icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cintamu Seperti Uang Kecil

Bab 2 Aroma yang Terlupakan

Jumlah Kata:641    |    Dirilis Pada: 11/04/2025

erbang TK, menanti Aira yang sedang menari-nari di dalam kelas. Rambut anak itu diikat dua,

eru putrinya ceria sa

um lelah. "Iya, tapi jangan t

g mengajak pulang. Ia mengajak Aira mampir ke warung kecil di ujung gang, membelikan anaknya e

ng kamu suka, ya," kata

nsel di tangan. Layarnya retak, baterainya boros. Tapi ia tetap membuka galeri, melihat foto-foto lama. Ada

emua itu

pesan WhatsApp masuk dari nomor lama yang e

ipinang? Gue lagi buka cabang toko

tan rekan kerja yang dulu pernah dekat dengannya. Terlalu dekat. Tapi Rani memilih Dimas karena

sel. Tidak membal

ah Reza benar-benar ada di sekitar sini? Lalu kenapa hati

epatah kata pun ia ucapkan soal kerjaannya. Ia langsung

kata Rani, berusaha

t Dimas ta

h tiga tahun menikah, tapi entah sejak kapan, pelukan terakhir, sentuhan terakh

nya sesuatu," uc

ih fokus pada l

warung kecil di depan

gan dahi mengernyit. "Warung? Bu

apek. Biar bisa bant

a. Tiap hari kamu dikasih uang belanja, ruma

ulai panas. Apa? Aku kurang a

eli bedak, beli kerudung. Aku malu, Dim, kalau

an itu. "Udahlah, Ran. Jangan lebay. Kamu tuh

nya yang hampir meledak. Tapi ia tahu, tak ada gunanya

sudah mulai goyah. Bukan karena ia ingin kembali pada masa lalu, bukan karena ia ingin membuka luka l

getik

i Cipinang. Selamat

a teka

etak. Bukan karena ingin selingkuh, tapi karena ia merasa se

yaan baru yang muncul-apakah salah merindukan perhatian dari seseorang yang bukan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cintamu Seperti Uang Kecil
Cintamu Seperti Uang Kecil
“Rani tak bermaksud mengeluh, semua orang tahu harga kebutuhan pokok memang melonjak akhir-akhir ini. Dari beras sampai bumbu dapur, semuanya sudah tersedia karena suaminya, Dimas, yang biasa belanja ke pasar setiap awal pekan. Namun, ia hanya memberinya uang sebesar 25 ribu rupiah setiap hari untuk belanja sayur dan lauk. "Memang pelitnya enggak ketulungan si Dimas itu," pikir Rani, kesal. "Kamu ini ya, pintar banget ngomongnya. Nih, uangnya," ucap Dimas sambil menyodorkan uang kepadanya. Dengan cepat, Rani mengambilnya, tapi wajahnya tetap datar. Dalam hati ia menggerutu, "Cih, segini? Buat beli bedak aja kurang, apalagi lauk."”
1 Bab 1 Wanita realistis2 Bab 2 Aroma yang Terlupakan3 Bab 3 Lelaki dari Masa Lalu4 Bab 4 Pukul tujuh pagi5 Bab 5 Sudah tiga minggu Rani bekerja di toko roti6 Bab 6 Sejak pertengkaran di toko Reza7 Bab 7 Bukan pula karena pekerjaan menumpuk8 Bab 8 uang hasil menabung9 Bab 9 Surat Panggilan10 Bab 10 Surat resmi dari pengadilan11 Bab 11 Harga Sebuah Pelukan12 Bab 12 jadi saksi sebuah akad sederhana13 Bab 13 Diam-Diam, Dalam Luka14 Bab 14 Senyum Palsu di Balik Gaun Mewah15 Bab 15 membiarkan Aira melihat16 Bab 16 Hancur Tanpa Suara17 Bab 17 Diam yang Menyesakkan18 Bab 18 tertinggal di beberapa bagian19 Bab 19 Aira yang begitu ceria20 Bab 20 Senyuman yang Membungkam Dendam21 Bab 21 kewajiban22 Bab 22 Menyulam Luka23 Bab 23 Suara tepuk tangan memenuhi aula kecil24 Bab 24 memperhatikan25 Bab 25 Perempuan Kedua26 Bab 26 Melepaskan Luka27 Bab 27 Kehadiran yang Tak Disangka28 Bab 28 memberitahunya29 Bab 29 mengabarkan tentang kehamilan30 Bab 30 Nasi Goreng Tengah Malam31 Bab 31 Bisa dimasakin kapan aja32 Bab 32 Sudah hampir sepekan sejak malam itu33 Bab 33 kehabisan tenaga34 Bab 34 jarinya telah dibalut35 Bab 35 Kepalsuan yang Diperjuangkan36 Bab 36 bernyanyi kecil di ruang tengah37 Bab 37 Aroma Kebohongan38 Bab 38 Clarissa harus keluar dari hidupnya39 Bab 39 Aku hamil, dan itu anakmu40 Bab 40 familier