Muhammad Radea
3 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Muhammad Radea
Masa Lalu Yang Kau Tinggalkan
Romantis Aku terhenyak, menatap Marsel dengan tatapan tajam penuh kemarahan. Baru setahun pernikahan kami, dan dia, suamiku, dengan santainya memintaku untuk menjual satu-satunya rumah peninggalan orang tuaku yang sudah meninggal. Rumah itu adalah kenangan terakhir yang tersisa darinya, tempat aku tumbuh dan merasakan kasih sayang mereka. Bagaimana mungkin dia memintaku untuk melepaskan itu?
"Hilda," suaranya terdengar tenang, seolah tidak ada hal yang terlalu penting dari pembicaraan ini. "Kita butuh uang untuk investasi. Rumah ini hanya membebani."
Aku menggigit bibir, berusaha menahan emosi yang berkecamuk dalam dada. "Tidak! Ini bukan tentang uang, Marsel! Ini tentang kenangan, tentang masa lalu yang tak bisa aku tinggalkan begitu saja hanya karena alasanmu yang... dangkal!" Aku melangkah mundur, menatapnya dengan mata yang mulai memerah.
Marsel memandangku dengan ekspresi yang sulit kuartikan. Di satu sisi, aku melihat kekuatan, tapi juga ada ketidaksabaran yang kian terlihat. "Hilda, aku hanya berpikir praktis. Kita harus berpikir ke depan."
Aku tertawa pahit. "Ke depan? Apa kau lupa? Rumah ini adalah warisan yang tak ternilai bagiku! Dan kau ingin menjualnya begitu saja?"
Dia menarik napas panjang, seakan mencoba menenangkan diri. "Aku tidak ingin bertengkar, Hilda. Tapi kita perlu uang untuk merencanakan masa depan kita. Apa pun itu, rumah ini hanya menghambat langkah kita."
Aku merasa dunia ini begitu berat, seolah seluruh hidupku sedang terancam runtuh hanya karena keputusan yang diambil oleh orang yang aku cintai. Tidak ada jalan tengah dalam hal ini. Bagaimana bisa Marsel, yang dulu begitu aku percayai, berubah menjadi seseorang yang begitu dingin dan pragmatis? Aku tidak tahu lagi apa yang sedang terjadi antara kami, tapi satu hal yang pasti, aku tidak akan pernah menyerah pada perasaan ini. Cintamu Seperti Uang Kecil
Romantis
Rani tak bermaksud mengeluh, semua orang tahu harga kebutuhan pokok memang melonjak akhir-akhir ini. Dari beras sampai bumbu dapur, semuanya sudah tersedia karena suaminya, Dimas, yang biasa belanja ke pasar setiap awal pekan. Namun, ia hanya memberinya uang sebesar 25 ribu rupiah setiap hari untuk belanja sayur dan lauk. "Memang pelitnya enggak ketulungan si Dimas itu," pikir Rani, kesal.
"Kamu ini ya, pintar banget ngomongnya. Nih, uangnya," ucap Dimas sambil menyodorkan uang kepadanya.
Dengan cepat, Rani mengambilnya, tapi wajahnya tetap datar. Dalam hati ia menggerutu, "Cih, segini? Buat beli bedak aja kurang, apalagi lauk."
Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
Romantis Aluna Maheswari telah menjalani hidup yang penuh luka. Pernikahannya dengan Renandio Dirgantara, seorang pria dingin pilihan keluarganya, hanya meninggalkan bekas-bekas luka batin yang tak pernah sembuh. Selama bertahun-tahun, ia diperlakukan bak bayangan di rumah itu-dicaci, diabaikan, bahkan dikhianati oleh suaminya sendiri dan keluarga besar yang tak pernah benar-benar menerimanya.
Namun, segalanya berubah ketika Aluna akhirnya menggugat cerai dan meninggalkan rumah yang selama ini menjadi sumber penderitaannya.
Dalam masa pemulihannya, takdir mempertemukannya dengan Dion Ardianata-seorang duda kaya raya yang memiliki karisma tenang dan tatapan mata yang menyimpan banyak luka. Dion tak sendirian. Ia membesarkan seorang putra bernama Elvano Arkadie Ardianata, bocah laki-laki berusia tujuh tahun yang sering terlihat menyendiri di taman dekat rumah Aluna.
Pertemuan pertama mereka terjadi saat Elvano hampir tertabrak sepeda motor. Tanpa ragu, Aluna menyelamatkannya, dan sejak saat itu, kehidupan mereka saling terikat. Elvano, anak yang pendiam dan manis, mulai melekat pada Aluna. Bocah itu sering diejek teman-temannya karena tak memiliki sosok ibu. Ibu kandungnya telah meninggalkannya begitu saja, memilih pria lain dan hidup tanpa pernah menoleh ke belakang.
Aluna, yang pernah kehilangan kasih sayang dan kehangatan, melihat dirinya dalam diri Elvano-seorang anak yang hanya ingin dicintai dan diterima. Dan tanpa disadarinya, Dion juga mulai membuka hati, perlahan-lahan menemukan kembali makna keluarga lewat kehadiran Aluna.
Namun, kisah mereka tak mudah. Masa lalu yang belum selesai, luka yang belum sembuh, dan kehadiran orang-orang yang tak senang melihat Aluna bahagia kembali, semua menjadi ujian berat dalam perjalanan baru mereka.
Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Dari Omega Tanpa Serigala Menjadi Ratu Sang Alpha Rival
Oliver Quinn Tujuh tahun aku mengabdi pada Alexander, pasangan jiwa takdirku, membangun kerajaan bisnisnya dari nol.
Aku pikir aku akhirnya akan resmi menjadi Luna-nya, sampai aku berdiri di balik pintu kantornya yang sedikit terbuka.
Aku mendengar sendiri bagaimana dia berencana memanfaatkanku di upacara ikatan nanti hanya untuk menenangkan para Tetua kawanan.
Setelah posisinya aman, dia akan langsung mencampakkanku demi cinta pertamanya, Brianna, yang baru saja kembali.
"Dia Omega cacat tanpa wujud serigala. Dia seharusnya bersyukur aku bahkan meliriknya."
Ucapan Alexander terdengar begitu dingin dan penuh ejekan.
Dia bahkan menyerahkan proyek besar yang kubangun mati-matian selama berbulan-bulan kepada wanita itu sebagai hadiah selamat datang.
Alexander sangat yakin aku hanya akan menangis lemah dan menerima nasib karena aku tidak punya tempat untuk pergi.
Duniaku runtuh seketika. Demi pria ini, aku membuang beasiswa penuh ke sekolah Ivy League dan mengorbankan seluruh masa mudaku.
Tujuh tahun pengorbanan berdarah-darah itu ternyata hanya ilusi, dan aku hanyalah alat kenyamanan yang menyedihkan.
Tapi aku tidak menangis atau memohon seperti yang dia harapkan.
Aku membuang kopi favoritnya ke tempat sampah, menyusun surat penolakan pasangan secara resmi, dan menguras habis semua data strategisku dari server perusahaannya.
Lalu, aku membalas email tawaran pekerjaan dari Hamilton Santoso, seorang Lycan terkuat yang merupakan saingan bisnis terbesar Alexander.
Karena dia menganggapku tidak berharga, aku akan membakar kerajaannya sampai rata dengan tanah. Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat."