icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Turun Ranjang?

Bab 4 Menuntut Pertanggungjawaban

Jumlah Kata:1950    |    Dirilis Pada: 14/10/2021

kas," kata Bella sambil menunduk dan menyembunyikan wajahnya di an

eka berkata itu pada p

Ia tak habis pikir dengan kelakuan ke

. Ia tak mau jika sampai

kan merusak beberapa barang di rumahnya. Ia juga ak

harus segera bertin

ok. Kasihan Bella," ucap Ana sambil

ah. Namun, ia kembali menatap iba a

mbil menjatuhkan kembali dirinya

u tidur," ajak Ana memboyong pu

*

enampakkan dirinya. Hari ini begitu cerah. Namun,

annya saja. "Dia pasti trauma," pikirn

kasih sayang dan pengertiannya. Ia segera menyuruh asisten rumah tangganya agar membu

ella?" ta

mau bangun

ja yang berangka

ella. Kasihan dia, pasti

h harus ditunda-tunda?" Geor

" Ana membujuk suaminya agar mau mengerti dengan keadaa

ali tak menyentuhnya. Ia hanya menghabiskan harinya termenung di kamar sendirian. Dua

sini." George berdiri di bibir pint

ah Hena dan menghajar Chiko. Saat ini ia merasa harga dirinya sedang diinja

eriak Bella yang tiba-tiba men

Akan tetapi, pintu kamar mandi itu terkunci dar

guyuran air yang keluar dari shower. Bella bahkan menggosok-gosokkan sabun berulang kali

nnya di kamar. Mengurung diri saja. Ia hanya berte

olah kejadian tempo hari itu terulang setiap hari. Sun

s untuk membawa anak

ba menyentuh pundak Bella. Namun, secepat kilat Bella ma

merelakan tangannya berdarah karena ia pikir rasa sakitnya tak seb

kedua tangannya. Tatapan matanya kosong. Tubuhnya seperti menggigil. Ia akan me

aaa ...!" Bella menarik-

Bella sampai menyakiti dirinya sendiri. Ana dan seorang asiste

iakan anaknya yang menggema di telinga da

knya yang mulai terlihat kurus itu. Ia pun lalu keluar

bilkan kotak P

tangga itu pun pergi mengamb

uk duduk di sofa di ruang tengah.

ak P3K. Lalu Ana mengambil kapas yang sebelumnya diberi alkohol unt

in! Ini enggak para

dengan nada yang

arkan nada tinggi dengan penuh penekanan seperti tadi. Namun, ia pun mengerti jika san

ta Ana sambil memberikan iodin pada luka bekas gigita

arus kita lakukan?" tanya George

untuk mengatasi trauma anaknya. Namun

saja ke psiki

pada istrinya. "Enggak. Ja

alah semakin memburuk? Pokoknya aku akan memba

erakan sang istri. Ana terdiam. Ia tak me

ita. Mengertilah! Aku ini seorang pimpinan perusahaan besar, aku tidak m

alangi pengobatan Bella. Ia merasa malu mempunyai anak yan

na pun m

*

ama seorang psikiater wanita. Awalnya Bella mel

erus untuk menenangkan Bella. Butuh waktu lama sampai B

un perlahan mulai menerima keberadaannya. Nafsu makan Bella

k keluar. Meskipun hanya sekedar duduk di taman sambil merasakan semilir angin. Bella juga perl

rjadi pada Bella. Ia berlar

mual,"

uarkan isi perutnya. Hanya c

sang Psikiater saling menatap. Lalu Ana menyuruh asisten rumah tangganya untuk membeli alat tes

n, setelah ia berpikir cukup lama, ia pun menuruti peri

!" teria

Mereka melihat Bella sedang terduduk di sudut tembok. Ala

. Dua garis biru terpampang nyata di sana. Ia lalu meng

emakin sembab. Apalagi ia kini kembali menangis. H

juga," kata Bella sambil mengepalka

a agar tak menyakiti dirinya sendiri. "Sadarlah! Sadar!

