icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Warisan Rahasia Ayahku

Bab 2 mencoba mengabaikannya

Jumlah Kata:1602    |    Dirilis Pada: 14/10/2025

k bercampur di udara rumah sakit Arsatama Medical Center. Sua

ata misterius dari penelepon sem

ahmu adalah orang yang

tu hanya ulah orang yang ingin memperma

mencoba menepis, wajah Dar

Lila, perawat senior

noleh cep

mpat puluh, kecelakaan motor. Kondisi

ai

rurat. Suara monitor dan instruk

ai, bau logam dan adre

darah tur

plasma!

rnya. Tangannya cekatan memeriksa luka robek di dada pas

ah," katanya pada dr. Dimas.

h lambat k

aku yang ke

jas putihnya. Ia berlari menembus lorong panjang rumah sakit

ngsung meminta dua kantung O negatif. Tapi pera

... Saya butuh iz

Ini d

Pak Darian. Semua pengambilan d

apas keras, amara

hubungi beliau

u sedang da

ng akan

lantai atas. Ia tahu itu tindakan gila, tap

langsung membuka p

i ujung meja, duduk Darian, mengenakan

dingin. "Ada keperlua

tung darah O negatif sekarang. Tapi peraw

r," jawab Da

menunggu. Nyawa

Beberapa dokter saling m

an rahang mengeras, menaha

Darian

enusuk, namu

resmi, kau bertanggung jawab atas r

," jawab Ra

a, lalu menandatangan

rnah datang ke ruang

gar tidak menjawab. Ia membungkuk sedikit

tutup, beberapa

ia melawan Pak

itu memang k

ng halus. Tapi dalam sorot matanya, ada sesuatu - mungkin k

sien yang ia tangani berh

bagus, Vin. Kalau bukan kamu yang neka

"Aku cuma melakukan ap

r mungkin gak

ernah senang," gu

ruang IGD, suara sepatu kulit it

as, dingin,

Rav

atap pria itu. "Ada yang bi

rapat tanpa izin. Kedua, tindaka

up. Itu yang pal

u mengorbankan a

ajam, tapi Ravi

emosi, Pak. Saya beroperasi berda

g sej

lama, hingga suasana di

ap balik, me

as panjang dan berkata pelan, "Kau s

langsun

hnya memucat. "Jangan

rang sudah membicaraka

ucap Ravina tegas, m

. "Kadang orang yang paling kita percayai

engah langkah, ma

n siapa pun menghina ay

na, Ravina. Aku h

khirnya berbalik, meninggalk

, Ravina jatuh terdud

cambuk yang menampar keras h

sendirian di kantin rumah sakit yang ham

, dan rasa ingin tahu

Semua seolah berputar mengarah ke satu ha

selalu berhubungan dengan

dua jam sejak ia menulis p

semalam soal ay

na r

upnya masih dalam bahaya. Tapi kalau b

an tombo

empat ia menutup layar, sese

ri

jatuhkan ponselny

m pulang," katanya p

curiga. "Ada uru

Aku hanya in

iasanya. Ada kelelahan yang s

tentan

ang a

cepat. "Apa yang Anda

rkata perlahan, "Lebih ban

uhnya. "Jangan main-m

dak mai

egitu je

k di

onselnya bergetar. Pesan balasan

an Mahendra. Dia bukan

ponsel, lalu menata

, sementara ada orang yang bila

n ter

memancarkan sesuatu yang lebih

udah mulai men

ka si

yang menghancurkan ay

ngung. "Jangan berpu

kau ingin tahu kebenaran, datanglah ke

ggalkan Ravina yang kini duduk terpaku,

ang ke ruang direktur

matikan, hanya cahaya lembut

eja, menatap layar komp

uga," katanya

ggil saya," jawa

ayar komputer, lal

dalam kasus itu. Ada tiga nama lain, t

an

.. adalah direktur rumah

tertegu

dituduh itu berhubungan langsung dengan rumah sa

ndekat. "Jadi kau t

lan. "Tapi tidak cukup bukti. Karen

fitnah, tapi kau diam saja?" sua

berarti tida

enghentak meja di depannya. "Bukt

i, jarak mereka kini

Tapi kau tidak tahu seberapa d

dari mereka?!" seru Ravina, matanya berkaca-kac

g sej

n di luar jendel

au aku benar-benar ingin menghancurkan ayah

iam, napasn

mbuatnya sulit berpaling - campuran l

harus perc

tidak punya

ngga Ravina bisa merasakan aroma

intens, penuh ketegang

, waktu seol

dari luar pintu m

it dari kementerian!"

