icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan

Bab 2 aku juga tidak ingin tahu

Jumlah Kata:797    |    Dirilis Pada: 11/04/2025

k tidur

kamar yang gelap. Di sebelahku, ranjang masih terasa dingin. Marsel tidak masuk kamar setelah perd

u marah. Tapi k

mahami. Aku tahu Marsel bukan tipe romantis. Dia bukan pria yang pandai menunjukkan kasih say

emuanya terasa s

Tapi aku tetap turun ke dapur, menyiapkan kopi, bukan untuknya-melainkan untuk diriku se

s ketika kudengar suara lan

rti kemarin. Wajahnya kusut. Tapi yang paling menyakitkan, bukan karena

ara," katanya t

anya menarik napas panjan

duk di kursi yang biasa ia tempati. Hening meny

roperti. Mereka bersedia membeli ruma

ari genggaman. Aku membalikkan

ah rumah itu mil

enikah, Hil. Segala sesuatu yang kita

"Itu warisan orang tuaku. Aku tak pernah menul

elihat dengan jelas bagaimana

hanya rumah, Hil-bangunan tua yang bahkan tak layak huni. K

. Tapi kalau kau bisa berkata seperti itu tanpa berpikir dua ka

ndorongnya kasar hingga kaki kur

berpikir ke depan di pernikahan ini. Kau terlalu terikat pada masa la

memb

kembali panas, tapi aku menolak air mata itu jatuh. Tidak kali ini.

reka satu-satunya keluarga yang kumiliki. Rumah itu satu-satunya tempat di dunia ya

a akan mengalah. Tapi dia hanya menghela napas,

oko. Kita bica

tar hebat. Ketika pintu tertutup dan sua

luka di dada ini terasa terlalu dalam untuk sekadar disebut sakit hati. Rasa

Tapi cinta rupanya tidak c

pikuk jalan utama. Rumah itu memang sudah lama kosong, tapi aku selalu menyempatkan datang sebulan se

tak dihuni, ada sesuatu yang berdenyut dalam dadaku. Seperti luka lama yang ter

masih ada bekas jahitan Mama. Setiap sudut rumah ini menyimpan cerita. Setiap lantai yang berde

ngkai foto-foto keluargaku. Mama, Papa, dan aku kecil

tu erat. Dan dalam

kan menjual

Tidak untuk uang. Ti

gkin sudah saatnya aku bertanya, siapa yang sebenarnya kupilih

aku mulai merasa, aku sedan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan
Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan
“Aku terhenyak, menatap Marsel dengan tatapan tajam penuh kemarahan. Baru setahun pernikahan kami, dan dia, suamiku, dengan santainya memintaku untuk menjual satu-satunya rumah peninggalan orang tuaku yang sudah meninggal. Rumah itu adalah kenangan terakhir yang tersisa darinya, tempat aku tumbuh dan merasakan kasih sayang mereka. Bagaimana mungkin dia memintaku untuk melepaskan itu? "Hilda," suaranya terdengar tenang, seolah tidak ada hal yang terlalu penting dari pembicaraan ini. "Kita butuh uang untuk investasi. Rumah ini hanya membebani." Aku menggigit bibir, berusaha menahan emosi yang berkecamuk dalam dada. "Tidak! Ini bukan tentang uang, Marsel! Ini tentang kenangan, tentang masa lalu yang tak bisa aku tinggalkan begitu saja hanya karena alasanmu yang... dangkal!" Aku melangkah mundur, menatapnya dengan mata yang mulai memerah. Marsel memandangku dengan ekspresi yang sulit kuartikan. Di satu sisi, aku melihat kekuatan, tapi juga ada ketidaksabaran yang kian terlihat. "Hilda, aku hanya berpikir praktis. Kita harus berpikir ke depan." Aku tertawa pahit. "Ke depan? Apa kau lupa? Rumah ini adalah warisan yang tak ternilai bagiku! Dan kau ingin menjualnya begitu saja?" Dia menarik napas panjang, seakan mencoba menenangkan diri. "Aku tidak ingin bertengkar, Hilda. Tapi kita perlu uang untuk merencanakan masa depan kita. Apa pun itu, rumah ini hanya menghambat langkah kita." Aku merasa dunia ini begitu berat, seolah seluruh hidupku sedang terancam runtuh hanya karena keputusan yang diambil oleh orang yang aku cintai. Tidak ada jalan tengah dalam hal ini. Bagaimana bisa Marsel, yang dulu begitu aku percayai, berubah menjadi seseorang yang begitu dingin dan pragmatis? Aku tidak tahu lagi apa yang sedang terjadi antara kami, tapi satu hal yang pasti, aku tidak akan pernah menyerah pada perasaan ini.”
1 Bab 1 Rumah Terakhir2 Bab 2 aku juga tidak ingin tahu3 Bab 3 Hilda akhirnya menemukan4 Bab 4 Aku tak mengenali mereka5 Bab 5 berkas-berkas utang Marsel6 Bab 6 Pengadilan mungkin masih jauh7 Bab 7 sesuatu mulai menyala8 Bab 8 seakan berubah menjadi siluet9 Bab 9 Warisan Yang Dikubur10 Bab 10 memutar ulang cuplikan11 Bab 11 kenyataannya justru sebaliknya12 Bab 12 membayangi pikirannya13 Bab 13 memeluknya dalam kecemasan14 Bab 14 Julian muncul15 Bab 15 kenangan yang mulai terpecah16 Bab 16 mereka temukan tidak hanya mengejutkan17 Bab 17 memahami18 Bab 18 mengingatkan19 Bab 19 semakin asing20 Bab 20 Dia merasa seperti boneka21 Bab 21 pelindungnya22 Bab 22 ketegasan23 Bab 23 Ketika Semua Berubah24 Bab 24 pernikahan25 Bab 25 Dia ingin sekali mempercayai26 Bab 26 apakah itu masih ada 27 Bab 27 semakin tak tertahankan28 Bab 28 berbicara panjang lebar29 Bab 29 harapannya30 Bab 30 kerisauan