icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Anak Milik CEO

Bab 2 Semua Demi Regan

Jumlah Kata:1400    |    Dirilis Pada: 15/06/2023

p Pak Wildan menyadarkanku kalau in

ah kepadaku. Aku mampu merasakan kalau tatapan tajamnya menyusuri seluruh

visi Marketing dan ini Agneta Laurinda Aretina, dia pegawai te

ubuhku. Luka yang sudah lama aku kubur, kini kembali mencuat ke permukaan. Ada rasa sakit y

hun yang lalu. Dia berjalan ke arahku, membuatku mundur selangkah untuk memberi jarak di antara kami. Dia terus mendekatiku seakan ingin menghapus

siknya membuatku meremang

mengintimidasi itu. Sungguh aku membenci pert

t di telingaku dan beranjak pergi

ang menatapku penuh tanda tanya. Sepertinya

ena tak ingin membahas apa pun

*

ku tengah mengaduk-aduk makananku sendiri tanpa selera. Pikiranku melayang memikirkan pria itu. Bagaimana bisa dia datang kembali? Pria yang sangat ingin kumusnahkan dari muka bumi ini, tetapi berada s

ya?" goda Sonya, itu menyadarkanku. Aku pun seg

k," j

pa lo lagi marahan sa

lengkan kepalaku

an? Regan baik-baik saja, 'kan?" ta

-baik saj

tuh keningku, membuatku menge

, Sonya sayang," uc

a tau aku adalah seorang single parent yang ditinggalkan oleh suamiku dan membesarkan Regan seorang diri. Dia juga yang membantuku masuk ke perusahaan besar ini hingga aku mampu bertemu dengan Aiden. Aiden tahu kisahku, tetapi dia tak meninggalkanku. Dia masi

in aku temui seumur hidupku, tetapi sekarang dia menjadi atasanku dan sialnya dialah pewaris tunggal dari perusaha

get, ya, sekarang," ucap Sonya membuatku sad

anget malahan,

tap makan dong," ucap

etaria, di sana terlihat jelas pria i

iliuner. Perusahaannya ada di beberapa negara maju, pastinya banyak sekali wanita yang rela merendahkan diri hanya u

ti itu," ucapku kesal. Te

at Lo? Tapi memang sih dia agak cuek, bahkan buat senyum aja dia n

perasaan itu disebut panger

*

a. Setelah masuk ke lobi, aku tergesa-gesa menuju lift tanpa memperhatikan sekitar agar bisa masuk ke dalam lift yang nyaris tertutup rapat. Aku segera menekan tombol angka tujuh untuk menuju ke ruanganku, tetapi aku mencium parfum maskulin yang tak asing di indra penciumanku. Parfum? Aku menengok ke belakang dan

a bertemu lagi setelah sekian

ang dari peradaban dunia. Aku tersentak saat dia menarik lenganku dan menghimpit tubuhku ke dinding lift. Mau apa dia? Takut? Yah, itulah yan

mu lakukan?" tan

sebelah alisnya terangkat. Masih terliha

rlah!" uca

pu dan bodohi. Sekarang aku adalah Agneta yang tak akan pernah kalah lagi. Cinta?

cantik saja. Di mana

alau orang lain melihat kita seperti ini maka gosip tak sedap akan menyebar dengan cepat. Anda tak ingin digosipkan sampai masu

rang biasanya. Itu adalah senyuman manis yang menyimpan sebuah racun memat

k peduli,

asa sangat takut, keringat dingin memenuhi sekujur tubuhku. Kepingan bayangan di masa lalu kembali memenuhi pikiran, otak yang sebelumnya sudah aku hapus dan menggantinya dengan kenangan

n lakukan ini, kumohonnn! Hiks. Jeritan

i

tanpa ingin menoleh lagi ke belakang. Aku langsung menuju toilet yang berada dekat ruanganku dan menangis di salah satu k

us kembali? Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Har

lemah, bagaimana dengan Regan? Mau diberi makan apa kalau kamu sampai keluar dari pekerjaan yang sudah membantu kelangsungan hidupmu da

dia dan untuk dia! Putra semata wayangku. I

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Anak Milik CEO
Anak Milik CEO
“~Saat melihatnya kembali maka saat itu pula aku tak akan pernah melepaskannya lagi~ Seorang wanita tengah berjalan menuju lift di sebuah gedung pencakar langit. Beberapa berkas berada di dalam pelukannya. Ia menekan tombol lift dan menundukkan kepalanya sambil mengentak pelan high heels hitam yang dipakainya. Ting! Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu lift terbuka lebar dan ia segera memasukinya tanpa pikir panjang. Ia menekan tombol angka sesuai lantai yang hendak ia tuju. Namun, seketika pandangannya tertuju pada seseorang. Suasana di dalam lift itu langsung terasa begitu mencengkam, seperti ada aura gelap dan menakutkan menyelimuti lift. Tentu itu bukanlah karena kehadiran hantu, tetapi makhluk yang lebih menakutkan. Wanita itu langsung menoleh ke belakangnya untuk memastikan apakah pandangannya keliru dan tatapannya beradu dengan mata abu gelap yang begitu tajam milik seseorang yang pernah ia kenal. Orang itu menyeringai kecil dengan tatapan lapar menelusuri seluruh tubuhnya, membuat sang wanita merasa sangat gugup dan ketakutan. "Se-selamat siang, Pak Davero," gumamnya dengan gugup. "Siang," jawabnya dengan suara serak. Pria tinggi nan tampan itu melangkahkan kakinya mendekati sang wanita, membuat sang wanita terperangah dan mundur perlahan. Pria yang dipanggil Davero itu tak menghentikan gerakannya. Ia terus melangkah memojokkan sang wanita hingga menyentuh dinding lift di belakangnya, ia terlihat ketakutan karena sang pria semakin merapat. "Lama tak bertemu," ucap Davero diiringi seringaian yang membuat bulu kuduk berdiri. Sang wanita tak bisa berkutik sedikit pun. Apalagi sebelah tangan pria itu menyentuh dinding tepat di samping kepala wanita cantik itu. "A-apa yang kau inginkan dariku?" tanya sang wanita dengan suara lemah, nyaris berbisik setelah mengumpulkan segenap keberaniannya. "Kau!" Seketika tubuh wanita itu menegang dan merinding karena mendengar bisikan penuh ancaman dan penekanan yang tak terbantahkan. Tanpa sadar wanita itu menahan napasnya karena rasa takut. "You're Mine!"”