icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega

Bab 4 

Jumlah Kata:615    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

ra

Setiap naluri berteriak padaku untuk patuh, untuk mengangkat piala dan minum. Tapi api yang

nak ini... para penyembuh bilang anggur tidak ba

el di matanya. Dia tidak peduli dengan kesehatan anak itu, tetapi dia tidak bi

ri keprihatinan yang manis. "Oh, Baskara, jangan terlalu keras," bujuknya, mel

ntinya dengan piala lain, yang ini berisi cai

capai matanya. "Minum ini saja. Air mata air pegu

rah, rasa sakit yang merobek tanpa henti yang mengancam akan membuatku berlutut. Aku harus

gumamku, dan meminum air it

ng aneh dan tidak wajar mekar di inti tubuhku, menyebar seperti api melalui pembuluh darahku. Anggota

nangkapku, lengannya melingkari tubuhku. Tangannya segera mulai berkeliaran, jari-jarin

tu?" tanyaku dengan c

negeri Timur," katanya, suaranya meneteskan kedengkian. "Mereka menyebutnya Ramuan Boneka. Itu membuat

usatkan setiap ons terakhir dari kehendakku, menjangkau melalui ikatan J

dalah jeritan putus asa dan ketakutan. "Tolo

a mendengarku. Tapi kemudian wajahnya mengeras menjadi topeng grani

nar terlepas. "Jangan merusak si bajingan kecil itu. Bagai

doh, yang seharusnya menjadi saluran cinta dan perlindun

"Kau akan membayar untuk ini," isakku, kata-kata itu nyaris tak t

Raga yang tak terucapkan. Aku dipaksa berlutut di tengah

i udara. Penglihatanku kabur, cahaya o

menelanku adalah wajah tersenyum Kirana sa

g membakar dan menyilaukan di antara kedua kakiku, dan penderitaan yang lebih dalam dan h

send

g dalam genangan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
“Aku hanyalah seorang Omega rendahan, tetapi Dewi Bulan sendiri yang menyatakan bahwa aku adalah Jodoh Takdir bagi Alpha Baskara. Selama setahun, aku percaya cinta kami adalah takdir legendaris, dan selama delapan bulan terakhir, aku mengandung anak yang kukira adalah putra dan pewarisnya. Lalu aku menemukan gulungan itu. Setahun sebelum dia bertemu denganku, dia telah melakukan ritual darah untuk membuat dirinya mandul. Dia melakukan semua itu demi wanita lain. Kisah cinta yang kupuja ternyata sebuah kebohongan. Dia dan para prajuritnya bahkan membuat taruhan tentang siapa ayah dari anak haram yang kukandung. Mereka tertawa saat mereka memakiku di malam-malam yang dingin. Dia membiusku dan membiarkan cinta sejatinya, Kirana, menendang perut buncitku untuk bersenang-senang. Lalu dia menawarkan tubuhku yang tak sadarkan diri kepada anak buahnya sebagai hadiah. Cinta takdirku, masa depan yang dijanjikan kepadaku, hanyalah permainan keji dan gila yang mereka mainkan demi hiburan mereka. Saat aku terbaring di sana, diperkosa dan dihancurkan, jantungku tidak hanya hancur. Jantungku membeku menjadi es. Jadi aku menelan ramuan terlarang untuk mengakhiri kehidupan di dalam diriku. Ini bukanlah tindakan putus asa. Ini adalah babak pertama dari perangku.”
1 Bab 12 Bab 23 Bab 34 Bab 45 Bab 56 Bab 67 Bab 78 Bab 89 Bab 9