icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Antara Cinta dan Benci

Bab 4 Memancing Kemarahan Gama

Jumlah Kata:702    |    Dirilis Pada: 05/02/2024

a di lantai sebuah kamar yang tampak bersih meski

dengan rumahnya dan j

a. Dan maaf juga karena tidak seharusnya saya mengajak Anda ke sini," suara Diar

pelayan. Maka dari itu kamar yang ada di sana ukurannya tak s

gaimanapun Hera adalah majikannya juga. Tetapi apa yang b

gal di sini. Lagipula aku lebih suka tidur di paviliun bersama dengan kalian daripada harus tidur di rum

erharap ucapan Hera tadi tida

miliki tuan yang tak punya perasaan seperti lelaki

gatkan Hera agar menjaga ucapan

diri di ambang pintu. Membuat Diar dan Hera terhenyak menatapnya yang saat ini sedang

a Gama adalah lelaki paling tampan yang pernah ia temui. Tubuh lelaki itu n

g dingin dan tak tersentuh. Yang ada Hera malah meras

ngkah makin dekat ke arahnya. Lantas berdir

ak pantas disebut begitu. Panggil saja dia dengan nama. Aku sudah tegaskan tadi kalau dia tidak istimewa sama sekali. Jadi perlakukan dia sama seperti kalian memp

ama semakin senang, Hera balas mengangk

sepertimu!" kini giliran Hera yang menunjuk wajah Gama. Rasanya Hera i

u nikahi ini adalah monster," ucap Gama yang malah mendeka

orang tuamu yang telah membuat wasiat konyol ini hingga membuat kita terjebak dalam pernikahan yang

nama kedua orang tuanya, m

angan pernah menghina kedua orang tuaku! Aku tidak akan terima dengan hal itu!" tegas Hera

ada Hera. Sepertinya ia sangat

pun tidak menginginkan pernikahan ini. Tapi lihatlah! Kedua orang tuamu

hubunganmu dengan kedua orang tuamu menjadi renggang. Jadi apa bedanya Karin dengan kedua orang tuaku?!" He

palkan tangan di k

ar Hera. Tapi ia kembali menjatuhkan tangan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Antara Cinta dan Benci
Antara Cinta dan Benci
“"Kita memang sudah menikah, tetapi bukan berarti aku akan sudi menyentuhmu. Sampai kapanpun, yang memiliki hatiku hanya Karin," tegas Gama menyorot Hera dengan tatapan tajamnya. Menjadi yatim piatu setelah ditinggalkan kedua orang tuanya, Hera diminta menjalankan wasiat dari sang ayah, yaitu menikah dengan duda tampan namun tak berperasaan bernama Gama Dirgantara. Gama tak pernah menganggap Hera sebagai istrinya. Sampai suatu malam, ia menyentuh Hera dalam keadaan mabuk. Akankah Gama dan Hera mampu menyelamatkan pernikahan mereka?”