icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Way To Love

Bab 4 What

Jumlah Kata:1227    |    Dirilis Pada: 09/12/2024

terangkat tinggi dan mulutnya menganga lebar, seolah-o

gak lucu, deh," ucap Sweet. Ekspresinya ma

man, seolah-olah semua ini adalah hal yang wajar. "Kayaknya kamar ini sudah cukup besar untuk kita berdua. Ternyata barangmu banyak ju

otong Sweet cepat. Suaranya naik

penjelasan lebih lanjut dari Sweet dengan t

g segede gaban ini udah enggak ada kamar kosong?" tanya Swee

kamu," jawab Ethan dengan nada santai. Lalu ia beranj

Suaranya menggema di seluruh ruangan dan

ang nyasar masuk kota," balas Ethan. Wajahnya terlihat kaget dan

sama aku. Ethan yang muak dan benci sama aku. Aku mau Ethan yang itu, bukan yang ada

tapan yang campur aduk antara kesal dan geli. "Kamu suka aku marah-ma

dong. Ayo, marah!" Semangatnya mencuat seolah mar

mun, sebelum pintu tertutup sepenuhnya, ia kembali menatap Sweet dan menambahkan, "Ada yang mau aku bic

kesal. Dia merasa seolah semua ini ada

arak beberapa langkah dari ranjang. "Tempat tidurnya cuma satu, masak aku h

a Laura, ya?' pikirnya, menging

dapur. Di sana, Tante Lisa, maminya Ethan, baru selesai memasak mak

mendekati wanita paruh baya yang s

atas kursi meja makan. "Kamu lapar?" tany

ku boleh tanya sesuatu enggak sama Tante?" Suaran

Sweet. Ia menatapnya dengan lembut. "Apa yang mau ka

, membuatnya merinding. "Tan, bukannya

menatap dalam seolah ingin menyampaikan

antungnya berdegup kencang, kaget dengan berita yang baru saja didengarnya. "Bag

ahu?" tanya Tante Lisa. Na

bisa tahu, Lauranya aja aku gak kenal sama sekali." Keju

ra meninggal karena kecelakaan. Cukup kamu tahu sampai di sini aja, ya. Jangan sebut nama Laura dan semua h

ya sedikit terangkat. Lagi pula dia bukan tip

enjawab pertanyaan aku." Suar

, kamu menantu Tante. Jadi, mulai saat ini, biasakan kamu panggil Mami, ya." Lisa

berdua? Kayaknya seru, deh." Suara itu membuat Sweet dan Lisa menoleh. P

th

uh harap. "Hai, Mom, malam ini aku sama Swee

rapi. Kemeja lengan panjang hitam dipadukan dengan celana j

... apakah kalian akan mulai berkencan, hmm?" tanyanya. Matanya berkilau p

n senyuman lebar. "A

a ajak dia ke mana pun kamu mau. Asalkan kalian baik-ba

Ethan. Hati kecilnya berbisik bahwa tidak mungkin suaminya itu ti

we

t terkejut, terse

" tanya Ethan. Ia menatapnya

a bergeser, menggeleng pelan. "Enggak, kok, aku gak memikirkan apa-apa," jawabnya,

han langsung t

iga. "Ayo ke mana?" tanyanya sambil

a yang kamu pikirkan?" tanya pria tampan itu

teriakan aku tembus ke rumah tetangga, aku tetap teriak kalau kamu berani macam-mac

Sweet yang lucu. "Kebanyakan menon

am-macam," gerutu Sweet. Ia merasa lega mendengar bahw

anu?" Ethan bertanya sambil te

merengut. Sebenarnya hatinya berdesir malu

lgar," balas Ethan masih sambil ter

debat hingga pagi. "Sudah! Ayo, aku sudah lapar sekali," ujarnya mengalah. Perutnya sudah mul

asi. Namun, sebelum Sweet masuk ke

kan? Aku ikut, d

t saling meman

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Way To Love
Way To Love
“Ethan selalu membayangkan honeymoon yang sempurna. Pantai, sunset romantis, dan malam-malam penuh cinta setelah memberikan 'Perfect Wedding' pada istrinya. Tapi, siapa sangka rencana manisnya malah berujung pada sofa bed yang dingin dan terpisah dari sang istri? "Honey, kamu yakin aku harus tidur di luar?" tanya Ethan, suaranya terdengar ragu, matanya meneliti wajah istrinya dengan harapan. "Yakinlah, kenapa enggak?" jawabnya dengan santai, seolah ini bukan masalah besar sama sekali. "Tapi ini kan honeymoon kita! Masa iya kamu tega membiarkan suamimu kedinginan-" "Gak usah lebay deh! Ada selimut, dan pemanas ruangan juga jalan kok. Sekarang tidur aja, simpan semua protesmu. Besok kita masih harus jalan-jalan romantis! Jangan lupa sama janji mu." Ethan cuma bisa menghela napas dan mengangguk pasrah sambil melirik sofa bed yang sempit itu. "Apakah besok aku masih harus tidur disini?" Batinnya, perasaan cemas mulai menyergap. Dia cepat-cepat menggeleng, berusaha mengusir pikiran yang bikin hatinya tambah galau. Lalu, ia merebahkan diri, memeluk guling dengan tampang frustasi. "Andai saja aku tahu, akhirnya bakal kayak gini..." gumamnya pelan, nada penyesalan menggelayuti suaranya. Sofa bed itu memang bukan tempat yang diimpikannya untuk menghabiskan malam-malam romantis, tapi siapa tahu, mungkin besok akan jadi hari yang lebih baik?”
1 Bab 1 prolog2 Bab 2 New York3 Bab 3 Takut kalah saing4 Bab 4 What 5 Bab 5 Berasa kayak penguasa6 Bab 6 Sweet POV7 Bab 7 Gaun8 Bab 8 Sandiwara9 Bab 9 Oh! Jangan...10 Bab 10 Adu akting!11 Bab 11 Mencari Jawaban.12 Bab 12 Ethan Cemburu13 Bab 13 Ethan POV14 Bab 14 Terbongkar15 Bab 15 Rania Tantrum16 Bab 16 Baru sadar17 Bab 17 Perang perasaan18 Bab 18 Sweet POV19 Bab 19 Belum siap20 Bab 20 Jangan ember21 Bab 21 Morning Vibes22 Bab 22 Kegeeran!23 Bab 23 Rania hamil 24 Bab 24 Ratu manipulatif25 Bab 25 Cemburu26 Bab 26 Berpisah, bukan bercerai.27 Bab 27 Kalah Telak28 Bab 28 Ada yang salah29 Bab 29 Batal pulang30 Bab 30 Kerjasama31 Bab 31 Merampas Mulgary32 Bab 32 NYFW33 Bab 33 Salah dengar 34 Bab 34 Kamar kamu, bukan kamar kita.35 Bab 35 Mulai nakal36 Bab 36 Karyawan mogok!37 Bab 37 Sengit38 Bab 38 Sweet POV39 Bab 39 Ethan POV40 Bab 40 Malam Romantis41 Bab 41 21+42 Bab 42 How was your last night 43 Bab 43 Sweet cemas44 Bab 44 Selamat Tinggal45 Bab 45 Honeymoon