mengandung anak ini," kata Bell

telah hilang akal sehatnya. Kakinya dientak-entakkan ke

segera menyiram tubuhnya. Frustrasi. Air matan

ulang kali. Hingga Bella pu

ya gini!" Ana me

ung segera membantu. Dengan bantuan sang Psikiater juga, mereka

aringkan tubuh lemah Bella di kasur. Tak lupa selimu

ap Ana sambil mengecup

Mencoba menguatkan diri sang Mama. George mem

yang berat seperti ini? Tuhan ... hamba harap, semoga se

*

an rapi, ia pun sudah mempersiapkan amarahnya yang akan meledak

au ikut, Saya

a tegar. Ia memegang ta

u membuat pikiran Bella sadar. Ia yakin dengan

ge sudah tak sabar ingin segera membe

orang bodyguard dengan sengaj

r

emua orang yang berada di dalam terkejut. K

gangguk kepada para bodyguard-nya seakan memberi isyarat untuk men

reka membuat ketiganya agar berlutut di hadapan ke

memohon. Ia menangkup kedua t

orge sambil melempar guci antik yang

r

cahan guci pun bertebaran di lantai. Beberapa pecahannya mengenai tangan

yang teramat sangat. Ia sampai tak berani menatap besannya. Ras

kata George de

an kedua anaknya yan

na tampak tegang kala itu. Semua orang sea

memecah keheningan. Pria bertato itu mengepalkan tangan di

a. Bella hanya mengge

mau nikah sama ber

tu sekarang butuh

Bella tak seles

gungjawab!" kata George yang ta

aya menjatuhkan talak padan

arnya masih berharap pada Chiko, tapi dilihat

.," pangg

naruh harapan besar pada suaminya agar bisa menerima dan kemb

engan Criss!"

t terkejut dengan keputusan suaminya. Ia merem

utnya melemas hingga ia harus

ak mengerti apa maksud dari menant

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Turun Ranjang?
Turun Ranjang?
“Kenyataan hidup tidaklah selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Bella, wanita berusia 25 tahun itu terpaksa menikahi adik iparnya setelah kejadian naas menimpa dirinya. Sikap Chiko-suami Bella-yang acuh dan sering berlaku kasar kepada istrinya itu membuat hati sang adik yang bernama Criss atau lebih lengkapnya Christopher pun berontak. Namun, hati Bella masih tak bisa melupakan Chiko dan sebenarnya ia pun tak menyukai Criss yang urakan. Lalu bagaimanakah kehidupan rumah tangga Bella dengan Criss? Sanggupkah mereka menjalani bahtera rumah tangga yang tanpa di dasari rasa cinta itu? Akankah mereka hidup bahagia atau sebaliknya? Ikuti terus ceritanya! Kritik dan saran sangat membantu penulis.”
1 Bab 1 Dalam Kegelapan2 Bab 2 Ternoda 3 Bab 3 Aku Kotor4 Bab 4 Menuntut Pertanggungjawaban5 Bab 5 Foto Pernikahan6 Bab 6 Belum Siap7 Bab 7 Kalah Cepat8 Bab 8 Punyamu Lebih Enak9 Bab 9 Menyusahkan10 Bab 10 Perhatiannya11 Bab 11 Tidur Bareng 12 Bab 12 Perasaan Christopher13 Bab 13 Rembes14 Bab 14 Rindu Terlarang15 Bab 15 Godaan16 Bab 16 Hormon Tak Stabil17 Bab 17 Kepergok18 Bab 18 Menuntut Hak19 Bab 19 Lihat Aku!20 Bab 20 Perang antar Saudara21 Bab 21 Malapetaka22 Bab 22 Bukti23 Bab 23 Ada Apa dengan Gea 24 Bab 24 Penyusup25 Bab 25 Pergi Diam-diam26 Bab 26 Diculik 27 Bab 27 Mencari28 Bab 28 Penyesalan Bella29 Bab 29 Rival30 Bab 30 Pernyataan Cinta31 Bab 31 Omelette Cinta32 Bab 32 Masuk Angin 33 Bab 33 Kabar Buruk34 Bab 34 Buang Muka35 Bab 35 Permintaan Terakhir36 Bab 36 Sepatu Merah37 Bab 37 Lengkap38 Bab 38 Kecemasan Bella39 Bab 39 Rasakan Itu!40 Bab 40 Bertemu Siapa 41 Bab 41 Kejutan Untuk Siapa 42 Bab 42 Jujurlah!43 Bab 43 Kenyataan Pahit44 Bab 44 Dua Pilihan45 Bab 45 Dari Lubuk Hati Terdalam