icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Yang Terbuang, Yang Tak Terbendung

Bab 3 

Jumlah Kata:730    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

lalu berlebihan. Berbagi Bima. Seolah-olah dia adalah mainan dan Ki

hirnya aku terkesiap, m

aku menamparnya. "Aku

kan 'membantu' dengan memberiku pakaian bekasmu, lalu memberi tahu teman-temanmu aku tidak punya selera. Kamu akan 'membantu' dengan peke

k dikatakan!" seru Alice, mem

mereka. "Aku sudah selesai. Aku akan

anya langsung lenyap. "Kamu tidak bisa pergi! Sia

s. Itulah satu-satunya hal yang benar-benar dia pedu

ng," kataku sambil berjalan menu

u tidak akan pergi ke mana pun samp

lorong, sebuah ruang kecil dan sempit yang dulunya adalah gudang.

suara ibuku, yang tiba-tiba lem

sayang,

i tapi tida

"Kami hanya kesal. Kami tidak bermaksud mengatakan ha

dakan, diikuti oleh permintaan maaf yang lembut dan ma

n usang. "Kami sangat kehilangan saat kamu pergi. Kami mencarimu sela

inkan. Tapi malam ini, aku t

arena kau menggunakan setiap sen untuk mencariku," kataku, suaraku

ya dengan antusias. "Setia

nemukan album foto. Penuh dengan foto-foto dari perjalanan kalian ke Bali tahun '05. Pelayaran kalian ke

pasi menyelimutinya. Ayah membuan

sederhana. "Kalian boh

engerti..." A

yang kalian tangisi. Aku adalah masalah memalukan yang telah kalian selesaikan. Dan ketika

wajahnya memerah lagi. "Kami

ala. "Kalian memberi Kirana kesemp

menginginkan sesuatu. "Jangan lakukan ini. Ibu dan Ayah hanya sedang stres. Pikirkan tentang perni

ng bagaimana

pacarku," kataku, berbalik lagi. "Aku akan mengambi

cang untuk menghancurkanku. "Anakku sendiri, menuduhku hal-hal seperti itu! Se

berduka. Dulu aku akan menangis bersamanya, memegang tang

asakan apa-apa. Sumur si

lama sepuluh tahun, bertahan dari hal-hal yang bahkan tidak bisa kalian bayangkan. Aku datang ke

ablo kecil yang sempurna dan menyedi

sadaran itu menyelimutiku dengan rasa damai yang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Yang Terbuang, Yang Tak Terbendung
Yang Terbuang, Yang Tak Terbendung
“Setelah sepuluh tahun di panti asuhan, keluargaku akhirnya menemukanku. Kukira ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, tapi aku segera sadar posisiku. Aku adalah kuda pekerja yang membiayai kehidupan saudari kembarku yang sempurna, Kirana, sementara dia adalah anak emas yang mereka banggakan. Satu-satunya hal baik yang kumiliki adalah pacarku, Bima. Lalu, di sebuah pesta yang sedang kulayani kateringnya, aku tak sengaja mendengar orang tuaku bersekongkol dengan orang tuanya. Mereka mengatur agar Bima menikahi Kirana, mengatakan aku punya terlalu banyak masalah dan sudah seperti barang rusak. Beberapa menit kemudian, di depan semua orang, Bima berlutut dan melamar saudariku. Saat kerumunan bersorak, ponselku bergetar dengan pesan darinya: "Maaf. Kita putus." Ketika aku menghadapi mereka di rumah, mereka mengakui kebenarannya. Menemukanku adalah sebuah kesalahan. Aku hanyalah aib yang harus mereka urus, dan mereka telah berbaik hati dengan memberikan Bima kepada Kirana. Untuk membungkamku, saudariku menjatuhkan dirinya dari tangga dan berteriak bahwa aku telah mendorongnya. Ayahku memukuliku dan melemparku ke jalanan seperti sampah. Saat aku terbaring memar di trotoar, orang tuaku memberi tahu polisi yang datang bahwa aku adalah penyerang yang kejam. Mereka ingin menghapusku, tetapi mereka akan segera tahu bahwa mereka baru saja memulai sebuah perang.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 7