gilah, Ravina. Jangan sampa

ap

kar

elakang ruangan itu. Begitu sampai

yambut kedatangan dua orang berpa

mendengar sepenggal percakapan

hwa Anda terlibat dalam penyelewengan

ng, "Silakan periksa

er atas nama ayah dr.

tnya, menahan napas

lagi. Selalu

kti itu justru me

misterius di telepon semalam

an Mahendra. Dia bukan

ari koridor itu, hatiny

malam ini, hidupnya tid

kepercayaan dan kebencian, ia kini ter

a Darian Mahendra Arsatama, yang entah akan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Warisan Rahasia Ayahku
Warisan Rahasia Ayahku
“Bagaimana jadinya jika kehidupan sempurna seorang Ravina Aleysha Pratama, dokter muda yang dikenal cerdas dan berprestasi, tiba-tiba runtuh hanya dalam satu malam? Putri tunggal dari seorang mantan Menteri Kesehatan, Ravina hidup dalam bayang kemewahan, kehormatan, dan nama besar keluarga Pratama. Namun, segalanya berubah ketika sang ayah terseret kasus korupsi besar yang disiarkan di seluruh negeri. Dalam sekejap, rumah yang dulu ramai oleh tamu-tamu penting berubah sunyi. Reputasi yang ia banggakan lenyap, berganti tatapan sinis dan bisik-bisik menusuk setiap kali ia melangkah ke rumah sakit tempatnya bekerja. Belum cukup dengan tekanan publik dan rasa malu yang menghantui, datanglah Darian Mahendra Arsatama, direktur baru rumah sakit yang dingin, perfeksionis, dan tanpa ampun. Sikapnya yang tajam membuat Ravina muak setiap kali mereka berinteraksi. Ia merasa pria itu selalu mencari-cari kesalahan, seolah menikmati setiap kegagalannya. Namun di balik tatapan dingin itu, tersembunyi rahasia yang tak pernah Ravina sangka - sesuatu yang kelak akan menyeretnya semakin dalam ke dalam pusaran yang sama: rahasia masa lalu keluarga mereka. Sampai suatu malam... Kesalahan kecil, keputusan impulsif, dan emosi yang meledak, menjelma menjadi malam paling fatal dalam hidup Ravina. Malam yang mengubah segalanya antara dirinya dan Darian - dari benci menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit, sesuatu yang bahkan keduanya tak mampu kendalikan.”
1 Bab 1 menertawakan hidupnya2 Bab 2 mencoba mengabaikannya3 Bab 3 satu jam lalu4 Bab 4 Ravina berlari kecil5 Bab 5 Datang ke ruanganku6 Bab 6 tak kunjung berpindah7 Bab 7 semakin lama justru semakin sesak8 Bab 8 Air mata kembali jatuh9 Bab 9 tiga minggu10 Bab 10 Kabar itu menyebar11 Bab 11 Semua staf sudah pulang12 Bab 12 segalanya bisa berubah13 Bab 13 berusaha menulis14 Bab 14 menerima semua yang baru15 Bab 15 mata yang sembab16 Bab 16 Tidak ada kabar17 Bab 17 seperti keluarga sendiri18 Bab 18 mengungkapkan kebenaran19 Bab 19 berlari dari tempat parkir20 Bab 20 kerumunan21 Bab 21 menyembunyikan ratusan rahasia22 Bab 22 aku sudah tahu semuanya23 Bab 23 Perusahaan milik keluarga ayahku24 Bab 24 kejadian di pelabuhan25 Bab 25 mengetik cepat di atas keyboard26 Bab 26 kini diperbolehkan pulang27 Bab 27 Hari ini bukan hari untuk bermain-main