icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Anak Milik CEO

Bab 4 Kekhawatiran Agneta

Jumlah Kata:1743    |    Dirilis Pada: 15/06/2023

u dari kamar mandi dan leka

ug

unduk saat berjalan memang tidak baik dan k

a bass itu membuatku meneng

memeluknya. Tak peduli ini masih di kantor, sungg

bisiknya sambil m

a-kata, aku hanya men

g?" ucapnya lag

ata. Saat ini wajahku sudah tak keruan lagi. T

k-baik saja," ucapnya me

" ucapku saat sadar di m

dengan kebingungannya, tetapi sudahlah. Tidak mungkin pula untuk mengatakan semuanya padanya apa yang terjad

n kepalanya dari balik kubikelnya y

Sonya. Hanya sedikit

anyanya terde

ini," jawabku secepat mungkin sebelum dia mengg

rahat atau mungkin

kasih atas perhatiannya. Sonya akhir

gku, tangannya menyentuh wajah, kata-kata dar

tenteram bersama Aiden dan Regan? Kenapa dia dengan mudahnya kembali untuk mengambil

ngga lamunanku buyar saat mendenga

i

-baik saj

dan mengkhawatirkanmu k

mengatakan kalau aku baik-baik saja, tadi hanya teringat Regan saja. Setelah membalas pesan dari Aiden

yambar tas. Sebuah pesan masuk. Pesan dari Aiden, dia lembur karena ada meeting pukul setengah tujuh bersama beberapa pemegang saham perusahaan. Aku

e mana anak itu sekarang. Aku bergegas masuk lift yang terbukan untuk turun, menunggu sejenak sambil berpikir, semua terlewati begitu cepat, kemudian pintu lift terbuka. Aku berjalan di lobi kantor menuju pintu

g kepala. Namun, tetap saja terguyur karena terus berlari menyusuri

hh

pur mengenai seluruh pakaianku. Mobil mewah itu berhenti di depanku dan tak lama si pengemudi turu

ar tak sengaja," ucapnya dengan po

tak ingin menanggapi apa pun da

entak saat pergelangan tanganku dicekal

uk menolak dan berkata, "Tidak perl

agai bosmu, aku memerintahmu untuk masuk mobil, Agneta!" kata Dav

ikan mobil. Jantung ini terasa berdetak sangat cepat, bahkan terasa sangat menyesakkan. Entah apa yang terasa, tetapi segalanya tetap sama sepe

E

ba Davero hendak mengu

Aku hanya ingin membersihkan no

kan noda sendiri. Davero menghela napas dan

mengantarmu?" tanya Dav

rempatan d

tidak suka menurunkan seorang wanit

ilang saja kau ingin tidur bersa

g ke man

di sini saj

mengatakannya. Itu berarti kam

akibat penuturannya yang

ia melirik ke arahku denga

" jawab

Semoga Regan masih di rumah Sonya sehingg

ang ke

apura di

a Davero sambil mengernyitkan dah

tinggal? Apartemen atau per

dan kotor. Aku tahu dia tidak akan mau ke tempat seperti i

lat itu!" kataku sambil menunj

ilnya dan bertanya, "Ka

capku sambil bergegas menuruni mobil tanpa menguca

ntu rumah dan memasukk

i sanga

dan segera berbalik, ternyata

lagi se

enunjuk dirinya sendiri, itu

apa mengikutiku? Lebih baik Anda l

ima kasih dan tawaran minum teh untukku?" tanya Davero sam

u tidak punya stok teh di rumah," uca

gkin tidak ada stok air putih, 'kan?"

Bajingan ini membuatku ingin me

kan mengobrol di

pintu, meladeni manusia satu ini

a sambil mulai menumpangkan kakinya satu sama lain, "

hkan air keran saja agar dia sakit perut dan kapok ke sini lagi. Akan tetapi, bagaimana kalau menyebabkan infe

uguhkan kepadanya. Tak ada teh untuk dia

ang," ucapku menyimpan gelas

a kemudian menyeringai. "Ngomong-ngomong, sudah berapa

"ucapku sinis ma

u mempunyai karyawan yang tidak jelas seperti teroris. Nanti yang ada perusahaanku akan ban

ng bisa membantuku menjambak pria satu ini da

tu langsung ke bagian m

gsung pada setiap karyawan.

a dengan pria menyebalkan in

ru bergabung di perusahaan Anda sekitar tiga tahun yang

k berubah

nya di

ng lebar. Kamu terlihat sangat menggemaska

eperti i

nda

e

n pu

Regan berlari ke ar

pelukannya dan melirik Dave y

lena ada mobil di depan. Jadi Tante ng

ero memecahka

vero, mereka saling mena

ihkan perhatian anakku. "

atap Regan dengan intens. Jelas itu membuat jantung ini berd

mengucapnya dengan cengiran lebar k

menatap Regan dan begitu kaku saat R

embuatku lega karena tampaknya Davero t

kan urusan Anda," u

ke kamal ya,

a sendiri. Itu lebih baik daripada dia terus berada di sini

h menikah?" tanya Dave

eaksinya. "Sepertinya Anda harus pulang, Pak Wi

gkit dari sofa dan berjalan keluar dari rumah ini. Akhirnya napas lega bisa kuembuskan saat mendengar suara deru

