icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luka Sebuah Pengkhianatan

Bab 4 Tidak Mencabut Laporan

Jumlah Kata:504    |    Dirilis Pada: 29/08/2023

ata," apa yang dikatakan oleh Ahsan benar sekali. Lag

reka sama sekali tidak mempunyai rasa bersalah atau berdosa pada Celina. Terus saja mereka mengeroyok Celina dengan perkataan

it hatinya. Bahkan ia sangat yakin jika apa yang ia lakukan benar. Ahsan dan Ars

Arsha meminta maaf pada Celina. Mereka meminta Celina untuk tidak memperpanjang kasus perselingkuhan tersebut. Teta

eka pantas mendapatkan pembalasan yang setimp

ersenyum sinis menaha

rus saja mengatakan hal buruk padanya. Hingga membuat komanda

at sekali, kini sudah dua jam be

asa sesak di dada. Ia menitikkan airmata, yang selama beberapa jam ia tahan. Karena ia tidak ingin terl

u banggakan telah mendua. Yang lebih parah lagi, sahabat baikku sendiri yang telah menjadi

a tangannya. Ia merasa sangat tersakiti kar

ingnya. Pria yang selama sekolah sangat dibenci oleh Celina. Pria yang dulu terlihat culun dan berkacamata.

puslah air

etapi Celina menolak dan ia justru mere

kali aku katakan padamu untuk tidak mendekatiku, tetapi kamu masih saja

Sontak saja Celina heran," heh, kenapa kamu malah tersenyum dan masih saja ada di sini? pergi sana, aku

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luka Sebuah Pengkhianatan
Luka Sebuah Pengkhianatan
“Celina begitu trauma dengan pernikahannya yang kandas karena Ahsan sang suami kepergok berselingkuh dengan sahabat baiknya sendiri. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk berpisah dari Ahsan. Selama lima tahun menjanda, bukan hanya satu lelaki yang datang silih berganti mencoba untuk mendekatinya. Bahkan para lelaki tersebut melakukan berbagai cara, akan tetapi usaha mereka satu persatu gagal. Hingga mereka jengah dan memutuskan untuk menyerah dan menjauh dari Celina. Namun ada seorang lelaki yang pantang menyerah, Abdar namanya. Dia selalu ada di setiap kondisi Celina. Dia begitu tulus mencintainya dari sebelum Celina menikah dengan Ahsan, hingga ia menjanda, hanya saja ia tidak berani berkata jujur. Walaupun Celina selalu kasar padanya, tetapi ia tidak pernah mundur. Akankah ketulusan Abdar bisa meluluhkan Celina, yang sudah tidak percaya adanya cinta? Ataukah seumur hidup Celina akan terus menjanda?”