Skandal Cinta Saudara Angkat
tubuh atletis menggeliat dari atas tempat tidur. Pria itu membuka perlah
kah terkejutnya ia saat mendapati dirinya tertidur di kamarnya. Karena
skan hubungan mereka. Kemudian menerima lamaran dari pria lain, kemudian menikah denga
ng. Tak hanya itu, Damar dan Elga sudah berniat akan lanjutkan hubung
melihat pakaian yang tercecer tak berbentuk. Ditambah lagi bercak darah di seprei berwarna biru l
erjadi dan ini, akhhh!"
otot panik. Pria itu menyadari jika ternyata di
n berlari mencari keberadaan sang adik. Damar bergegas berlari ke
embantu yang memang datang jam enam pagi dan pulang pada jam lima sore. Pembantu yang sama-sama berusia em
nya Damar pada pembantunya yang
kok sampai jam segini Non Wulan belum juga turun, padahal biasanya, jam tujuh
amar kemudian melangkah menaik
oh! Bodoh, kamu Danar!" Damar kembali berteriak frustasi seraya
kamar mandi. Pria itu berniat akan membersihkan dirinya terle
r gemercik air. Mata Damar langsung berbinar ketik
Damar mengetuk pintu kamar man
Wulan. Damar tak sabar lagi, pria itu kemudian memutar kenop pintu kamar mandi. Ia kembali tersentak ketika m
mar mandi. Melihat sosok Wulan tergeletak di bawah kucuran air shower. Tubuh W
dan CD. Damar membaringkan tubuh Wulan di atas ranjangnya.
nda merah yang tercetak di tubuh sang adik. Sungguh Damar tak pernah membayangkan jika
Wulan. Dia yang seharusnya menjaga dan melindungi sang adik. Kini j
nyesali perbuatannya. Setetes air mata jatuh dari kedua mata Damar. P
ng adik. Damar ke kamar Wulan untuk mengambil baju ganti. Karena tidak mungkin, ia menggendong Wulan dan m
menuju kamarnya kembali. Damar perlahan memakaikan baju pada tubuh
aih ponselnya yang berada di atas meja nakas. Pria itu kemud
e kota Surabaya. Pria paruh baya itu selalu mengajak sang istri jika ada kegiatan di luar kota maupun di luar
i di kediaman keluarga Prabu Aditama. Wanita
ng D
ng A
n ken
api saat itu aku hanya menanggapinya dengan anggukan karena setelah itu aku kembali tidur, dan jam sembilan tadi aku yang hendak ke kamar mandi kaget saat melih
oleh, Damar. Entah kenapa dokter cantik berusia empat puluh lima ta
amun, wanita itu tak ingin mengambil kesimpulan begitu cepat. Lagi pula dirin
rawatan lebih lanjut," ujar dokter Alia dengan wajah khawatir. Dokter cantik itu, menyarankan agar Wulan segera dib
i luar yang malam tadi memang sedang hujan deras. Tentu saja menamb
ke rumah sakit sekarang." Damar lang
an iya aunty juga akan menelpon orang tua
at mencegah dokter Alia untuk me
r Alia seketika bertambah curiga pada penolakan Damar. Do
r belum bisa menerka kejadian apa yang sudah terjadi diantara mereka. Dokter Alia, merasa tidak perc
ada pekerjaan, aku tidak ingin mereka
ja Damar kembali dilanda ketakutan saat melihat sang adik yang mulai terbangun. Pri