icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cintamu Seperti Uang Kecil

Bab 3 Lelaki dari Masa Lalu

Jumlah Kata:712    |    Dirilis Pada: 11/04/2025

ir teh yang tak lagi hangat. Matanya sembab. Ia tidak tidur semalaman. Bukan karena

a ka

a pe

a pe

eperti ini, Rani masih bertanya-tanya: apakah

s dari balik pintu. Rambutnya acak-ac

" jawab Rani cepat, m

elnya tak bisa dihu

cil menuju minimarket. Tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat toko b

IK - Caban

.. berdiri sosok

e

masih tinggi seperti yang ia ingat. Tapi kali ini, ia memakai baju kerja rapi, berbicara d

an

buat tubuh R

oleh.

za.

p beberapa detik. Wa

urus, ya," uc

"Kamu berubah banya

r. Bukan punya sendiri, tapi

Wah... selamat y

dulu pernah jadi tempatnya bercerita, menangis, tert

ata itu yang menusuk hatinya. Ia rindu seseorang yang

Bahagia?" tany

tak tahu harus menjawab apa. Bahag

ira sehat. Dimas ker

nya mengatakan ia tahu: Rani t

da tempat duduk di dalam. Aku

lan lalu berpaling, melanjutkan langkahny

a puluh. Bau parfum wanita melekat samar di kerah bajun

yanya pelan saat Di

jawab Dima

nggak

ibet, Ran. Udah gede

an minta banyak, Dim. Cuma satu kabar. Satu pesan. Aku

a. Jangan bawa-bawa status istri segala. Aku yan

mu nggak tahu rasanya sendirian nunggu seseorang

akhirnya membuang muka. "Aku ca

ggalkan Rani berdiri di dapur, dengan

n hari ketiga, Rani

ngan aroma roti baru matang. Musik jazz mengalun pelan. Reza sedang duduk,

an

m, duduk pelan di b

dirian?"

. "Aira sekolah

n k

alam-dalam. "Aku cap

ahnya, memberi ruang, memberi waktu. Dan entah ke

a su

a dr

penuh

. "Tapi aku juga manusia. Aku cuma pengin ngera

u tahu. Dan kamu nggak sa

tebing. Dan satu langkah ke depan bisa menghancurkan seg

dulu datang. Dan untuk pertama kalinya, ia tak lagi yakin ingin bertedu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cintamu Seperti Uang Kecil
Cintamu Seperti Uang Kecil
“Rani tak bermaksud mengeluh, semua orang tahu harga kebutuhan pokok memang melonjak akhir-akhir ini. Dari beras sampai bumbu dapur, semuanya sudah tersedia karena suaminya, Dimas, yang biasa belanja ke pasar setiap awal pekan. Namun, ia hanya memberinya uang sebesar 25 ribu rupiah setiap hari untuk belanja sayur dan lauk. "Memang pelitnya enggak ketulungan si Dimas itu," pikir Rani, kesal. "Kamu ini ya, pintar banget ngomongnya. Nih, uangnya," ucap Dimas sambil menyodorkan uang kepadanya. Dengan cepat, Rani mengambilnya, tapi wajahnya tetap datar. Dalam hati ia menggerutu, "Cih, segini? Buat beli bedak aja kurang, apalagi lauk."”
1 Bab 1 Wanita realistis2 Bab 2 Aroma yang Terlupakan3 Bab 3 Lelaki dari Masa Lalu4 Bab 4 Pukul tujuh pagi5 Bab 5 Sudah tiga minggu Rani bekerja di toko roti6 Bab 6 Sejak pertengkaran di toko Reza7 Bab 7 Bukan pula karena pekerjaan menumpuk8 Bab 8 uang hasil menabung9 Bab 9 Surat Panggilan10 Bab 10 Surat resmi dari pengadilan11 Bab 11 Harga Sebuah Pelukan12 Bab 12 jadi saksi sebuah akad sederhana13 Bab 13 Diam-Diam, Dalam Luka14 Bab 14 Senyum Palsu di Balik Gaun Mewah15 Bab 15 membiarkan Aira melihat16 Bab 16 Hancur Tanpa Suara17 Bab 17 Diam yang Menyesakkan18 Bab 18 tertinggal di beberapa bagian19 Bab 19 Aira yang begitu ceria20 Bab 20 Senyuman yang Membungkam Dendam21 Bab 21 kewajiban22 Bab 22 Menyulam Luka23 Bab 23 Suara tepuk tangan memenuhi aula kecil24 Bab 24 memperhatikan25 Bab 25 Perempuan Kedua26 Bab 26 Melepaskan Luka27 Bab 27 Kehadiran yang Tak Disangka28 Bab 28 memberitahunya29 Bab 29 mengabarkan tentang kehamilan30 Bab 30 Nasi Goreng Tengah Malam31 Bab 31 Bisa dimasakin kapan aja32 Bab 32 Sudah hampir sepekan sejak malam itu33 Bab 33 kehabisan tenaga34 Bab 34 jarinya telah dibalut35 Bab 35 Kepalsuan yang Diperjuangkan36 Bab 36 bernyanyi kecil di ruang tengah37 Bab 37 Aroma Kebohongan38 Bab 38 Clarissa harus keluar dari hidupnya39 Bab 39 Aku hamil, dan itu anakmu40 Bab 40 familier