke arahnya. Kemudian dia hanya menarik Jelita ke dalam
tetapi suara serak Baska
an pe
ubuhnya. Apakah pria itu memintanya untuk tinggal? At
terdengar dari sampingnya. Baskara
imutinya. Dia mencoba melepaskan diri dari dekapannya, tetap
apas pria itu membuatnya semakin pusing. Kelelahan yang luar bia
buka mata adalah Baskara. Pria itu berdiri di samping ranj
kenapa kamu ad
ahnya merona panas. Secara naluriah dia membuka m
indah ke asrama sekolah. Dan kamu tidak
ik. Hal itu membuat Jelita menelan kembali pen
ih. "Hal itu tidak
tidak akan memercayainya. Di mata pria itu, dia hanyalah
berada di Suryantara. Mulai sekarang, dia tidak hanya akan menghi
pikan pakaiannya yang berantakan,
g, dia berpapasan dengan Citra Er
kamar kakakmu sepagi ini?!" Suara
harus berkata apa. Dia menghindari tatapan Citr
gikutinya ke dalam, membanting pi
pa yang kamu lakukan?" Citra menatapnya lekat-le
mu. Kukira kamu tahu batasanmu, tapi aku tidak menyangka kamu begitu tidak tah
enuhi rasa jijik ya
u penjelasan apa pun akan sia-sia.
itu memberimu kesempatan. Tapi kami akan segera menikah. Kalau kamu melakukan aksi menjijikka
ah Jelita untuk terakhir kalinya, lalu
a merasa seolah seluruh kekuatannya telah terkuras habis dari
gaikan tangan tak kasat mata yang mence
tanpa terbendung. Emosi yang telah i
ngannya, membiarkan air mata mengali
/0/36649/coverbig.jpg?v=f2a8c0440df3142ea693f3efd13dd24a&imageMogr2/format/webp)