icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan

Bab 3 Hilda akhirnya menemukan

Jumlah Kata:786    |    Dirilis Pada: 11/04/2025

i ke rumah. Tidak ada kabar, tidak ada pesan. Hanya sunyi, sepe

intu dan meminta maaf. Tapi yang datang justru bukan Mars

erhenti di depan rumah. Seorang pria turun, mengenakan jas rapi, wajahnya

ang, tapi tatapannya tajam. Seolah

?" tan

k pelan. "Maa

ulu pernah kerja sama dengan Marsel,

proyek pengembang yang sempat dibicarakan Marsel...

ntang suami Anda," katanya sopan, t

in, dan ada rasa tak enak di perutku ya

tanyaku akhirnya, tak

map cokelat dari tasnya,

ia sedang terlilit utang cukup besar. Dan rumah yang ingin dia jual-rumah

memb

Anda? Utang

or lenyap, dan Marsel harus menutup lubang dengan pinjaman dari pihak ketiga. Termas

gan Marsel, dan bahkan beberapa email permohonan dana. Hatiku berdegup ke

emberi tahu sa

nak, lalu men

luarganya. Dan saya pernah berutang budi pada orang tua Anda. Pak Armand dulu p

ku dengan tangan.

ng padaku. Tentang keuangan, tenta

meletakkan kartu

lanjutnya. Tapi hati-hati, Bu Hilda

belumnya. Ini bukan lagi tentang rumah. Ini tentang kebohongan. Tentang bagaimana aku meni

nelepon Marsel

ah. Saat masuk, toko itu sepi. Beberapa rak kosong. Stok barang tidak seperti biasanya. Aku t

lama kami, Rina,

ja. Pak Marsel bilang tokonya mau tutup

desir dingi

ng, Bu. Tapi beberapa vendor juga

ulai menangkap tanda-tanda yang selama ini kupikir hanyalah kepadatan kerj

seperti hantu. Lalu, tanpa sadar, aku mengambil ponsel dan mulai mencari informasi lai

inya belu

ama yang tak kukenal-beberapa dengan subjek: "Deadline Pe

l dengan lampiran kontrak ya

orang tuaku atas nama Marsel, lengkap dengan t

Tangisku pec

nipuku. Dia mencoba menjual rumah itu tanpa se

lam diriku mati. Atau mu

endak untuk bertahan. Untu

plop surat yang berisi sertifikat rumah itu-yang selama ini kusi

m pernikahan ini, aku tidak me

u terus bertahan di sisi pria yang bahkan tak

rsel tak hanya berbohong, tapi ju

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan
Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan
“Aku terhenyak, menatap Marsel dengan tatapan tajam penuh kemarahan. Baru setahun pernikahan kami, dan dia, suamiku, dengan santainya memintaku untuk menjual satu-satunya rumah peninggalan orang tuaku yang sudah meninggal. Rumah itu adalah kenangan terakhir yang tersisa darinya, tempat aku tumbuh dan merasakan kasih sayang mereka. Bagaimana mungkin dia memintaku untuk melepaskan itu? "Hilda," suaranya terdengar tenang, seolah tidak ada hal yang terlalu penting dari pembicaraan ini. "Kita butuh uang untuk investasi. Rumah ini hanya membebani." Aku menggigit bibir, berusaha menahan emosi yang berkecamuk dalam dada. "Tidak! Ini bukan tentang uang, Marsel! Ini tentang kenangan, tentang masa lalu yang tak bisa aku tinggalkan begitu saja hanya karena alasanmu yang... dangkal!" Aku melangkah mundur, menatapnya dengan mata yang mulai memerah. Marsel memandangku dengan ekspresi yang sulit kuartikan. Di satu sisi, aku melihat kekuatan, tapi juga ada ketidaksabaran yang kian terlihat. "Hilda, aku hanya berpikir praktis. Kita harus berpikir ke depan." Aku tertawa pahit. "Ke depan? Apa kau lupa? Rumah ini adalah warisan yang tak ternilai bagiku! Dan kau ingin menjualnya begitu saja?" Dia menarik napas panjang, seakan mencoba menenangkan diri. "Aku tidak ingin bertengkar, Hilda. Tapi kita perlu uang untuk merencanakan masa depan kita. Apa pun itu, rumah ini hanya menghambat langkah kita." Aku merasa dunia ini begitu berat, seolah seluruh hidupku sedang terancam runtuh hanya karena keputusan yang diambil oleh orang yang aku cintai. Tidak ada jalan tengah dalam hal ini. Bagaimana bisa Marsel, yang dulu begitu aku percayai, berubah menjadi seseorang yang begitu dingin dan pragmatis? Aku tidak tahu lagi apa yang sedang terjadi antara kami, tapi satu hal yang pasti, aku tidak akan pernah menyerah pada perasaan ini.”
1 Bab 1 Rumah Terakhir2 Bab 2 aku juga tidak ingin tahu3 Bab 3 Hilda akhirnya menemukan4 Bab 4 Aku tak mengenali mereka5 Bab 5 berkas-berkas utang Marsel6 Bab 6 Pengadilan mungkin masih jauh7 Bab 7 sesuatu mulai menyala8 Bab 8 seakan berubah menjadi siluet9 Bab 9 Warisan Yang Dikubur10 Bab 10 memutar ulang cuplikan11 Bab 11 kenyataannya justru sebaliknya12 Bab 12 membayangi pikirannya13 Bab 13 memeluknya dalam kecemasan14 Bab 14 Julian muncul15 Bab 15 kenangan yang mulai terpecah16 Bab 16 mereka temukan tidak hanya mengejutkan17 Bab 17 memahami18 Bab 18 mengingatkan19 Bab 19 semakin asing20 Bab 20 Dia merasa seperti boneka21 Bab 21 pelindungnya22 Bab 22 ketegasan23 Bab 23 Ketika Semua Berubah24 Bab 24 pernikahan25 Bab 25 Dia ingin sekali mempercayai26 Bab 26 apakah itu masih ada 27 Bab 27 semakin tak tertahankan28 Bab 28 berbicara panjang lebar29 Bab 29 harapannya30 Bab 30 kerisauan