? Lambat laun dia akan sadar siapa Re

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Anak Milik CEO
Anak Milik CEO
“~Saat melihatnya kembali maka saat itu pula aku tak akan pernah melepaskannya lagi~ Seorang wanita tengah berjalan menuju lift di sebuah gedung pencakar langit. Beberapa berkas berada di dalam pelukannya. Ia menekan tombol lift dan menundukkan kepalanya sambil mengentak pelan high heels hitam yang dipakainya. Ting! Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu lift terbuka lebar dan ia segera memasukinya tanpa pikir panjang. Ia menekan tombol angka sesuai lantai yang hendak ia tuju. Namun, seketika pandangannya tertuju pada seseorang. Suasana di dalam lift itu langsung terasa begitu mencengkam, seperti ada aura gelap dan menakutkan menyelimuti lift. Tentu itu bukanlah karena kehadiran hantu, tetapi makhluk yang lebih menakutkan. Wanita itu langsung menoleh ke belakangnya untuk memastikan apakah pandangannya keliru dan tatapannya beradu dengan mata abu gelap yang begitu tajam milik seseorang yang pernah ia kenal. Orang itu menyeringai kecil dengan tatapan lapar menelusuri seluruh tubuhnya, membuat sang wanita merasa sangat gugup dan ketakutan. "Se-selamat siang, Pak Davero," gumamnya dengan gugup. "Siang," jawabnya dengan suara serak. Pria tinggi nan tampan itu melangkahkan kakinya mendekati sang wanita, membuat sang wanita terperangah dan mundur perlahan. Pria yang dipanggil Davero itu tak menghentikan gerakannya. Ia terus melangkah memojokkan sang wanita hingga menyentuh dinding lift di belakangnya, ia terlihat ketakutan karena sang pria semakin merapat. "Lama tak bertemu," ucap Davero diiringi seringaian yang membuat bulu kuduk berdiri. Sang wanita tak bisa berkutik sedikit pun. Apalagi sebelah tangan pria itu menyentuh dinding tepat di samping kepala wanita cantik itu. "A-apa yang kau inginkan dariku?" tanya sang wanita dengan suara lemah, nyaris berbisik setelah mengumpulkan segenap keberaniannya. "Kau!" Seketika tubuh wanita itu menegang dan merinding karena mendengar bisikan penuh ancaman dan penekanan yang tak terbantahkan. Tanpa sadar wanita itu menahan napasnya karena rasa takut. "You're Mine!"”
1 Bab 1 Bertemu Kembali2 Bab 2 Semua Demi Regan3 Bab 3 Berhadapan dengan sang Devil4 Bab 4 Kekhawatiran Agneta5 Bab 5 Kedekatan Regan dengan Aiden6 Bab 6 Manusia kejam7 Bab 7 Sebuah Fakta8 Bab 8 Lamaran Aiden9 Bab 9 Meminta Meninggalkan10 Bab 10 Lima tahun lalu11 Bab 11 Nerd yang jatuh cinta pada Casanova12 Bab 12 Kesalahan yang terulang13 Bab 13 Sosok Wanita Cantik14 Bab 14 Darah lebih kentak daripada Air15 Bab 15 Davero mengetahui kenyataan baru16 Bab 16 Yang menjadi milikku harus kembali padaku17 Bab 17 Kejadian pahit di masa lalu18 Bab 18 Ancaman Davero19 Bab 19 Makan malam Bersama20 Bab 20 Pergi berdua21 Bab 21 Perjodohan Aiden22 Bab 22 Kecemburuan Davero23 Bab 23 Kebersamaan yang hangat24 Bab 24 Zat Padat yang mulai mencair25 Bab 25 Menerima lamaran26 Bab 26 Kebimbangan Agneta27 Bab 27 Regan Diculik28 Bab 28 Kekhawatiran Dave29 Bab 29 Menyelamatkan Regan30 Bab 30 Penawaran Dave31 Bab 31 Pelakunya Elena32 Bab 32 Amarah Aiden33 Bab 33 Bagian Dari Rencana Davero34 Bab 34 Liburan Bersama35 Bab 35 Amukan Aiden36 Bab 36 Getaran Hati37 Bab 37 Di Antara Dua Pria38 Bab 38 Perhatian Regan39 Bab 39 Kehebohan di Kantor40 Bab 40 Kesepakatan Natalie dan Aiden41 Bab 41 Permintaan Maaf Sang Devil42 Bab 42 Melindungi Keluarga43 Bab 43 Salah Paham44 Bab 44 Trauma Davero45 Bab 45 Kecelakaan 46 Bab 46 Tidak Ingin Kehilangan47 Bab 47 Devara di Temukan48 Bab 48 Menahan Rindu49 Bab 49 Menyelamatkan Devara50 Bab 50 Perkataan Menyakitkan51 Bab 51 Tidak ingin Berpisah52 Bab 52 Kecemburuan Davero